Bacaan Sholat dan Artinya Lengkap dengan Tata Caranya

bacaan sholat
bacaan sholat

Bacaan Sholat dan Artinya – Hallo Sahabat setia Syahrulanam.com pada kesempatan kali ini saya akan membahas materi Bacaan Sholat dan artinya dengan lengkap. Mungkin sudah banyak orng disekeliling kita yang sudah hafal bacaan sholat tapi banyak juga yang belum tahu arti dari bacaan sholat.

sebelum kita lajut ke topik pembahasan marilah kita simak sedikit materi pengeantar yang berhubungan dengan Sholat.

Pengertian Sholat

Kata Shalat secara Etimologis, berarti do’a Adapun arti shoalat secara Terminologis, adalah seperangkat perkataan dan perbuatan yang dilakukan dengan beberapa syarat tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.

Pengertian Sholat ini mencakup segala bentuk sholat yang diawali dengan takbirt al-ihram dan diakhi dengan salam, Sholat sendiri digunakan  untuk ibadah ini, tidak jauh berbeda dengan pengertian Etimologisnya hal ini dikarenakan, di dalam shalat terkandung do’a-do’a berupa permohonan, minta ampun, dan sebagainya.

Adapun yang menjadi landasan kefarduan shalat, diantaranya adalah surat Al-baqarah ayat 45 dan ayat 100:

Surat Al-Baqarah Ayat 45

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Arab-Latin: Wasta’īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, wa innahā lakabīratun illā ‘alal-khāsyi’īn

Terjemah Arti: Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu,

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Makna kandungan dari ayat diatas telah dilansir pada tafsirweb.com merupakan salah satu web dakwah yang bagus dijadikan referensi karena kandungannya yang sangat lengkap tentang ilmu al-Qur’an yang kami kutip.

Dan mintalah pertolongan atas segala urusan kalian melalui kesabaran dengan seluruh jenisnya dan juga shalat, sesungguhnya hal tersebut amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu. Yaitu orang yang takut kepada Allah dan mengharapkan apa-apa yang ada di sisi-Nya, serta meyakini bahwa mereka benar-benar akan berjumpa dengan Tuhan mereka setelah kematian, dan bahwasanya mereka akan kembali kepadanya pada hari kiamat untuk menghadapi perhitungan dan pembalasan amal perbuatan mereka: Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia 45.

Mintalah pertolongan dalam menghadapi segala situasi yang berkaitan dengan masalah agama dan dunia kalian dengan kesabaran dan salat yang dapat mendekatkan dan menghubungkan diri kalian dengan Allah. Maka Allah akan menolongmu dalam mengatasi setiap kesulitan yang menderamu. Sesungguhnya salat itu benar-benar sulit dan berat kecuali bagi orang-orang yang tunduk dan patuh kepada Rabb mereka.

Surat Al-Baqarah Ayat 100

أَوَكُلَّمَا عَاهَدُوا عَهْدًا نَبَذَهُ فَرِيقٌ مِنْهُمْ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Arab-Latin: A wa kullamā ‘āhadụ ‘ahdan nabażahụ farīqum min-hum, bal akṡaruhum lā yu`minụn

Terjemah Arti: Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman.

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Makna kandungan dari ayat diatas telah dilansir pada tafsirweb.com merupakan salah satu web dakwah yang bagus dijadikan referensi karena kandungannya yang sangat lengkap tentang ilmu al-Qur’an yang kami kutip.

Alangkah buruk kondisi Bani Israil dalam pelanggaran-pelanggaran mereka terhadap perjanjian-perjanjian, Maka tiap kali mereka mengadakan perjanjian sebagian golongan dari mereka melemparkannya dan melanggarnya, maka kamu saksikan mereka itu menjalin sesuatu perjanjian hari ini dengan serius dan mereka melanggar esok hari, bahkan kebanyakan dari mereka itu tidak membenarkan Wahyu yang dibawa oleh nabi Allah dan rasulnya Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia 100. Di antara keburukan orang-orang Yahudi ialah setiap kali mereka berjanji kepada diri mereka sendiri -salah satunya ialah mengimani isi Taurat tentang kenabian Muhammad -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- sebagian dari mereka mengingkari janji tersebut. Bahkan mayoritas orang-orang Yahudi itu tidak beriman kepada Allah dengan sungguh-sungguh, karena iman yang sejati selalu mendorong seseorang untuk menepati janji.

