40+ Contoh Puisi Cinta Romantis, dan Manis Bikin Baper

Contoh Puisi Cinta – hallo semua bertemu lagi dengan kami Tim penulis web, Syahrulanam.com pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang Contoh Puisi Cinta Romantis, dan Manis Bikin Baper.

Puisi cinta adalah salah satu cara mengungkapkan Rasa cinta dapat diungkapkan melalui berbagai hal seperti dituangkan dalam sepenggal puisi, Melalui puisi cinta yang ditujukan kepada orang terkasih seperti istri atau suami bahkan orangtua, dan Rosulullah SAW,

Puisi ini juga dapat dijadikan hadiah kepada pasangan disaat hari istimewa, tentunya akan menambah suasana keromantisan antara anda dan pasangan. Apabila puisis ini ingin ditujukan kepada orang tua atau saudara bisa jadi hati mereka akan menjadi terharu setelah membacanya.

Apa itu Puisi Cinta?

Apa itu Puisi Cinta
Apa itu Puisi Cinta

Puisi Cinta Romantis merupakan hasil karya sastra tentang cinta, berbagai contoh karya bisa anda temukan disini, cinta sejati itu laksana aroma terapi yang membuat suasana hati sedemikian mengagumi.

Puisi tentang cinta selalu menjadi ornamen siapapun yang sedang jatuh cinta setelah menikah karena dalam puisi inin berisi tentang pesan cintanya menggetarkan ia yang dimabuk asmara, bahkan hanya bila berisi beberapa kata saja.

Cinta yang tumbuh setelah pernikahan yang selalu terbang bersama imaji membentuk bait-bait puisi, dan cintaku yang makin berkobar diatas secarik kertas membentuk sebuah teks yakni puisi, cinta sejati ini akan selalu ada diantara dua insan yang sudah menikah karena dari pernikahan muncullah ketulusan dan keikhlasan hati bukan seperti pacaran yang hanya karena ,nafsu, syahwatnya, nafsu memilikinya, dan dosa-dosa jariyah lainnya.

Sebelum kita lanjut lagi perlu kami tekankan bahwa pacaran itu tidak dianjurkan karena akan berimbas kepada kerusakan diri dan fikiran kita, seperti yang dijelaskan dalam Al Qur,an surat Al Isra Ayat 32:

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

Artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah
suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”
(Q.S. Al-Isra ayat 32)

“Walaa Taqrobuzzina” berasal dari kata wa yang artinya dan, walaa yang artinya jangan, taqrobu yang artinya mendekati, dan kata azzina yang artinya zina.

Jadi, Walaa Taqrobuzzina artinya dan janganlah kamu mendekati zina. Adapun yang dimaksud dengan zina adalah perbuatan persetubuhan atau segala aktifitas seksual yang dapat merusak kehormatan manusia antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat oleh hubungan pernikahan.

Zina termasuk salah satu dosa besar dalam Islam oleh karena itu, dosa zina akan mendapatkan hukum khusus di dunia baik berupa zina lisan, zina langsung, setiap orang yang melakukan perbuatan dosa, dia diwajibkan untuk bertaubat dan cara yang diajarkan oleh Islam untuk menghapus dosa besar adalah dengan bertaubat.

Tujuan kami paparkan larangan diatas supaya anda lebih bijak lagi untuk menggunakan puisi cinta ini pada tempatnya, bukan untuk pacaran ya hehe wahai abg” dan remaja-remaja yang haus akan cinta berhentilah pacaran dan segeralah halalkan.. squad fisabilillah.

Contoh Puisi Romantis Tentang Cinta

Contoh Puisi Cinta
Contoh Puisi Cinta

Puisi romantis tentang cinta menggambarkan perasaan yang tercurah dari dalam hati kepada kekasihnya Rasa cinta tidak hanya untuk pasangan semata namun bisa juga untuk sahabat, orangtua maupun orang lain, Berikut ini contoh puisi romantis tentang cinta:

Puisi Cinta untuk Pujaan Hati

pusisi cinta
pusisi cinta

Kebahagiaan merupakan dari sang Pencipta

dengan demikian kita bisa merasakan damaian

dibalut ketentraman hati tanpa benci ataupun iri

tapi tidak semua menginginkan bahagia

 

Senang atau susah itu adalah hal yang fana

cukup atau kurang itu pun juga fana

datang silih berganti sesuai pergantuan musim

tidak ada yang harus disesali semua terjadi

 

Tanpa keyakinan mustahil kebahagiaan ku dapat

Tanpa iman mustahil kesabaran bisa kulakukan

Tanpa keimanan tidak ada lagi yang dipertahankan

Semua semu seperti fatamorgana dunia

 

