Sejarah Indonesia; Lengkap dengan Peninggalannnya

Sejarah Indonesia – Bangsa indonesia adalah bangsa yang kaya akan flora dan faunanya bangsa ini pertama kali dipimpin oleh Presiden pertama bapak Ir. Soekarno. ngomong ngomong masalah sejarah bapak presiden pertama kita pernah berkata “Jangan melupakan sejarah!” Pernyataan itu harus terus menggema selama NKRI masih ada, tapi seringkali kita lupakan bahkan tidak mengetahui sama sekali tentang sejarah Indonesia.

Hal ini bisa dikatakan sebagai akibat globalisasi yang melanda negeri, terutama anak mudanya, hal ini sangat miris sekali marilah sebagai orang yang masih mengaumkan semangat Soekarno, maka kali ini saya akan membagikan kisah-kisah yang mampu membangkitkan jiwa nasionalisme anda.

Muangkin Kisah-kisah ini pernah anda baca, tetapi sudah terlupakan karena penyajiannya kurang menarik dan membosankan nah, kali ini  kami akan paparkan kembali sehingga apa yang anda baca akan melekat di kepala dan jiwa kebangsaan akan meningkat.

Pada pembahasan kali ini, hal yang akan dibagikan seputar peristiwa-peristiwa penting sebelum, saat, dan setelah Indonesia merdeka oleh karena itu simak sampai habis ya temen-temen! Baiklah, tanpa berlama-lama lagi mari kita bahas kisah sejarah Indonesia yang harus diketahui anak Bangsa sebagai berikut ini.

Sejarah indonesia ketika Dijajah selama Tiga Setengah Abad

Sejarah Indonesia kali ini akan saya mulai dengan memaparkan sejarang penjajah yang pernah men jajah negeri kita tercinta, setidaknya anda pasti tahu Negara kita tercinta ini pernah dijajah selama kurang lebih tiga setengah abad.

Hal ini bisa dikatakan waktu yang sangat lama, para leluhur menderita, kelaparan, haus dan dahaga menyelimuti mereka bukan hanya itu kekayaan alam yang seharusnya bisa dinikmati, justru direnggut oleh para penjajah dengan tanpa penjajah.

Siapa sajakah penjajah itu? Mulai dari Portugis, Spanyol, Belanda, Francis, Inggris dan jepang pernah singgah dan berkelakuan seenaknya di Negara kita. Bahkan, Jepang yang berlagak sebagai ‘teman’ justru melakukan hal yang tidak kalah kejam dari bangsa eropa lainnya ini menjadi sejarah Indonesia yang pahit.

Sebagai contoh Detik-Detik Mencekam Menjelang Proklamasi Dan Kelicikan Jepang Kisah sejarah Indonesia yang juga harus diketahui anak Bangsa terutama masa kini. masih ingatkah anda pelajaran sejarah di sekolah, pastinya anda  tahu tentang Pantia Sembilan, BPUPKI, PPKI, serta lembaga lainnya Namun, tahukah anda kalau sebenarnya kebanyakan dari lembaga tersebut dibuat Jepang hanya sekadar menjadi penenang bagi para pejuang kita.

Janji palsu jepang, Mereka memberikan ‘janji palsu’ terkait kemerdekaan. Hingga pada akhirnya mereka terpojok oleh Amerika dan sekutu yang membuat mereka menyerah tanpa syarat dan untunglah para pemuda mengetahui tentang menyerahnya Jepang dan berusaha meyakinkan para golongan tua terutama Soekarno dan Hatta agar segera memproklamirkan kemerdekaan  Akhirnya pada tanggal 17 Agustus kita resmi merdeka tanpa sedikitpun campur tangan Jepang.

Sebagai pengetahuan bagi kita mengetahui sejarah indonesia.

Masa Portugis

Bangsa portugis adalah bangsa yang pertama kami menguasai malaka, bangsa rival spanyol tersebut berhasil tiba di malaka pada tahun 1509, dan menguasai malaka pada 10 Agustus 1511 yang komplotannya dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque.