Siapakah yang Wajib Sholat?

Kewajiban Shalat dilandasi juga oleh Hadits Nabi yang secara Eksplisit, menyatakan bahwa shalat termasuk rukun Islam:

SHALAT merupakan salah satu perintah Allah Swt yang harus kita kerjakan(wajib) Tentunya orang-orang yang mengaku dirinya Islam haruslah melakukan shalat.

Shalat diwajibkan bagi setiap muslim dan muslimah yang sudah baligh. Hal ini didasarkan pada hadits Aisyah, di mana Nabi pernah berkata,

“Ada tiga kelompok yang terbebas dari hukum. Yaitu, orang yang tidur sehinggah bangun, anak-anak sehingga dewasa dan orang yang hilang ingatan sehingga sadar.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, at-Tirmidzi dan Al-Hakim)

Hadist ini shahih dengan syarat Imam al-Bukhari, Imam Muslim dan dishahihkan oleh Imam at-Tirmidzi.

Hadits ini tidak membenarkan shalatnya orang yang hilang ingat atau gila. Karena ia tidak memiliki kewajiban, sama seperti anak-anak yang belum baligh yang tidak wajib untuk mengqadha shalat yang ditinggalkan kecuali telah sembuh pada saat berada dalam suatu waktu shalat. Mengenai hal ini tidak adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama.

” Islam dibangun diatas lima dasar ( rukun ) ; syahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, mendirikan Shalat, menunaikan zakat, haji ke Bait Allah, dan puasa Ramadhan. ”

Dalam Islam, Shalat menempati kedudukan yang tidak dapat ditandingi oleh ibadah lainnya. Selain termasuk rukun islam, yang berarti tiang Agama, Shalat juga termasuk Ibadah yang pertama diwajibkan Allah kepada Nabi Muhammad ketika Mi’raj.

Syarat Wajib Sholat adalah: Beragama Islam, Berakal Sehat (tidak terkena gangguan kejiwaan), Baligh (Telah dewasa dan cukup usia), Telah Sampai Dakwah Islam Kepada dirinya, Sadar tidak Tidur ataupun Mabuk, Bersih dan Suci dari Najis, haid, nifas, dan lain sebgainya.

Syarat Syahnya Sholat: Telah Masuk waktu sholat, menghadap kiblat, suci badan dan tempat sholat dari najis, menutup aurat, mengetahui cara sholat.

 

Tujuan Sholat

Disamping itu, Shalat memiliki tujuan yang tidak terhingga, Tujuan Hakiki dari Shalat, sebagaimana dikatakan Al-jaziri, adalah tanda hati dalam rangka mengagungkan Allah sebagai pencipta. Disamping itu Shalat juga merupakan bukti takwa Manusia kepada Khaliknya. Dalam salah satu ayat-Nya menyatakan bahwa Shalat bertujuan menjauhkan orang dari keji dan munkar. (Materi Pendidikan Agama Islam. 2001: 23-24)

Banyak hadits yang menyatakan tentang Hakikat shalat, misalnya: “Sesungguhnya shalat itu adalah tiang Agama. Barangsiapa menegakkannya, berarti Dia menegakkan Agama, dan barangsiapa meninggalkannya, berarti dia merobohkannya”. Akan tetapi,hakikat shalat bukan hanya tindakan dan ucapan tertentu, tetapi juga harus disertai dengan kesadaran hati. (Shalat dalam Persfektif Sufi. 2002: 77)

Macam-macam Sholat

Jenis-jenis Sholat Secara garis besar dibagi menjadi 2 golongan yakni Sholat fardhu atau yang sering kita sebut Sholat Wajib dan yang tak kalah penting adalah Sholat Sunnah, Amalan yang dianjurkan oleh suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW:

Sholat Wajib (fardhu)

Sholat wajib ini dibagi menjadi 5 waktu yakni:

  1. Sholat Subuh
  2. Sholat Dhuhur
  3. Sholat Ashar
  4. Sholat Maghrib
  5. Sholat Isya’

Sholat Sunnah

Berikut deretan macam-macam sholat sunnah yang bisa Anda kerjakan sesuai waktu dan kebutuhan Anda. Dilansir dari Islamidia, berikut ulasannya.