Mencari Makna Cinta

Embun pagi telah mengering
Pancaran mentari membuat dedaunan menguning
Mataku tertegun menatap langit
Melepas hati yang terbelit

Kini ku bisa tersenyum
Melihat dunia penuh rasa kagum
Setelah kian lama hatiku menangis
Akan cinta yang kian terkikis

 

Kini ku bisa gembira
Manjalani hidup dengan orang-orang tercinta
Setelah jiwaku berduka
Merintih dan tersiksa

Aku bersyukur
Api cinta tak membuatku hancur
Kini ku ingin hidup kembali
Mencari makna cinta sejati

Puisi Cinta – Romantisme Hati

saat malam selalu terlihat tatap mu
lewat pandangan hati yang terindah
wajah bagai bidadari di kegelapan malam
persembahkan mimpi yang terlukis di langit
seakan bintang bernyanyi alunan romantisme
engkaulah cintaku, engkaulah kasihku

cinta menyelimuti cerita kau dan aku
melayang terbang ke atas cakrawala
menghampiri pelangi isyarat cinta
seakan romantisme hati memeluk bulan

hati senantiasa yang terima
hempasan hati, dilema hati
karna ciuman hati kan maafkan
seakan hujan mnyentuh hati
hapuskan kelamnya cinta
dan membuka semua paras
yang ada di dalam hati

 

Di Balik Kabut

Oleh Fajar Janu

Di balik kabut
Ada sorot mata yang sesekali menghujam
Melewati celah-celah pekat
Menyulut bara rindu yang tak padam

Di balik kabut
Senyum terpancar dari bibirnya
Senyum teduh tanpa lusuh
Menghangatkan jiwa
Yang dingin membeku

Di balik kabut
Terdengar suara indah dari belakang
Yang menuntunku dari kebuntuan
Yang membangkitkanku
Dari keterpurukkan

Kabut tebal pagi yang indah
Nan syahdu
Dengan api rasa yang membara
Mendamaikan
Jua menentramkan
Hati dan pikiran
Yang sedang kalutertahankan

 

tidak ada lagi yang haru

Kaulah Jawaban Segala Doa

puisi cinta
contoh puisi cinta

Detik-detik kehidupan diselimuti oleh kehampaan

Bertahun lamanya kujalani sendirian

Gulir waktu yang terasa begitu lamban

Seakan tak mau berjalan
Hingga suatu ketika

Kau hadir bagai keajaiban

Hadirmu bagai rintik hujan dipenghujung kemarau

Membasahi padang hati yang gersang

Aku yang dulu hampir terjun bebas

Jatu kedalam lubang keputusasaan

Semua lara kini kian menghilang

Berkat jiwa indahmu wahai sayang

Keindahan yang datang sebagai pelipur lara

Kau sirami bunga-bunga di jiwa

Yang dahulu layu tak bertuan

Kau bagai indahnya rona pelangi

Yang datang di akhir badai hujan

Aku kini berbahagia

Mendapat anugerah berupa kekasih hati

Yang datang datang bagai jawaban atas hembusan segala doa yang dipanjatkan

Indah parasmu

Walau tak terpoles hiasan

Anggun bahasa tubuhmu

Mencerminkan kedamaian

Suara merdu yang mengalun dari bibirmu

Sebagai nyanyian pengantar tidurku

Murninya kebaikan hatimu

Tanpa sedikitpun tertoreh oleh kepalsuan

Rayuan yang terkadang ku berikan

Itulah ungkapan segala curahan hati

Hati yang bersyukur

Karena kini tak lagi sunyi

Tingkah manis yang selalu kau beri

Menambah kehangatan jiwa ini

Cinta yang selalu kau beri

Mengalir murni tanpa paksaan

Setiap hal yang terjadi

Tak pernah luput dari perhatianmu

Tak sedetikpun waktu

Yang kulalui tanpa hadirmu

Tak pernah sekalipun malam

Yang gelap tanpa cahaya hatimu

Seolah semua cahaya bintang

Kini berada dimatamu

Kini tak ada lagi kabut-kabut kelabu yang menutupi pandanganku

Tak ada lagi angin kencang yang mampu meruntuhkan semangatku

Padang tandus itu

Kini berwujud hamparan rerumputan yang hijau

Tenang, damai dan sejuk

Semua berkat hadirmu wahai kekasihku

 

