Majas Anafora; Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri dan Contohnya

Majas-anafora

Dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal banyak macam-macam majas, salah satu diantaranya adalah majas anafora. Majas anafora yang termasuk dalam majas repetisi ini adalah majas yang berisi pengulangan kata atau frasa didalam satu kalimat, di mana kata yang diulang tersebut adalah kata di awal kalimat yang diulang atau ditulis kembali di tengah kalimat dan di akhir kalimat.

Baca Selengkapnya

Contoh Majas Metafora

Pengertian Majas Metafora

Ada yang tahu tidak apa itu majas metafora? Majas metafora merupakan suatu gaya bahasa yang bermakna kiasan untuk menggambarkan sesuatu objek dengan perbandingan langsung dan tepat atas dasar kata sifat yang sama atau hampir sama dengan objek lain. sifatnya bersifat implisit. Majas metafora ini banyak dipakai dalam karya sastra, tujuannya untuk mengungkapkan suatu makna dengan penenkanan pada kesan yang akan ditimbulkan.

Senada dengan pendapat tersebut, menurut Keraf (1981: 124) metafora diartikan sebagai majas yang mengandung perbandingan yang tersirat yang menyamakan hal yang satu dengan hal yang lain.

 

Ciri-ciri majas metafora:

  1. Menggunakan makna kiasan
  2. Membandingkan dengan perbandingan langsung tanpa adanya kata pembanding
  3. Tidak menggunakan kata penghubung

Contoh Majas Metafora

Contoh dari majas metafora diantarnya sebagai berikut ini:

  1. Diki itu terkenal disekolahnya sebagai buaya darat yang tidak tahu diri
  2. Kasihan anak itu dijadikan majikannya sebagai kambing hitam
  3. Aku berharap buah hatiku bisa menjadi orang yang baik dan sukses
  4. Sita dijuluki oleh teman-temannya sebagai kutu buku
  5. Ayahku keturunan darah biru dari kerajaan Keraton
  6. Adikku menjadi buah bibir karena kesuksesan yang diraihnya
  7. Setiap kali ayah pergi ke Bali selalu membawa buah tangan kahs Bali
  8. Inul menjadi sampah masyarakat karena perbuatan yang dilakukannya sendiri
  9. Rumah kepala desaku sudah dilalap oleh si jago merah
  10. Kakaku bercita-cita menjadi anak emas di sekolahnya’
  11. Tina dibawah ke meja hijau karena telah mencuri uang nenekku
  12. Usaha Nino telah gulung tikar seminggu yang lalu
  13. Aku hanya bisa gigi jari melihat dia bersama orang lain
  14. Adekku menjadi bintang kelas di sekolahnya
  15. Akhirnya si pencuri itu telah angkat kaki dari rumah Bu Suri
  16. Salah satu sikap baik yang dimiliki olehnya adalah rendah hati
  17. Berlapang dadalah jika kita tidak disenangi oleh teman
  18. Anak itu menjadi kupu-kupu malam untuk membiayai pengobatan ibunya
  19. Pengetahuan adalah jendela dunia untuk menajadikan negeri maju
  20. Guru merupakan seorang pahlawan tanpa tanda jas yang harus dihormati
  21. Ayahku menjadi tulang punggung keluarga
  22. Tulang rusuk lelaki adalah wanita yang akan menjadi teman hidupya
  23. Ica lagi naik daun karena suaranya yang sangat merdu
  24. Nino menjadi buah bibir di sekitar rumahnya
  25. Aku sangat berat hati karena berpisah dengan dia orang yang sangat aku cintai

 

 

Contoh Pantun Nasehat

Berikut Merupakan pembahasan lengkap tentang contoh pantun yang bisa kita jadikan referensi untuk pembuatan pantun, ataupun buat inspirasi saat anda ingin membuat pantun.

Pada dasarnya, pantun merupakan sebuah puisi lama yang sederhana. Namun kalian harus mengatahui dan mengenal jenis-jenis pantun yang biasakan diujarkan ataupun dituliskan oleh seseorang . Berikut ini adalah jenis-jenis pantun berdasarkan isinya.

  1. Pantun nasehat

Pantun ini merupakan pantun bertujuan untuk memberikan himbauan atau pesan moral terhadap seseorang ataupun masyarakat.

Berikut beberapa contohnya:

  • Diatas genting ada seekor angsa

Kulihat dari sebrang jauh

Sebagai generasi penerus bangsa

Jadilah seseorang yang tangguh

  • Pergi pagi ke pasar Tretes

Membeli baju dan beras

Jika kamu ingin menjadi sukses

Maka giatlah untuk bekerja keras

  1. Pantun jenaka

Pantun jenaka merupakan pantun bertujuan untuk memberikan hiburan kepada orang lain karena isi dari pantun ini memiliki kelucuan dimana orang jika membacanya akan tertawa.

Berikut beberapa contohnya:

  • Pergi ke toko membeli tali

Tidak lupa membeli merica

Tertawa hati karena geli

Melihat kucing sedang berkaca

  • Malam-malam makan nasi uduk

ditemani dengan lauk pindang

Itu kakak yang sedang duduk

Manis sekali untuk dipandang

  1. Pantun agama

Pantun agama merupakan pantun membahas tentang manusia dan yang menciptakannya. Tujuannya untuk memberikan pesan moral yang berkaitan dengan agama yang dianutnya masing-masing.