1. Salat wudu
Salat wudu adalah salat sunah dua rakaat yang dikerjakan seusai wudu.

2. Salat Tahiyatul Masjid
Salat tahiyatul masjid adalah salat sunah dua rakaat yang dikerjaan ketika masuk masjid, sebelum Anda duduk. Salat tahiyatul merupakan salat untuk menghormati masjid.

3. Sholat Dhuha
Salat duha adalah salat sunah dua sampai 12 rakaat yang dikerjakan ketika matahari telah naik.

4. Salat Rawatib
Salat sunah rawatib adalah salat sunah yang dikerjakan mengiringi salat fardu atau salat wajib. Terdapat dua macam salat rawatib, yakni salat rawatib qabliyah yang dikerjakan sebelum salat fardhu, atau bakdiyah yang dikerjakan setelahnya.

5. Salat Tahajud
Sholat tahajud adalah salat sunah yang dilakukan di waktu malam. Sebaiknya dilakukan di sepertiga malam terakhir dan sesudah kita terlelap sebelumnya. Salat sunah ini minimal dilakukan 2 rakaat.

6. Salat Istikharah
Salat istikharah adalah salat sunah dua rakaat untuk meminta petunjuk yang baik jika kita sedang dihadapkan dengan dua pilihan. Waktu yang baik untuk melakukan salat sunah ini adalah dua per tiga malam terakhir.

7. Salat Hajat
Salat hajat adalah salat sunah yang dilakukan untuk memohon agar hajat kita dikabulkan atau diperkenankan oleh Allah SWT, Salat sunah ini dilakukan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat dengan salam tiap 2 rakaat.

8. Salat Mutlaq
Salat mutlaq adalah salat sunah yang tidak memiliki kaidah waktu pengerjaan dan tidak memiliki sebab untuk dilakukan, Jumlah rakaatnya pun tidak dibatasi.

9. Salat Taubat
Salat sunnah adalah salat yang dilakukan setelah merasa berbuat dosa kepada Allah SWT.

10. Salat tasbih
Salat tasbih adalah sholat sunnah sebanyak 4 rakaat yang dikerjakan pada siang hari dengan satu salam, atau malam hari dengan 2 salam.

Salat tasbih memiliki tata cara yang agak berbeda dengan salat biasa, karena tiap gerakan diselingi bacaan tasbih sebanyak 10 kali atau 15 kali dengan total bacaan tasbih tiap salatnya berjumlah 75.

11. Salat Tarawih
Salat tarawih adalah salat sunah sesudah isya yang dilakukan pada bulan Ramadan.

12. Salat Witir
Salat witir adalah salat sunah muakkad atau dianjurkan yang dirangkaikan sebagai penutup salat tarawih.

13. Salat Hari Raya
Salat hari raya adalah salat sunah yang dilakukan pada hari raya Idul Fitri 1 Syawal dan Idul Adha 10 Dzulhijah, Hukum dari salat hari raya adalah sunnah muakkad atau dianjurkan.

14. Salat Khusuf
Salat khusuf adalah sholat sunah yang dilakukan saat terjadi gerhana matahari atau bulan, Salat sunnah ini dikerjakan minimal dua rakaat.

15. Salat Istiqa
Salat istiqa adalah salat sunah yang ditujukan untuk meminta hujan kepada Allah.

Bacaan Sholat dan Artinya

Banyak orang yang sudah hafal bacaan sholat, tapi banyak pula yang belum tahu artinya. padahal semua yang kita inginkan didunia ini sudah ada di dalam bacaan sholat. langsung saja simak artikel dibawah ini.

Niat Sholat

Berdiri tegak lurus menghadap kiblat, menundukan kepala memandang tempat sujud, kemudian berniat untuk sholat dengan membaca didalam hati. berhubungan dengan niat Rosulullah SAW Bersabda:

” Sesungguhnya setiap perbuatan niatnya, dan setiap orang akan medapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)

berikut adalah berbagai macam niat sholat:

Bacaan Niat Sholat Subuh

Bacaan Niat Sholat Subuh Arab

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Subuh Latin

“Usholli Fardlon Shubhi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Arti Niat Sholat Subuh

“Aku niat melakukan sholat fardu subuh 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