Bangsa indonesia merasakan kepahitan dan kesakitan dan setelah menguasai malaka bangsa portugis lekas pergi dari madura hingga ternate Bangsa indonesia tidak tinggal diam mereka melakukan bermacam perlawanan terhadap portugis supaya bisa meraih kemerdekaan namun kemerdekaan indonesia yang mereka cita-citakan tidak bisa dikabulkan begitu saja tentu harus ada perlawanan yang keras juga, dan salah satu pahlawan indonesia yang berasal dari Sunda Kelapa yang sekarang menjadi jakarta, namanya Fatahillah.

Beliau berhasi membuat bangsa portugis kapok dan harus mundur dan mengambil kembali Sunda Kelapa, dan beberapa saat kemudian Sunda Kelapa diganti nama menjadi Jayakarta.

Masa Spanyol

Datangnya portugis di indonesia membuat bangsa eropa lain bergerak mencari keuntungan. Bangsa portugis sangat memusatkan perhatiannya di Ternate, dan Sepanyol sangat tertarik untuk bersekutu dengan Tidore.

Kemudian persaingan pun terjadi di daerah Maluku Sepanyol memilih untuk membangun benteng di tidore Pembangunan benteng membuat persaingan semakin memanas dan pada tahun 1527 adanya pertempuran antara kubu ternate dengan bantuan portugis dan tidore dengan bantuan spanyol.

Banteng yang dibngun bangsa spanyol diambil alih oleh portugis dan pada tahun 1534 spanyol dan portugis menyepakati diadakan perjanjian saragosa, diadakannya perjanjian saragosa karena kedua belah pihak menyadari kerugian yang ditibukan sangat banyak akibat persaingan itu isi perjanjian itu antara lain; Maluku menjadi daerah portugis untuk berkegiatan, Spanyol harus meninggalkan portugis dan memusatkan diri di Filipina

Akibat perjanjian ini portugis berambisi penuh untuk menguasai kebijakan penuh di maluku dan melakukan monopoli perdagangan dan karena itu rakyat dan raja Ternate menantang penuh kebijakan bangsa rival Spanyol tersebut.

Masa Belanda

Portugis mengakhirkan penjajahan di indonesia tahun 1602 setelah bangsa Belanda masuk ke Indonesia di bawah kepemimpinan Cornelius de Houtman Belanda berhasil masuk ke Indonesia melalui Banten dan Bangsa belanda berkeinginan untuk merampas dan menguasai pasar rempah-rempah di indonesia dengan mendirikan VOC (Verenigde Oostindische Compagnie) yang bertempat di Banten tahun 1602 Karena pada waktu itu pasar di Banten sadang mengalami persaingan perdagangan Inggris dan Tionghoa, dan karen sebab itu VOC pun dipindahkan ke Sulawesi Selatan.

saat di Sulawesi Selatan pula VOC dilawan oleh Sultan Hasanddin. Beberapa kali berpindah tempat kemudian VOC mendapatkan tempat di Yogyakarta, di kota Jendral Sudirman tersebut, VOC berjanji bahwa Belanda mengakui mangkubumisebagai Sultan Hamengkubuwono 1 dan pihak VOC juga menandatanganinya.

Akibat perjanjian tersebut kerajaan Mataram menjadi kasunan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta dan pada tanggal 1 Januari 1800 VOC dibubarkan setelah Belanda kalah dari Perancis setelah itu penjajahan Belanda terus dilakukan dan sangat sadis, dan pada waktu itu pihak Belanda memilih gubernur untuk jendral Hindia Belanda yaitu Daendels.

Pada masa pemerintahan Deandels, rakyat Indonesia untuk membuat jalan raya. Tetapi masa pemerintahannya tidak berlangsung lama dan akhirnya Deandels digantikan dengan Johannes van den Bosch, dia melakukan sistem tanam paksa (cultur stelsel) dalam sistem ini setiap desa ahrus memberikan sebagian tanahnya untuk ditanami komiditi ekspor khususnya tebu, kopi dan nila Hasil tanaman akan dijual ke pemerintah kolonial.

Masa Jepang

Pada akhirnya, setelah 350 tahun Kolonial Belanda menguasai Indonesia, Belanda akhirnya menyerah tanpa syarat terhadap Jepang melalui perjanjian Kalijati pada tanggal 8maret 1942 Masaa kependudukan Jepang dimulai pada tahun 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945.