Cinta Penerang Jalan

puisi cinta
contoh puisi cinta

Oh kekasih pujaan hati

Yang selalu setia menemani

Janganlah engkau berpaling

Dari diri yang selalu bahagia karena hadirmu ini

Janganlah sekalipun kau tinggalkan

Langkah kaki yang selalu kau iringi

Tetaplah berada disampingku

Berjalan bersamaku

Aku yang tiada arti tanpa hadirmu

Hari silih berganti

Tahun pun telah kita lalui

Aku yang tak pernah merasa rapuh

Meski ribuan beban menghantam

Keyakinku akan dirimu

Selalu terpatri kokoh didalam hati

Senyuma indah itu selalu menjadi pengobat segala rindu

Cinta yang tulus suci ini

Jangan sampai ternoda oleh dusta

Kaulah pelita hati dan jiwaku

Penerang setiap langkah kakiku

Janganlah kau ragu

Aku tak akan pernah sedikitpun menjauh dari dirimu

Karena kaulah yang selalu ada untuk mengisi rongga hati yang dulu kosong ini

Kaulah sang pemilik cinta ini

Tiada yang lebih bahagia

Saat kau memberikan cinta yang murni ini

Cintamu yang tulus merubah jalan hidupku

Yang dulu tak tau arah

Dan kini menjadi baru

Tak pernah sedikitpun terlintas dalam benakku

Untuk melepasmu

Untuk selamanya

Tak akan pernah lelah jiwa dan raga ini

Untuk selalu percaya akan sosokmu

Walau seribu tahun akan dilampaui

Kasihku padamu tak akan lekang oleh waktu

Arah jalan pulang yang selalu kutempuh

Selalu tertuju pada hatimu

Tak perduli berapapun

Tak perduli jarak sejauh apapun yang harus kutempuh

Cahaya jiwamu selalu menjadi penerang langkahku

Pelita hatimu selalu menjadi pengiring langkahku

 

Cinta Pertama

puisi cinta
contoh puisi cinta

Aku yang semula tak pernah percaya akan adanya cinta

Cinta yang selalu orang-orang bicarakan

Betapa indahnya cinta yang selalu dapat memabukkan

Betapa saktinya cinta yang sering menjadi pengukir luka

Aku tak percaya

Tak akan pernah percaya

Itu keyakinanku dahulu

Aku yang dahulu selalu memalingkan muka

Dari insan-insan yang terlena oleh cinta

Aku yang dahulu selalu yakin dan percaya

Akan kunaiki gunung kehidupan ini seorang diri

Aku pasti kuat

Kesombonganku terdahulu

Namun seketika

Aku rasakan denyut yang terasa asing menggelitik dijantungku

Detakan yang tak mau tenang

Terasa mengusik dadaku

Ketika kulihat ada sosok bagai malaikat dihadapanku

Sosok yang memancarkan keindahan jiwa

Raga yang mencerminkan keanggunan

Tutur kata yang melontarkan kesopanan

Terucap dari bibir indah yang merona

Merah merekah bagai bunga mawar yang mekar

Diantara tajamnya duri semak belukar

Aku yang tak kuasa menyagkal

Aku tak kuasa menutupi terangnya sinar yang terpancar

Terasa menyilaukan pandangan

Pandangan mataku yang selalu kujaga

Agar tetap lurus kedepan

Aku kini terjatuh dalam linangan keindahan

Rasanya tak sanggup aku keluar darinya

Dan aku pun tak ingin berpaling darinya

Kedua mata yang tak dapat berkedip

Seakan tak ingin rugi melewatkan keindahan yang terpancar dari sosoknya

Kaki ini terasa gemetar

Ketika ia melangkah mendekat

Menyapaku yang sedari tadi tenggelam kedalam lautan kekaguman

Aku yang dahulu selalu tegak kokoh ingin sendiri

Kini mengharapnya menjadi kawan pengiring langkah

Baru sekali ini aku terpesona

Hanya sekali ini aku menganga

Terbius oleh cantiknya sosok karya Tuhan

Aku tak kuasa lagi untuk menolak

Aku tak sanggup lagi untuk berpaling

Harus ku akui

Aku yang kini jatuh

Aku yang kini terlena

Kedalam indahnya kubangan cinta pertama

 

