[Cerpen]: Pengertian Ciri-ciri, Unsur Intrinsik, Struktur

contoh cerpen
contoh cerpen

Ngomong-ngomong masalah Cerita pendek ketika kita di sekolah pastinya pernah mempelajari cerpen secara detail dan mendalam yang dibahas oleh guru bahasa indonesia ketika berada di sekolah.

Mungkin bagi Anda yang pernah diberi tugas untuk membuat cerpen atau cerita pendek dan harus menganalisis mulai dari unsur instrinsik sampai dengan unsur ekstrinsiknya.

Tentunya ditunjang dengan, mengetahui ciri, jenis, fungsi, tujuan dan contoh juga pasti sudah di ajarkan ketika sekolah.

Nah, pada kali ini bukan bermaksud meremehkan, tapi saya kembali mencoba mengulas kembali tentang apa itu cerpen ? Apa fungsi dan tujuan dibuat nya cerpen?

Harapannya setelah menyimak artikel tentang cerpen ini Anda bisa membuat sebuah karya cerita pendek yang baik dan benar sesuai kaidah dalam cerpen.

Pembahasan tentang Cerpen!

Pengertian Cerpen

Apasih cerpen itu? Cerpen ialah salah satu jenis karya sastra yang berbentuk prosa fiksi, dimana isisnya menceritakan atau menggambarkan kisah tokoh yang telah dialami, beserta konflik dan penyelesaiaannya yang terangkum pada sebuah kertas dengan ringkas dan padat.

secara umum isi dari cerita pendek berpusat pada satu tokoh dan situasi tertentu didalam puncak masalah atau yang disebut dengan klimaks dan solusianya, selain itu pada cerpen hanya terdapat 10.000 kata di dalamnya sehingga cerita tersebut lebih singkat dan padat isinya.

Isi dalam Cerpen biasanya mengisahkan penggalan kehidupan tokoh yang pebuh pertikaian, atau peristiwa mengaharukan dan menyenangkan sehingga pesan yang didalamnya tidak mudah dilupakan.

Pengertian Cerpen Menurut KBBI

Cerpen berasal dari dua kata yaitu cerita yang mengandung arti tuturan mengenai bagaimana sesuatu hal terjadi dan relatif pendek berarti kisah yang diceritakan pendek atau tidak lebih dari 10.000 kata yang memberikan sebuah kesan dominan serta memusatkan hanya pada satu tokoh saja dalam cerita pendek tersebut.

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli

Berikut pendapat para ahli mengenai penjelasan tentang cerpen:

Saini

Menurut beliau cerita pendek adalah cerita pendek fiksi atau tidak benar-benar terjadi, tetapi bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, dan cerita yang disajikan dalam bentuk pendek.

Edgar Allan Poe dalam Suyanto, 2012;46

Menurut beliau cerita pendek adalah cerita yang memiliki ukuran pendek yang artinya hanya perlu waktu sebentar untuk meng habiskannnya hanya dalam waktu sekali duduk dengan durasi kurang lebih satu jam.

Turayev Dalam Regina Bernadette

Menurut beliau cerita pendek adalah bentuk karya sastra naratif yang menampilkan cerminan sebuah kisah perjalanan dalam kehidupan tokoh dalan cerita.

A. Bakar Hamid

Menurut beliau cerita pendek adalah atau disebut juga dengan cerita pendek seharusnya dilihat dari jumlah, kuantitas kata yang digunakan antara 500 kata hingga 20.000 kata dengan didukung adanya plot, adanya satu karakter dan adanya kesan.

Sumardjo

Menurut beliau Cerpen adalah cerita yang bersifat fiktif dalam arti unsur yang tidak benar-benar terjadi, tetapi bisa saja terjadi kapanpun serta dimanapun yang mana ceritanya relatif pendek dan singkat.

Nugroho Notosusanto

Menurut beliau cerita pendek adalah sebuah cerita yang panjang ceritanya berkisar 5000 kata atau perkiraan hanya 17.