Pada masa penjajahan negeri sakura tersebut, mereka membentuk beberapa organisasi diantaranya PETA (Pembela Tanah Air), Heiho (pasukan indonesia buatan Jepang), dan Jawa Hokokai (pengganti Putera) Awalnya, kedatangan mereka disambut gembira oleh bangsa indonesia akan Tetapi kenyataannya, mereka tidak jauh beda dengan negara penjajah lain, Jepang adalah negara terkuat pada saat Perang Dunia 2 seperti Jerman dan Italia.

Jepang juga negara imperialis baru oleh sebab itu mereka membutuhkan bahan-bahan mentah untuk kebutuhan industrinya dan pasar untuk barang-barang industrinya oleh karena itu jelas tujuan bangsa Jepang ke indonesia itu jelas untuk mendapatkan rempah-rempah dan menanamkekuasaan di tanah air.

Bangasa Jepang pernah bersemboyan mereka mengatakan Indonesia merupakan saudara tua tetapi semboyan itu hanya lah ucapan dan kedustaan mereka Jepang menjajah indonesia 2 tahun namun bangsa indonesia lebih menderita dengan perilaku bejad dari bangsa Jepang.

Keresahan Rakyat Indonesia dan Perang Mempertahankan Kemerdekaan

Selama ini anda mungkin mengira kalau sejak 17 Agustus 1945, kita benar-benar aman dan dapat memulai sejarah Indonesia yang baru. Namun, kenyataannya tidaklah demikian Bangsa Belanda masih tidak ikhlas melihat kita memproklamasikan kemerdekaan Mereka kembali ke Indonesia dan menciptakan keresahan di masyarakat.

Orang-orang Belanda itu bahkan tidak sekadar memberikan gertakan cemen, tetapi mereka benar-benar menyerang Negara kita! Peristiwa tersebut disebut “Agresi Militer Belanda.” Sikap kurang ajar Belanda ini sempat menjadi sorotan dunia pada saat itu karena mereka menyerang Negara berdaulat.

Disisi lain mereka bersikap bodo amat hingga akhirnya muncullah banyak perundingan, seperti Linggarjati, Renvile, Roem Royen, hingga KMB. Perundingan-perundingan tersebut menghasilkan banyak kesepakatan antarkedua Negara.

Meskipun kebanyakan isi perundingan cendrung merugikan Indonesia—keserakahan Belanda yang tidak mudah puas membuat mereka terus melanggar perjanjian.

Berkat dukungan Negara-negara sahabat yang terus membangkitkan semangat, akhirnya Belanda mengakui kedaulatan kita. Meskipun mereka menganggap ini sebagai ‘penyerahan kedaulatan’, bukan ‘pengakuan’

 

Sejarah Singkat Indonesia

Secara singkat, Indonesia dijajah dimulai dari Portugis saat pertama tiba di Malaka pada tahun 1509. Di saat itu Portugis menguasai Malaka berhasil pada 10 Agustus 1511 dalam pimpinan Alfonso de Alburquerque.

Setelah menguasai area Malaka penjelajahan Portugis yang ingin menguasai Indonesia ke Ternate dan Madura. Untuk bangsa Indonesia melakukan berbagai perlawanan terhadap Portugis. Salah satu perlawanan yang menonjol adalah dari Fatahillah berasal dari Demak dan berhasil merebut Sunda Kelapa dari Portugis.

Sebelum Indonesia merdeka secara singkatnya pada saat masa penjajahan portugis beakhir pada tahun 1602 setelah Indonesia di masuki oleh Belanda. Belanda masuk Indonesia, Banten dalam pimpinan Cornelis de Houtman.

Pada saat itu Belanda berkeinginan membentuk VOC yang menguasai rempah-rempahan Indonesia pada tahun 1602. Karena pasar dikuasai oleh tionghoa dan inggris kantor VOC berpindah ke Sulawesi Selatan. Di Sulawesi Selatan sendiri VOC mengalami dapat perlawanan menjadi dari Sultan Hasanudin.

Berbagai perjanjian dibuat yang salah satunya adalah perjanjian Bongaya. Akan tetapi Sultan Hasanudin pun melanggar perjanjiannya dengan Belanda. Setelah itu mereka berpindah-pindah tempat sampai Yogyakarta. Di Yogyakarta, VOC menandatangai Perjanjian Giyanti yang isinya “Belanda mengakui mengkubumi sebagai Sultan Hamengku Buwono yang pertama”.