Bacaan Niat Sholat Dhuhur

Bacaan Niat Sholat Dhuhur Arab

اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Dhuhur Latin

“Usholli Fardlon dhuhri Arba’a Rok’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Arti Niat Sholat Dhuhur

“Aku niat melakukan sholat fardu dhuhur 4 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

Bacaan Niat Sholat Ashar

Bacaan Niat Sholat Ashar Arab

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Ashar Latin

“Usholli Fardlol Ashri Arba’a Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Arti Niat Sholat Ashar

“Aku niat melakukan sholat fardu ashar 4 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

Bacaan Niat Sholat Maghrib

Bacaan Niat Sholat Maghrib Arab

أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Maghrib Latin

“Usholli Fardlol Maghribi Tsalaatsa Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Arti Niat Sholat Maghrib

“Aku niat melakukan sholat fardu maghrib 3 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

Bacaan Niat Sholat Isya

Bacaan Niat Sholat Isya Arab

أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Isya Latin

“Usholli Fardlol I’syaa-i Arba’a Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Arti Niat Sholat Isya

“Aku niat melakukan sholat fardu isya 4 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

Niat sholat harus dilakukan sesuai dengan waktu sholat yang akan dijalankan masing-masing. Niat sholat bisa dilakukan di dalam hati atau dilafalkan dengan lembut.

Niat sholat diatas adalah niat sholat ketika melakukan sholat sendirian. Untuk niat sholat yang dilakukan secara berjamaah ada tambahannya setelah bacaan “Adaa-an”.

Tambahkan bacaan makmuman ” مَأْمُوْمًا (ma’muman) “ ketika jadi makmum.
Tambahkan bacaan imaman ” إِمَامًا (imaman) “ jika jadi imam.

dan terakhir niatkan dalam hati sholat yang Anda lakukan hanya karena Allah SWT dan semata-mata mengharapkan ridho Allah SWT.

Takbiratul Ihrom

Setelah membaca niat sholat kemudian dilanjutkan dengan membaca takbiratul Ihram “Allahu Akbar”

Membaca Doa Iftitah

Setelah takbiratul ihram, Anda harus membaca doa iftitah. Terdapat dua versi bacaan doa iftitah dan Anda bisa menggunakan salah satu diantaranya.

Bacaan Doa Iftitah, Berikut ini merupakan doa iftitah yang biasa atau secara umum dibaca saat para umat muslim melakukan ibadah shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunnah.

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .

BACAAN DOA IFTITAH BAHASA LATIN

Allaahu akbaru kabiiraw walhamdu lilaahi katsiran, wa subhaanallaahi bukrataw wa’ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.

ARTI BACAAN DOA IFTITAH

Allah maha besar dengan sebesar besarnya. Segala puji yang sebanyak banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang orang yang menyekutukanNya.

Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang orang yang berserah diri. (Muslim)

MACAM MACAM DOA IFTITAH
Tahukah anda? Ternyata doa iftitah memiliki beberapa macam. Macam macam dari doa iftitah ini didasarkan pada hadist hadist shahih yang diriwayatkan berdasarkan apa yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nah, berikut ini merupakan beberapa contoh doa iftitah yang telah diriwayatkan dan digunakan:

DOA IFTITAH 1
Berdasarkan hadist shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, doa iftitah ini merupakan doa iftitah yang biasanya dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat menunaikkan ibadah shalat wajib.

اللَّحُمَّ بَا عِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَا يَاىَ كَمَا بَاعَدْتْ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ , اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِن الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوبُ الاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ , اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Allahumma baa’id bainii wabaina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wa maghribi, allahumma naqinii min khathaayaaya kamaa yunaqats tsaubul abyadhu minad danas. Allahummaghsilnii min khathaayaaya bil maa’i wats tsalji

Artinya :

Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahan kesalahanku, sebagaimana engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan kesalahanku dengan salju, air dan air es.

DOA IFTITAH 2
Selanjutnya doa iftitah yang ke 2 ini didasarkan oleh hadist shahih oleh Imam Muslim. terkadang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat shalat wajib dan terkadang beliau baca saat menjalankan shalat sunnah.