Keabadian cinta

puisi cinta
contoh puisi cinta

Kau laksana cahaya rembulan

Menerangi setiap malam-malam gelap

Bagai kerlipan cahaya bintang

Yang menghiasi luasnya langit gelap

Kelembutanmu bagai awan putih yang suci

Senyummu bagai mentari pagi hari

Menyinari lubuk hati

Setiamu tak pernah lekang meski waktu semakin usang

Pesonamu bagai bunga yang bermekaran saat musim semi tiba

Menjadi warna bagi dunia

Duniaku yang tak pernah terasa hampa

Berkat hadirmu

Yang selalu menyejukkan kalbu

Tiada hari yang terlewati tanpa percikan api cintamu yang hangat

Segala batu sandungan yang menghalangi

Tak akan sanggup mengubah segala rasaku padamu

Tiada satupun godaan yang mampu mengganti indahmu

Tiada satu bayangan hitam nan kelam yang mampu menghalangi sinarmu

Sapaan hangat saat fajar menyapa

Selalu setia membangunkanku dari mimpi

Mimpi yang tak pernah lebih indah dari hari hadir mu yang nyata

Kau satu-satunya yang berani

Membangunkanku dari mimpi berkepanjangan

Kau sajikan kenyataan penuh kepastian

Yang indahnya tiada terkira

Bahagia dan damai

Menjadi lukisan yang kau torehkan dalam alur kehidupanku

Walau takdir menyadarkan

Kita hanyalah insan yang terikat oleh ketetapan usia

Meski suatu hari

Ragamu tak lagi disini

Satu yang ingin kuyakini

Cinta abadi mu kan selalu menemani

Entah kau atau aku yang terlebih dahulu menemui takdir itu

Janganlah kau risaukan

Mari kita berpengang tangan erat

Mengarungi sungai kehidupan ini bersama

Puisi Cinta Tentang Rindu

Puisi Romantis
Rindu adalah sebuah rasa yang dimiliki oleh orang-orang yang terikat didalam sebuah perasaan saling mengasihi. Jarak yang terkadang menjadi penghalang untuk bertemu, biasanya akan menimbulkan sebuah kerinduan.

Bagi orang-orang yang sedang dilanda rindu, hal yang paling ingin dilakukan ialah bertemu orang yang dirindukan. Berikut ini contoh puisi romantis tentang rindu:

Mendung Tanpa Hadirmu

puisi cinta
contoh puisi cinta

Rintik hujan seolah menjadi pertanda

Cerminan hatiku yang sedang merana

Menangis meratapi kerinduan

Akan hadirmu yang jauh disana

Kaulah sang mentari penyinar hati ini

Yang kini sedang meniti impian di negeri sebrang

Dem terwujudnya segala cita-cita dan harapan

Aku rela tak berjumpa sayang

Kaulah deburan ombak dalam lautan gairahku

Semua rasa rindu yang terasa menyesakkan dada ini

Aka ku ubah menjadi aliran kekuatan untuk meneruskan perjuangan

Segala impian bersama dimasa depan

Yang selalu menjadi impian yang tak sabar untuk diwujudkan

Hadirmu yang selalu dinantikan

Untuk melepaskan kencangnya hembusan angin kerinduan

Puisi Lama
Jangan kau hiraukan risauku sayang

Karena kaulah mentari kehidupanku

Tak perduli seberapa jauh kau berada

Sinar mu kan tetap menjadi cahaya

Meski langitku terasa mendung tanpa hadirmu

Ku pastikan tak akan ada petir yang mampu mengacaukan rasa ku padamu

Selalu ku menunggu datangnya hari

Dimana kau akan berdiri disini

Kembali ke pelukan hati ku

Kembali menemani langkah demi langkah

Canda tawa lepas yang selalu kau berikan

Sebagai penangkal segala lara yang melanda

Menusuk kedalam dada

Bagai cobaan yang mencoba menggoda

Ku janjikan padamu

Setiaku yang selalu menggebu

Tak akan penah layu

Meski kau jauh dari pandanganku

Mencari Makna Cinta

puisi cinta
contoh puisi cinta

Embun pagi telah mengering
Pancaran mentari membuat dedaunan menguning
Mataku tertegun menatap langit
Melepas hati yang terbelit

Kini ku bisa tersenyum
Melihat dunia penuh rasa kagum
Setelah kian lama hatiku menangis
Akan cinta yang kian terkikis

 

Kini ku bisa gembira
Manjalani hidup dengan orang-orang tercinta
Setelah jiwaku berduka
Merintih dan tersiksa

Aku bersyukur
Api cinta tak membuatku hancur
Kini ku ingin hidup kembali
Mencari makna cinta sejati

 

Puisi Cinta – Romantisme Hati

saat malam selalu terlihat tatap mu
lewat pandangan hati yang terindah
wajah bagai bidadari di kegelapan malam
persembahkan mimpi yang terlukis di langit
seakan bintang bernyanyi alunan romantisme
engkaulah cintaku, engkaulah kasihku

cinta menyelimuti cerita kau dan aku
melayang terbang ke atas cakrawala
menghampiri pelangi isyarat cinta
seakan romantisme hati memeluk bulan

hati senantiasa yang terima
hempasan hati, dilema hati
karna ciuman hati kan maafkan
seakan hujan mnyentuh hati
hapuskan kelamnya cinta
dan membuka semua paras
yang ada di dalam hati