Perjanjian ini nembuat pecah kerajaan Mataram yang sampai sekarang menjadi Kasultanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Maka dari itu VOC di bubarkan pada 1 Januari 1800 setelah Belanda kalah dari Perancis.

Pada masa itu, usai VOC dibubarkan, penjajahan Belanda tidak berhenti sampai situ saja. Belanda sendiri menunjuk Herman William Daendels sebagai gubernur jendral Hindia-Belanda. Pada masanya, masyarakat Indonesia di paksa untuk bekerja membuat jalan dari Anyer-Panarukan.

Masa ia juga tidak lama, ia digantikan oleh Johannes van den Bosch. Ia menerapkan sistem tanam paksa. Sistem tanam paksa ini tiap desa diharuskan menyisihkan sebagian tanahnya untuk ditanami komoditas ekspor khususnya tebu, nila dan kopi. Hasil nya akan dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang sudah di pastikan sebelumnya sebanyak 20% dan hasil panen di serahkan kepada pemerintah kolonial.

Belanda menguasai Indonesia selama 350 tahun, pemerintahan Belanda di Indosia digantikan oleh Jepang. Pada saat Belanda menyerang, mereka menyerah tanpa syarat kepada Jepang dengan melakukan perjanjian Kalijati pada tanggal 8 Maret 1942. Masa pendudukan Jepang ini selama 3,5 tahun dengan rentan waktu pada tahun 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945.

Pada saat Indonesia yang akan bangkit dari penjajahan yang terus menerus di Indonesia. Dari Jepang sendiri selama memerintah membentuk beberapa organisasi. Organisasi yang dibuat Jepang salah satunya adalah PETA ( Pembela Tanah Air), PUTERA, Heiho (tentara pembantu) dan lain-lain.

heiho – sejarah indonesia

Pemerintahan Jepang di Indonesia berakhir setelah Jepang kalah dari tentara sekutu pada saat Perang Dunia II. Dua kota di Jepang Hirosima dan Nagasaki di bom oleh tentara sekutu. Setelah mendengar adanya kekalahan Jepang, dibentuklah sebuah badan yakni BPUPKI atau Dokuritsu Junbi Cosakai yang diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat.

Nama BPUPKI atau menjadi PPKI atau Dokuritsu Junbi Inkahi untuk lebih mengesakan keinginan Indonesia merdeka. Soekarno-Hatta selaku pemimpin PPKI dan Dr. Radjiman Widyodiningrat selaku mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, Vietnam untuk bertemu Marsekal Teauchi.

Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jeapng sedang diambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.

Namun pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar kekalahan Jepang melalui radio republik Indonesia (RRI). Para pejuang bawah tanah siap-siap untuk memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak kemerdekaan RI sebagai hadiah dari Jepang.

Saat Soekarno-hatta dan Radjiman pulang ke Indonesia, sutan syahir mendesak agar cepat dilakukan proklamasi kemerdekaan. Soekarno belum yakin Jepang telah menyerah, dan Hatta menjelaskan bahwa syahrir tidak berhak memproklamasikan karena akan menjadi bagian penting hak PPKI.

Setelah mendengar kekalahan Jepang pada tanggal 14 Agustus 1945, golongan muda mendesak agar golongan tua cepat melakukan proklamasi kemerdekaan. Namun, golongan tua tidak ingin terburu-buru, mereka tidak mau pertumpahan darah di Indonesia terjadi.

Soekarno-Hatta dan Achmad Soebardjo mendatangi rumah Laksamana Maeda membicarakan tentang kemerdekaan RI. Pagi hari sekitar jam 10 pagi tepat pada 16 Agustus 1945 Soekarno tidak muncul jadi tidak bisa di laksanakan proklamasi.

Peserta rapat sendiri tidak tahu atas terjadinya peristiwa yang menimpa mereka yaitu peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan terhadap Soekarno dan Hatta oleh golongan muda untuk mempercepat pelaksanaan proklamasi. Setelah kembali ke Jakarta sepulangnya dari Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta menyusun teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda yang dibantu oleh Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro dan Sajuti Melik.