Sayuti

Menurut beliau cerita pendek adalah cerita yang padat yang semuanya berkaitan dengan kualitas isi cerita.

Hendy

Menurut beliau cerita pendek adalah suatu karangan yang berkisah pendek yang mengandung kisah tungal.

Aoh. K.H

Menurut beliau cerita pendek adalah salah satu karangan fiksi yang biasa disebut juga dengan kisahan prosa pendek.

J.S. Badudu

Menurut beliau cerita pendek adalah cerita yang hanya menjurus serta terfokus pada satu peristiwa saja.

H. B. Jassin

Menurut beliau cerita pendek adalah sebuah cerita yang singkat yang harus memiliki bagian terpenting yakni perkenalan, pertikaian, serta penyelesaian.

Tarigan

Menurut beliau cerita pendek adalah sebuah cerita cekaan yang masalah singkatnya, jelas dan padat yang berfokus kepada satu peristiwa.

Suharianto

Menurut beliau cerita pendek adalah cerita fiksi yang bentuknya pendek dan ruang lingkup permasalahan atau konflik yang dialami oleh tokoh dan keseluruhan cerita yang memberi kesan tunggal.

Struktur-struktur Cerpen

pada sebuah Cerpen terdapat 6 elemen penting yang membangun sebuah cerpen, berikut merupakan struktur cerpen-cerpen tersebut:

Abstrak

Bagian pertama ini adalah memuat ringkasan dari cerpen dan merupakan gambaran cerita, unsur ini bersifat opsional.

Orientasi

Bagian berisikan hal-hal yang berhubungan dengan waktu, suasana, dan tempat yang ada di dalam cerita.

Komplikasi

Bagian struktur adalah urutan dari berbagi kejadian yang berhubungan berdasarkan sebab dan akibat, dari hal ini kita dapat melihat watak atau karakter suatu tokoh dalam cerpen.

Evaluasi

Bagian ini terdapat struktur konflik yang terjadi dan mengarah pada klimaks, dan memulai menentukan solusi atau penyelesaian atas konflik dalam cerpen.

Resolusi

Resolusi ini adalah bagian pembuatan cerpen akan menjelaskan solusi atau penyelesaian atas masalah yang dialami oleh tokoh dalam cerita.

Koda

Pada bagian ini nilai moral atau pelajaran yang dapat kita ambil ketika selesai membaca cerpen.

 

Ciri-ciri Cerpen

  1. Isi cerpen kurang lebih 3-10 halaman

2. Terdapat kurang dari 10.000 kata

3. Sesuai paparan diatas ceritanya pendek atau singkat dalam artian lebih pendek dari pada sebuah Novel

4. Ceritanya bersifat fiksi, fiktif atau rekaan

5. Ceritanya habis dibaca sekali duduk

6. Tokoh ceritanya sangat sederhana, singkat, yang tidak mendalam.

7. Jalan cerita lebih pendek dari pada Novel

8. Biasanya isi cerpen berasal dari kehidupan sehari-hari

9. Pemakain kata yang sederhana dan ekonomis dan mudah dikenali pembaca

10. Biasanya hanya satu kejadian yang diceritakan

11. Memiliki Alur cerita, tunggal dan lurus

Macam-macam Cerpen

Cerpen dibedakan menjadi beberapa jenis dengan cara mengetahui jumlah katanya, cerpen secara umum dibedakan menjadi 3 jenis yakni:

  1. Cerpen Mini adalah cerita pendek yang didalamnya hanya memiliki jumlah kata kisaran 750 hingga 1.000 kata saja.
  2. Cerpen Ideal adalah cerpen pendek yang didalamnya memiliki jumlah kata kisaran 3.000 sampai 4.000 kata.
  3. Cerpen Panjang adalah cerita pendek yang terdapat isi yang paling panjang yakni memuat 10.000 kata.

