HAKIKAT, PENGERTIAN PSIKOLINGUISTIK

HAKIKAT, PENGERTIAN PSIKOLINGUISTIK

 

PENGERTIAN PSIKOLINGUISTIK Secara etimologi kata psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno psyche dan logos. Kata psyche berarti “jiwa, roh, atau sukma”, sedangkan kata logos berarti “ilmu”. Jadi, psikologi, secara harfiah berarti “ilmu jiwa”, atau ilmu yang objek kajiannya adalah jiwa.

1. Apa kajian dari Psikolinguistik?

Psikologi lebih membahas atau mengkaji sisi-sisi manusia dari segi yang diamati. Mengapa?

Baca Selengkapnya

contoh semantik dan jenis-jenisnya

PENGERTIAN SEMANTIK

Secara etimologis, istilah semantik dalam bahasa Indonesia berasal dari kata semantic dalam bahasa Inggris. Istilah tersebut muncul dan diperkenalkan oleh Organisasi Filologi Amerika (American Philological Association) pada tahun 1984. Kata semantic atau semantique dalam bahasa Prancis, pada dasarnya berasal dari kata sema yaitu nomina dalam bahasa Yunani yang berarti “tanda” atau “lambang” dan semaino yaitu verba dalam bahasa Yunani yang berarti “menandai” atau “melambangkan”.

semantik dapat didefinisikan sebagai bidang linguistik yang mengkaji arti bahasa. Hal ini dapat difahami dari definisi yang dikemukakan oleh Crystal (2008: 428) dalam A Dictionary of Linguistics and Phonetics, yaitu bahwa semantik adalah : “a major branch of linguistics devoted to the study of meaning in language”. Adapun definisi yang lebih lengkap deikemukakan oleh Griffiths (2006: 1) “study of the toolkit for meaning : knowledge encoded in the vocabulary of the language and in its patterns for building more elaborate meanings, up to the level of sentence meaning” (Kajian terhadap perangkat arti : pengetahuan yang tersandikan dalam kosakata bahasa dan bagaimana kata tersebut digunakan dalam membentuk arti yang lebih luas hingga pada tingkatan kalimat).[1]

 

ASPEK MAKNA UJARAN

Berbahasa merupakan suatu kegiatan yang bermaksud menyampaikan makna oleh penutur kepada pendengar melalui satu atau serangkaian ujaran. Proses berbahasa dikatakan baik apabila makna yang dikirimkan penutur dapat diresepsi oleh pendengar persis seperti yang dimaksudkan oleh penutur.

Berbeda dengan proses berbahasa dikatakan tidak berjalan dengan baik apabila makna yang

Baca Selengkapnya