Naskah Proklamasi – sejarah indoneisa
Teks Proklamasi – ketikan Sayuti Melik
Setelah konsep selesai, Sayuti Melik mengetik naskah tersebut. Teks tersebut akhirnya di bacakan pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945. Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada, namun berhubung alasan keamanan dipindahkan ke Jalan Pegangsaan Timur 56, kediaman Soekarno.

Setelah Indonesia Merdeka
Tanggal 18 Agustus 1945, anggota PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia yang masyarakat kenal sebagai UUD 45.

Lalu terbentuklah pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat atau MPR. Setelah itu Soekarno dan M. Hatta terpilih sebagai Presiden dan wakil Presiden Indonesia yang pertama kalinya.

Di usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI. Indonesia memiliki wilayah yang bisa di bilang luas, transportasi dan komunikasi sekitar tahun 1945 masih sangat terbatas. Larangan dan hambatan untuk menyebarkan berita proklamasi oleh pasukan Jepang di Indonesia merupakan faktor yang menyebabkan berita proklamasi mengalami keterlambatan di berbagai daerah.

Penyebaran proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 dilakukan secara cepat dan menyebar secara luas. Pada saat itu juga teks proklamasi telah sampai di tangan Kepala Bagian Radio dari Kantor Domei atau Kantor Berita ANTARA.

Baru dua kali F. Wuz menyiarkan, tiba-tiba masuk orang Jepang ke ruangan radio tersebut pada saat di umumkan dan marah karena telah mengetahui berita proklamasi telah tersiar ke luar. Akibat penyiaran tersebut, pimpinan tentara Jepang di Jawa memerintahkan untuk harus ralat berita dan menyatakan sebagai adanya kekeliruan. Pada tanggal 20 Agustus 1945 pemancar tersebut disegel Jepang para pegawainya pun di larang masuk.

Namun sekalipun pemancar pada kantor Doimei disegel, para pemuda bersama Jusuf Ronodipuro yaitu seorang pembaca berita di Radio Domei membuat pemancar baru dengan bantuan teknisi radio. Mereka mendirikan pemancar baru di Menteng 31. Dari sinilah selanjutnya berita proklamasi kemerdekaan disiarkan secara luas.

menteng 31 – sejarah indonesia

Selain lewat radio, yang di lakukan para pemuda dalam menyebarkan berita proklamasi juga dilakukan melalui media pers dan surat selebaran. Hampir seluruh koran harian di Jawa yang penerbitannya tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi kemerdekaan dan UUD 1945. Koran yang pertama kali memuat berita proklamasi adalah Harian Suara Asia yang berada di Surabaya.

Proklamasi kemerdekaan juga disebarluaskan kepada rakyat Indonesia melalui pemasangan plakat, poster, maupun coretan pada dinding tembok, dengan tulisan dalam bahasa Indonesia adalah Hormatilah Konstitusi kami tanggal 17 Agustus!.

Usaha tersebut tidak sia-sia pada akhirnya berita Proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia dan sampai keluar negeri. Selain melalui media massa, berita proklamasi juga disebarkan oleh para utusan daerah secara langsung pelosok negri yang menghadiri sidang PPKI

Pemberontakan Paling Membahayakan Kedaulatan NKRI

Sejarah Indonesia
Setelah kemerdekaan dan kedaulatan berhasil kita dapatkan, muncullah masalah baru yang bisa dikatakan lebih berbahaya dibandingkan penjajahan. Masalah tersebut ialah pemberontakan. Pemberontakan ini bermunculan begitu kita hendak merumuskan bentuk Negara dan karena beberapa wilayah merasakan ketidak adilan pemerintah pusat. Terdapat beberapa pemberontakkan yang paling membahayakan kedaulatan NKRI, antara lain :

1. Pemberontakan PKI di Madiun Tahun 1948
Pembrontakan ini juga biasa disebut pembrontakan PKI Musso. Musso kembali pada 11 Agustus 1948 dari Moskow dan membawa ajaran Komunis ke Indonesia. Ia memproklamasikan berdirinya pemerintahan Soviet Indonesia.