Pembagian cerpen menjadi tiga diatas berdasarkan jumlah katanya, nah untuk selanjutnya jenis cerpen berdasarkan teknik mengarangnya dapat dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut.

  1. Cerpen sempurna adalah cerita pendek yang terfokus pada satu tema dengan plot yang jelas dan memiliki akhir yang mudah untuk dipahami. Umumnya cerpen ini memiliki sifat konvensional dan berdasarkan pada realitas atau fakta dan biasanya banyak disukai oleh kalangan pelajar SMP kebawah karena bahasanya enak dibaca dan mudah dipahami.

Bukan hanya anak SPM kebawah saja tapi Pembaca awam pun bisa membaca cerpen jenis ini hanya dalam tempo kurang dari satu jam.

2. Cerpen tak utuh adalah cerita pendek yang tidak terfokus pada satu tema saja artinya tema terpencar.

Terpencar disini artinya ada beberapa pembahasan, plot tidak terstruktur dan terkadang dibuat mengambang oleh pembuatnya.

Biasanya Cerpen jenis ini memiliki sifat kontemporer dan ditulis berdasarkan ide-ide atau gagasan yang orisinal, sehingga lazim disebut dengan cerpen ide atau cerpen gagasan.

Sehingga Cerita pendek ini termasuk salah satu cerpen yang sangat sulit untuk dipahami oleh pembaca awam dan harus dibaca berulang kali supaya memahami isi yang sebagaimana mestinya.

 

Fungsi dan Tujuan Cerpen

Fungsi cerita pendek terbagi menjadi 5 jenis yaitu sebagai berikut:

  1. Fungsi rekreatif Adalah salah satu fungsi yang memberikan rasa senang, gembira, dan menghibur para pembacanya.
  2. Fungsi didaktif Adalah salah satu fungsi yang mengarahkan dan mendidik para pembaca nya karena nilai nilai kebenaran dan kebaikan yang termuat didalam cerpen.
  3. Fungsi estetis Adalah salah satu fungsi yang memberikan keindahan bagi para pembaca karya sastra cerpen.
  4. Fungsi moralitas Adalah salah satu fungsi yang mengandung nilai moral sehingga para pembaca nya bisa mengetahui moral yang baik dan moral yang tidak baik. Diharapkan pembacanya bisa mengetahui akibat dari moral tidak baik bagi dirinya sehingga Ia tidak melakukan moral yang tidak baik.
  5. Fungsi religiusitas Adalah salah satu cara penyampaian pesan yang mengandung ajaran agama yang dapat dijadikan teladan bagi para pembacanya.

Kaidah Bahasa yang Digunakan dalam Cerpen

Kaidah bahasa yang ada pada cerpen ialah memuat kata sifat yang mendeskripsikan pelaku seperti penampilan fisik juga kepribadian tokoh yang diceritakan dalam cerpen, sebagai contoh misalnya sosoknya tinggi, perawakannya gagah, rambutnya beruban, baik hati, tidak sombong.

Setelah memuat kata sifat biasanya ada juga yang memuat kata keterangan untuk mendeskripsikan latar waktu tempat dan suasana, sebagai contoh misalnya: di pagi hari yang cerah, di kebun bambu yang rimbun dengan dedaunan, di sore hari langit mulai berubah menjadi gelap dan masih banyak contoh lainnya.

Selanjutnya Sebuah Cerpen menggunakan kalimat langsung dan juga tidak langsung yang diselipkan dalam penulisan dalam percakapan di dalam cerpen.

Biasanya Cerpen menggunakan gaya bahasa yang bersifat konotasi misalnya : pucuk langit, memanggang bus, bajing loncat dan mulut terminal. atau biasanya Bahasa yang digunakan tidak baku dan tidak formal. Bisa menggunakan gaya bahasa Perbandingan, pertentangan, pertautan maupun perulangan.

 

Tinggalkan komentar