 

Di Balik Kabut

Oleh Fajar Janu

Di balik kabut
Ada sorot mata yang sesekali menghujam
Melewati celah-celah pekat
Menyulut bara rindu yang tak padam

Di balik kabut
Senyum terpancar dari bibirnya
Senyum teduh tanpa lusuh
Menghangatkan jiwa
Yang dingin membeku

Di balik kabut
Terdengar suara indah dari belakang
Yang menuntunku dari kebuntuan
Yang membangkitkanku
Dari keterpurukkan

Kabut tebal pagi yang indah
Nan syahdu
Dengan api rasa yang membara
Mendamaikan
Jua menentramkan
Hati dan pikiran
Yang sedang kalut

2. Rindu
Rindu yang selalu selalu terucap

Entah seberapa sering kata ungkapan itu diucapkan

Menjadi pelampiasan akan jiwa yang terasa haus dan kering

Rindu akan kehadiran jiwamu yang selalu menyinari

Padang gurun hati ini yang semakin terasa gersang

Bergegaslah kau kembali sayang

Aku disini terasa melayang

Tak tentu arah

Ingin ku menggapai mu

Namun aku tak ingin menjadi bebanmu

Sungguh rasa yang menyiksa

Nyanyianku kini terdengar lirih

Karena melodinya kau bawa pergi

Meski terkadang raga ini tak lagi mampu menopang

Segala terjangan arus kerinduan

Tapi yakinlah wahai sayang

Aku kan berdiri dengan seluruh tenaga

Aku terus ku jaga

Akan selalu ku pertahankan

Kokohnya dinding pertahanan

Benteng kesetiaan yang kita bangun

Dengan seluruh impian yang dimiliki

Tak kan lelah ku menanti

Akan kembalinya sosok pujaan hati

Bidadari yang menjadi penghuni relung hati ini

Sosok indah yang menghiasi kalbu

Tak ada seorangpun yang sebanding untuk mengganti arti mu

Buliran air hujan yang mengalir

Turun dari langit membasahi bumi

Menjadi kawan dalam meratapi

Menjadi teman dalam menyebarkan diri

Akan serangan rindu yang tak mampu tertahan lagi

Cahaya Purnama

Wahai belahan jiwa

Segeralah kembali

Mendekatlah

Pulanglah kepadaku

Aku ingin mengungkapkan

Segala kegundahan yang menyelimuti hati

Kekaguman akan sosokmu

Kita bagaikan doa yang menyatu

Namamu yang selalu kusebut

Disetiap langkah yang kutempuh

Mengikatkan diri dalam indahnya perasaan cinta

Bekerja sama dalam upaya terwujudnya sebuah harapan

Hanya untuk sosokmu

Ku hapuskan seluruh keraguan yang merayu

Menggoda..

Berusaha membuat hatiku berpaling

Sungguh..

Tiada satupun kilauan bintang diluar sana

Yang mampu menggantikan cahayamu

Sang bulan purnama penerang malamku

Penuntun arah jalan kehidupan

Aku jatuh cinta padamu

Hanya jatuh kepadamu

Rindu yang tiada habisnya

Seakan menjadi pengiring perjalanan

Menjadi sahabat yang setia

Untuk mengingatkan ku akan dirimu

Oh kekasih hati

Janganlah tukar rindu ini dengan lara hati

Aku tak sanggup

Mungkin..

Tak akan pernah mampu ku lalui

Aliran detik-detik kehidupan

Tanpa adanya kau sebagai penghibur hati

Jangan lalu tega berlari

Menjauh pergi meninggalkan hati ini

Hati yang selalu menjadi tempatmu untuk kembali

Baca Juga: Puisi Chairil Anwar

 

Puisi Romantis Tentang Kekaguman

Kekaguman akan seseorang yang menarik perhatian, biasanya akan menyebabkan seseorang menjadi jatuh cinta. Apabila sedang dilanda cinta, seseorang akan menjadi sosok yang romantis dengan sendirinya dan terjadi secara alami. Rasa kagum yang dirasakan akan menimbulkan rasa bahagia setiap pertemuan. Berikut ini contoh dari puisi romantis tentang kekaguman:

Pesona yang Menyilaukan

Aku terdiam dan membisu

Tak seutas katapun yang mampu terucap

Tiada satupun ungkapan yang terlontar

Dari mulut ini yang terasa terkunci

Badan ini terasa kaku

Diam di sudut ruangan bagai patung

Pandangan kedua mata ini tak mampu berkedip

Tersilaukan oleh pesona yang terpancarkan

Siapa pemilik rambut indah yang terurai panjang itu

Siapa pemilik mata indah bagai cahaya bintang itu

Bolehkah aku mengenalmu

Wahai bidadari yang diciptakan oleh Tuhan

Bolehkah aku menjadi teman dalam hidupmu

Kawan mu yang setia dalam mendampingi

Pengiring mu yang setia didalam setiap langkah kaki yang kau pijakkan

Lihatlah ke arahku walau hanya sekejap

Aku yang sedari tadi memandangmu tanpa jeda

Tengoklah aku walau hanya untuk sedetik

Aku yang membisu terkagum akan sosokmu

Langkahkanlah kaki mu kearahku

Bangunkanlah aku dari mimpi yang indah ini

Aku yang terlena

Tenggelam dalam kekaguman

Linangan derai air mata kepedihan

Ku janjikan tak akan berani menyentuh kedua matamu yang sungguh indah

Mendekatlah tanpa ragu

Tak akan ku tega melukaimu

Membuatmu jatuh kedalam lubang kekecewaan

Adalah hal yang tak akan sampai hati untuk kulakukan

Tak seorangpun akan kubiarkan

Menodai anggunmu wahai sayang

Jagalah menatapku dengan mata penuh keraguan

Janganlah berbicara kearahku dengan nada kebimbangan

Melangkahlah dengan yakin

Kearahku

Yang akan menjadikanmu rumah untuk pulang

PUISI CINTA ISLAMI

Kegelisahan sang malam
Matahari sembunyi berganti gelap
Langit terpenuhi gemerlap bintang
Suasana tercipta bak surgawi
Beribu bintang bertaburan kilaunya
Tak tahukah betapa pedih malam yang kini gundah
Langit seakan membisu dan sunyi
Hingga merasuki celah hati
Meski tengah kecewa nan sakit
Akan kehidupan pahit serta sulit
Harapan mulia setinggi langit
Tertulis indah diatas secarik kertas suci
Melangkah perlahan menapaki jalan
Ada saat takut, jatuh, merangkak, tertatih
Tak ada kekasih hati ataupun sahabat
Datang mengulurkan bantuan
Tak ada pula tempat bersandar
Ingatlah masih ada Allah tempat bersujud

PUISI CINTA “SEPUCUK SURAT CINTA UNTUK IBU”

Ibu
Maafkan anakmu
Yang telah menghiasi hari-harimu dengan tangisan
Ketika aku bayi dulu
Pinta ku mungkin kadang menyesakkan perasaanmu
Segala celotehan tak beralasan
Sering engkau dengar ketika aku pulang sekolah dulu
Sabarmu tak terhingga menghadapi aku
Yang terlalu bergantung dan manja padamu
Maafkan aku bu
Dalam lelap pun kamu bisa terganggu
Dudukmu kini tak lagi dapat terhenyak
Karena semua ulahku yang membebanimu
Aku tahu ibu
Jadwal istirahatmu pun tak menentu
Tuturku kadang tak bisa terkendali
Hingga engkau terluka dan berurai air mata
Aku sadar
Ini tak sebanding dengan cinta kasih yang kau curahkan
Sungguh aku bukanlah darah dagingmu yang berbakti
Ibu
Kini ini aku mengusikmu melalui aksara ini
Sepenggal aksara sederhana ini
Terangkai kata dari relung hati ini
Meski sederhana tetapi penuh cinta
Terima kasih ibu atas segala pengorbananmu
Semua keikhlasan mu terhadap ku
Dalam doa selalu kuselipkan namamu
Agar Tuhan selalu melindungi tiap langkah rapuh mu
Serta memberkati hari-hari mu

 PUISI CINTA “PENYESALAN”

Waktu kian berpacu
Tak akan berhenti maupun menunggumu
Tak dapat pula terulang kembali
Semua kejadian tak akan kembali lagi
Dapatkah aku berandai
Jika waktu bisa membawa ku kembali
Agar ku gariskan kembali takdir ini
Ingin ku jadi insan lebih baik
Hidup lebih bermakna
Janji kan ku hiraukan kicauan orang diluar sana
Mengabaikan hal tak berarti dan meraih mimpiku
Namun apa daya
Semua telah terjadi
Waktu pun telah berlalu
Tersadarku dalam kegelapan bahwa kini
Harapan itu telah sirna

PUISI CINTA “HARUSNYA AKU TAK MELUKAINYA”

Dia mencintai aku
Dapat ku rasakan
Dari pancaran rona wajahnya ketika bersama
Canda tawa juga menjadi bukti
Perhatian dan ketulusannya kasih sayangnya
Dia bagaikan nyala lilin
Berkorban demi orang tanpa takut kematian