Tujuannya tentu saja untuk mengubah ideologi pancasila menjadi komunis. Namun, melihat kondisi ini, tentu TNI tidak tinggal diam. Pasukan dari divisi Siliwangi serta Jendral Soedirman mengerahkan pasukan untuk memberantas kelompok ini. Akhirnya pada 30 September 1948, Kota Madiun berhasil direbut kembali oleh para tentara.

2. Pemberontakan DI/TII
Gerakan ini dibentuk seiring dengan kekecewaan banyak pihak terkait kebijakan yang dibentuk Presiden Soekarno. Pembrontakan ini dipimpin oleh Kartosuwiryo yang ingin membentuk Negara Islam Indonesia.

Dukungan datang dari berbagai pihak, terutama Aceh. Seiring berjalannya waktu, kelompok DI/TII semakin banyak dan dikhawatirkan mengancam integritas bangsa. Akhirnya pemerintah memerintahkan penumpasan gerakan ini.

3. Pemberontakan Pemertintahan Revolusioner Revublik Indonesia (PRRI)
Kelompok ini muncul karena merasa kalau pemerintah pusat berlaku tidak adil dalam alokasi dana pembangunan. Akibatnya, muncullah dewan-dewan daerah yang berada di Sumatera dan Sulawesi.

Sesuai dengan namanya, tentara revolusioner ini ingin membentuk ideologi yang baru ditambah pengikut dan pendukung gerakan ini semakin banyak.

Oleh karena itu pemerintah pusat menganggap PRRI sebagai kelompok yang membahayakan kedaulatan Negara. PRRI pun berhasil ditumpas dan NKRI masih tetap utuh.

4. Pemberontakan Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta)
Permesta diproklamirkan oleh pemimpin sipil dan militer Indonesia bagian Timur pada 2 Maret 1957. Gerakan ini tidak berbeda jauh dengan PRRI. Bedanya adalah gerakan ini mendapat dukungan asing.

Sejarah Nabi Muhammad SAW
Chiang Kai Shek berencana mengirim bantuan untuk merebut Moratai dengan membantu Permesta dan memang sudah berhasil mengirimkan persenjataan.

Namun, begitu hal itu diketahui pemerintahan pusat, mereka langsun menindak gerakan ini dan akhirnya dikalahkan pada Agustus 1958

5. Pemberontakan Lainnya
Pemberontakan serupa lainnya adalah Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Gerakan Separatis Tragedi G 30 S/PKI 1965, Organisasi Papua Merdeka, dan Republik Maluku Selatan (RMS). Semua tragedi yang disebutkan di atas bertujuan ingin membentuk ideologi baru atau justru mau memisahkan diri dari Negara Kesatuan Revublik Indonesia.

Namun, kita patut bersyukur karena semua gerakan pemberontakan berhasil ditumpas oleh pemerintah sehingga kita masih bisa merasakan Indonesia dari Sabang sampai Merauke sekarang ini.

6. Gerakan Mahasiswa Untuk Menumpas Krisis Orde Baru
Orde Baru adalah rezim yang berkuasa paling lama semenjak Indonesia merdeka. Presiden yang memimpin adalah Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun dan berakhir pada Mei 1998.

Soeharto dinilai tidak becus lagi memimpin Negara hingga membiarkan inflasi besar – besaran di Indonesia rupiah melemah, keadaan Indonesia kacau balau, harga bahan pokok naik drastis dsb.

Akhirnya muncullah golongan pemuda yang menuntut Soeharto dari jabatannya. Mereka adalah para mahasiswa yang berdemo untuk pembentukan rezim baru, reformasi. Desakan para mahasiswa itu akhirnya membuat Soeharto melepas jabatan presidennya dan era baru pun dimulai era yang kita rasakan saat ini.

Setelah membaca kisah sejarah Indonesia di atas, kita patut bersyukur bisa hidup di zaman sekarang ini yang sudah tidak ada penjajahan, pembrontakan, pertumpahan darah yang memakan banyak korban jiwa.

Sejarah tidak bisa diulang, tetapi ia bisa menjadi pembelajaran untuk memperbaiki masa depan. Oleh karena itu, marilah kita sebagai generasi penerus bangsa, mengharumkan nama bangsa ini dengan menorehkan prestasi-prestasi yang membuat dunia berdecak kagum.

Sejarah Indonesia

Tinggalkan komentar