Berikut beberapa contohnya:

  • Bersepeda di temani Siti

Memakai helm agar tidak bahaya

Banyak cara sembuhkan hati

Baca Al-quran dan pahami maknanya

  • Pergi ke kota membeli es

Membelinya dengan susah payah

Walaupun uang banyak dan hidup suskes

Bila tak sembahyang apa gunanya

  1. Pantun teka-teki

Pantun ini mempunyai ciri khas tersendiri karena dibagian isi yaitu di bagian akhir diisi dengan sebuah pertanyaan pada larik terakhir

Berikut beberapa contohnya:

  • Pagi hari memasak ikan tuna

Masaknya dengan daun pepaya

Parasnya cantik dan mempesona

Adik gadis siapa namanya?

  • Pergi ke laut untuk berlayar

Melihat ikan dan buaya

Badannya gemuk telinganya lebar

Bermata sipit hewan  apa namanya

  1. Pantun Berkasih

Pantun ini merupakan pantun yang berisikan cinta, kasih dan sayang. Pantun ini sering digunakan untuk merayu seseorang.

Berikut beberapa contohnya:

  • Makan nasi ikan jamur

Di temani sayur kemanggi

Tidak masalah kamu sudah berumur

Asalkan kita saling menyanyangi

  • Ditoko ada seorang waria

Menangis dengan tersayat-sayat

Kalau kamu ingin bahagia

Hiduplah denganku sampai akhir hayat

 

  1. Pantun anak

Pantun anak merupakan pantun yang khusus disampaikan untuk anak-anak. Isi kandungannya tentunya lebih ringan dan menyangkut kesenangan hati anak sekaligus memberikan pendidikan moral.

Berikut beberapa contohnya:

  • Ada lampu bersinar terang

Dilihat oleh si Jaka

Hati siapa tidak senang

Jika diberi hadiah boneka

  • Ada kucing kakinya luka

Diberi makan oleh ibu Disa

Naik delman siapa suka

Berputar-putar keliling desa

 

 

 

Contoh Majas Litotes

Contoh Majas Litotes

Pengertian Majas Litotes

Ada yang tahu tidak apa itu majas litotes?  majas litotes merupakan salah satu jenis majas pertentangan yang bertujuan untuk menurunkan derajat atau merendahkan diri terhadap lawan bicara sehingga menguatkan kesan lemah lembut dari setiap ungkapan yang disampaikan. Hal tersebut biasanya bertujuan untuk menjaga kesopanan atau menghaluskan. Majas litotes sering pakai dalam percakapan biasa sehari-hari.

Baca Selengkapnya

Contoh Majas Personifikasi

Pengertian Majas Personifikasi

Ada yang tahu tidak apa itu majas personifikasi? Yaah majas personifikasi ini merupakan salah satu jenis majas perbandingan yang menyatakan benda mati seolah-olah seperti mahluk hidup dan dan memiliki  nyawa. Pasti sudah tidak asing lagi ditelinga kalian, kalian biasanya sering menjumpainya pada berbagai karya sastra seperti puisi, novel maupun cerpen. Untuk lebih mudahnya, majas ini membuat benda memiliki nyawa seperti manusia.

Senada dengan pendapat tersebut, Menurut Tarigan (2013, hlm 17) mengemukakan bahwa personifikasi merupakan majas melekatkan sifat-sifat manusia atau insane kepada barang-barang yang tidak bernyawa dan ide yang abstrak.

Ciri-ciri Majas Personifikasi

Ciri-ciri majas personifikasi antara lain:

  1. Membandingkan benda mati seperti hidup
  2. Melibatkan panca indera
  3. Berupa sifat atau sikap manusia

Contoh Majas Persinifikasi

Nah, setelah tadi kita bahas tentang pengertian majas personifikasi, ciri-ciri kurang afdhol jika

Contoh dari majas personifikasi diantarnya sebagai berikut ini:

  1. Burung pipit itu bersiul-siul dengan merdu seolah-olah sedang merasakan kebahagiaan
  2. Segumpal nasi itu menangis terseduh-seduh setelah dibuang ketempat sampah
  3. Malam itu langit sedang bersedih dan menangis membasahi bumi
  4. Angin itu membelai rambut indah kakak perempuanku
  5. Gedung-gedung tua itu bergoyang terkena gempa kemarin malam
  6. Mobil tua ayahku merangkak lambat saat berjalan dijalan raya
  7. Teriakan petir itu sungguh mengagetkan anakku yang sedang tidur
  8. Aksa merasa takjub karena melihat awan berjalan diatas rumahnya
  9. Rosa kemarin malam menarikan jari jemarinya diatas keyword laptopnya
  10. Kobaran api itu telah melahap ratusan rumah warga
  11. Angin putting beliung itu mengamuk memporak porandakan sagu desa
  12. Setiap malam hari nyamuk di kamarku akan bernyanyi diatas telinga
  13. Sepatu-sepatu itu menggodaku untuk membelinya
  14. Pohon kelapa di pesisir pantai itu melambai-lambai
  15. Banjir bandang itu menyapu seluruh rumah yang berada dipinggiran sungai
  16. Dua bocah itu terseret ombak di pantai selatan Malang
  17. Pagi ini matahari bersembunyi dibali awan yang tebal
  18. Narkoba itu telah membunuh jutaan orang yang mengkonsumsinya
  19. Handphone sudah menghipnotis para penggunanya
  20. Padi itu menunduk menyapa pejalan kaki yang tengah melintas disampingnya
  21. Malam ini, bulan mengintip dibalik awan
  22. Tarian daun berguguran didepan rumahku menemaniku disaat merasakan kesedihan
  23. Awan itu terlihat murung seperti akan terjadi hujan yang deras
  24. Batu-batu itu terdiam mendengarkan tangisan sedihku
  25. Bulpoint itu menari-nari diatas kertas tugas matematika
error: Content is protected !!