Dia mencintai aku
Jelas ku lihat dari pengorbanannya
Bukan hanya sebatas kepedulian pertemanan
Aku apakah masih pantas
Mengharapkan cinta suci darinya
Setelah menghancurkan segala angannya bersama ku
Aku ragu aku pun malu
Bukan maksud hati mencampakkan dia
Aku pula memiliki rasa yang sama

Aku mencintai dia
Kini terlambat sudah api cinta itu telah padam
Tak pernah terlintas melukai dia
Aku hanya belum siap untuk terluka kesekian kalinya
Meski dia perlahan menjauh
Setiap malam aku berdoa pada Sang Pencipta
Agar dia yang pernah mencintaiku
Mendapatkan seseorang lebih baik dibandingkan aku

KINI AKU MENEMUKAN DIA

Tak perlu kau buka cerita masa lalu
Dahulu biarlah menjadi permainan manismu
Tak perlu pula kau pertanyakan
Hanya akan membangkitkan memori ku akan goresan luka
Sudahlah aku pun bosan muak lelah
Segala sandiwara amatiranmuu rayuan dan dusta
Aku takkan terbuai lagi dengan nafsumu
Tak berminat menjadi deretan mantan kekasihmu
Tak sudi diri ini dianggap wanita pilihan
Itu dulu

Lalu kau pergi begitu saja setelah penolakanku
Aku bingung mengapa sesakit ini
Namun kini luka hati telah pulih
Aku pun menemukan dia yang lainnya
Seseorang pria terhormat dan akhlak baik
Membimbing ke pintu surga
Selamat datang masa depan
Selamat tinggal masa lalu kelam
Terimakasih atas segenap ilmu pendewasaan yang telah kau berikan
Meski aku belajar melalui luka

PUISI CINTA “BERPISAH DENGANMU”

Hembusan angin terasa sepoi-sepoi menerpa
Seakan memaksaku tuk menjauh
Apadaya mata tak kuasa
Membendung air kesedihan kini bertumpah ruah
Sayang
Sadarku semua kenangan itu telah menjelma menjadi lautan kenangan
Yang tak dapat terbuang dari samudra hidupku
Sungguh masih membekas sentuhan lembut jemarimu
Kau makhluk terindah pernah melukis hati dan hari-hariku
Kini perpisahan seakan belati
Bersiap menggoreskan luka di relung jiwa dan hati

PUISI CINTA “BATIN”

Langit menggelap
Gumpalan awan hitam mengerumuni
Tak lupa gemuruh ikut bersahutan
Hujan pun datang secara perlahan
Lampu sengaja ku padamkan
Mataku pejamkan
Sembari menyelami sepi dan kekosongan
Bagaikan menanti sinar bulan diatas pemakaman
Menunggu maut untuk mencumbu kesengsaraan
Hidup terasa hanya kepedihan
Rasa sakit entah kapan berujung
Hatiku terluka
Entah bagaimana abadi dan tak akan sirna
Oleh segala dusta yang kau lontarkan padaku

 PUISI CINTA “BIARKAN”

Kini saatnya aku berkata
Cukup sudah pelarian ini
Aku lelah dan akan berhenti
Tak mampu lagi menghindar dari kenyataan hidup
Penantian sekian lama tak membuahkan hasil
Tak akan pula aku berharap lagi
Agar dirimu perhati
Peduli bahkan kembali kepadaku
Cinta ini sengaja abaikan
Rasa ini sengaja aku buang
Kini aku tak mau rasakan
Pahitnya kehilangan seseorang bagaikan semesta
Sejak kau pergi bersama dia
Cinta baru lainnya
Aku ikhlas
Cukup semua kenangan manis menjadi kenangan
Tak ingin kuteruskan untuk masa depan kita
Tidak ada lagi kita
Hanya kamu dan aku
Tanpa diikat dalam hubungan cinta

 PUISI CINTA “AKU DAN KAMU”

Aku dan kamu
Meski aku tak dapat menggapaimu
Mendekap jiwa manja nan indah
Aku dan kamu
Kini telah terpisah bukan karena jarak
Jurang putusnya percintaan yang memisahkan
Kamu tidak mengerti aku
Kamu pula tidak dapat menerima kekuranganku
Aku selalu berusaha menjadi terbaik
Namun tak pernah berharga dimatamu
Aku bagai merindu bintang saat mentari hadir
Butuh pancaran kehangatan mentari kala malam menyelimuti
Luka ini sakit tak berdarah
Pedih pun tak kunjung pergi memilih menetap abadi
Tak dapat ku lukis diatas air jernih
Tak mampu pula bertahan dalam kibaran api
Meski kelak semua hilang
Hati ini tak dapat berubah tetap akan seperti ini

PUISI CINTA “SUARA LUBUK HATI”

Kekasihku
Sampai kini aku bertanya
Mengapa engkau menjauh meninggalkanku
Diantara lepasnya senja dan malam yang datang mencumbui
Kau seolah berpaling ketika berhadapan denganku
Masih pantaskah aku menyebutkan cinta ini
Jika tidak aku tak berdaya untuk mengelak
Kau berkuasa atas dirimu sendiri bukan aku
Akankah kisah kita berlanjut lagi
Setelah ratusan malam kita lewati dan jutaan bintang kita pandangi
Kadang hati ini berteriak
Mengapa semesta tega melakukan ini padaku
Menjauhkan dirimu pujaan hati
Dan sekarang tak ingin kembali
Rasa itu hadir bagai tak diundang
Pergi pun melenggang bebas tanpa kata perpisahan
Aku bertanya-tanya kepada langit
Tentang teganya sikapmu menusuk kalbu secara perlahan
Kau pun pergi bersama dia dan mulai melupakan aku
Kisah lama kita tak berarti dimatamu
Mungkin aku tak pantas untuk kau cintai
Aku belajar melepas rasa cinta untukmu dengan perlahan
Andai kau tahu
Betapa sulitnya hari, minggu, tahun terlewati tanpa hadirmu
Sabar dan hatiku ada batasnya menahan kesakitan ini
Apakah ini namanya mencintai tanpa dicintai
Sungguh menyakitkan hingga relung hati

PUISI CINTA “TELAH BERUBAH”

Kamu yang dulu ada
Seseorang pengisi ruang hati
Pangeran senja pernah kudamba
Membuatku merasakan makna dicintai
Berbagai cara dulu kamu lakukan
Untuk mendapatkan hati ini
Namun sekarang mengapa berbeda kurasakan
Kau bagaikan perlahan menjauh ingin menghilang dari muka bumi
Aku bingung, aku merasakan luka, aku tak sanggup
Bila harus kehilangan dirimu
Tetapi apa daya harus kulakukan agar kau bertahan
Sedangkan kau telah menjauh bersama kekasih baru
Kau buat aku seakan bukan siapa-siapa
Memori indah saat bersama dulu tak berarti dimata mu
Telah aku coba untuk membuka pintu hatimu lagi
Aku tahu kiranya kau enggan membukakan
Telah kuyakinkan diri
Inilah saat yang tepat untuk pergi
Berpamitan pun tiada penting lagi bagimu
Meski telah kau hancurkan aku karena sikap dinginmu
Meski terasa berat untuk merelakan
Meski banyak kenangan yang belum sepenuhnya aku buang
Aku berjanji tak akan mengusik
Kamu dan cintamu yang baru

PUISI CINTA “HATI YANG TERLUKA”

Hati ini bergetar kala sepasang manik mata indah itu menatapku
Pandangan ku terhalang keindahannya
Sekujur tubuh lemas seketika dan mulai tersadar
Kini kau milik orang lain
Apa daya diri ini
Bukan siapa-siapa yang mencintaimu
Mungkin bagimu ini berlebihan
Kamu tak perlu memikirkan aku
Aku sedang belajar terbiasa tanpa hadirmu lagi
Aku bingung
Mengapa bola matamu memandang dengan penuh kebencian dan amarah
Meski senyum indah kulemparkan padamu
Engkau berubah sudah tak sama
Maafkan aku naluri cinta ini tak kuasa terkurung dalam hati
Ku mengerti satu hal wajib dilakukan
Melepaskan dan mengikhlaskan kamu
Tanpa mengganggu kehidupan mu dengan cinta yang lain

 PUISI CINTA “WAKTU TELAH BERLALU”

Teringat jelas dalam memoriku
Kala itu kita tengah dekat
Bagaikan dua sejoli sedang kasmaran
Tak ada hari ku habiskan tanpa kehadiranmu
Kau menghiasi hariku dengan senyuman dan perhatianmu
Sayang kini kau berubah
Mungkin karena kesalahanku
Kau sangka aku mempermainkanmu
Seandainya mampu aku jelaskan
Bukan maksud membuat kamu pergi
Aku hanya bingung apa sebenarnya hubungan ini
Mungkin kau bukan orang yang ingin didesak
Mungkin juga engkau tak benar-benar mencintaiku
Hanya aku terlalu berharap
Tanpa tahu kau hanya menganggap ku teman sepermainan

by thegorbalsa.com thanks ya

Tinggalkan komentar