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالاَرْضَ حَنِيفًا (مُسْلِمًا) وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ اِنَّصَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى الِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ شَرِ يْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِنَ اللَّهُمَّ اَنْتَالْمَلِكُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ . اَنْتَ رَبِّى وَاَنَ عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَ فْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى جَمِيعًا اِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ اِلاَّ اَنْتَ وَاهْدِنِى لاَحْسَنِ الاَخْلَاقِ لاَ يَهْدِى لاَحْسَنِهَا اِلاَّ اَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا اِلاَّ اَنّتَ لبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ اِلَيْكَ اَنَا بِكَ ؤَاِلَيْكَ تَبَارَ كْتَ وَتَعَا لَيْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوبُ اِلَيْكَ .

Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal ardho hanifawwamaa ana minal musyrikiina. Inna sholaatii wa nusukii, wa mahyaaya wa mamaatii lillahi rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimiina.

Allahumma antal malika laa ilaha illaa anta anta rabii wa ana ‘abuka dzolamtu nafsii wa’taraftu bidzambii faa ghafirlii dzunuubii jamii’an innahu laayaghfirudzunuuba ilaa anta, wahdinii lah sanil akhlaaqi laa yahdii lahsanihaa illa anta, washrif ‘annisayyi ahaa, laa yashrifu ‘annii sayyiahaa illa anta,

labbaika wa sa’daika, walkhairukulluhu bi yadaika, wasyarru laisa ilaika, ana bika wa ilaika tabaarakta wa ta’aalaita, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Artinya :Aku menghadap kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi, dengan memegang agama yang lurus dan aku tidak tergolong orang orang yang musyrik. Sesungguhnya shalat, ibadah dan hidup serta matiku adalah untuk Allah. Tuhan seru sekalian alam, tiada sekutu bagiNya, dan karena itu, aku diperintah dan aku termasuk orang orang muslim.

Ya Allah, Engkau adalah raja, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau, Engkau TuhanKu dan aku adalah hambaMu. Aku menganiaya diriku, aku mengakui dosaku (yang telah kulakukan). Oleh karena itu ampunilah seluruh dosaku, sesungguhnya tidak akan ada yang mengampuni dosa dosa, kecuali Engkau.

Tunjukkan aku pada akhlak yang terbaik, tidak akan menunjukkan kepadanya kecuali Engkau. Hindarkan aku dari akhlak yang jahat, tidak akan ada yang bisa menjauhkan aku daripadanya, kecuali Engkau. Aku penuhi panggilanMu dengan kegembiraan, seluruh kebaikan di kedua tanganMu, kejelekan tidak dinisbahkan kepadaMu.

Aku hidup dengan pertolongan dan rakhmatmu, dan kepadaMu (aku kembali). Maha suci Engkau dan Maha Tinggi. Aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu.

Keterangan : kata yang berada dalam kurung merupakan tambahan dalam lafal hadist yang diriwayatka Abu Daud.

Membaca Surah Al-Fatihah

Setelah membaca doa iftitah, kemudian dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah.

Bacaan Surah Al-Fatihah
Surat Al Fatihah

Surat Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

 

“Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdu lilla_hi rabbil ‘a_lamin

Ar Rahmaanirrahiim

Maaliki yaumiddiin

Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin

Ihdinash-shirraatal musthaqiim

Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin”

Artinya:

“ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Lago Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

Membaca salah satu surah yang ada di Al Qur’an

Setelah membaca surat Al Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan membaca Ayat Pada Al-Quran. Sangat disarankan membaca Surah-Surah pendek seperti Surat Al Ikhlas, Al ‘Asr, dan An Nasr karena ini yang mudah dihafal. ataupun juga diperbolehkan membaca ayat-ayat pada surat yang panjang seperti Al baqarah dll.

Misalnya membaca surah An Nas.

Surat an-Naas

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

مَلِكِ النَّاسِ 2.

إِلَٰهِ النَّاسِ  3.

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ  4.

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ  5.

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ  6.

Arab-Latin:

qul a’ụżu birabbin-nās

malikin-nās

ilāhin-nās

min syarril-waswāsil-khannās

allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās

minal-jinnati wan-nās

Terjemah Arti: 1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

Raja manusia.

Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan)

Katakanlah wahai rasul, “aku berlindung dan bernaung kepada tuhannya manusia yang mahakuasa satu-satunya untuk menolak keburukan was-was.”

Raja manusia yang bertindak terhadap segala urusan mereka,mahakaya,tidak membutuhkan mereka.

Tuhan semabahan manusia yang tidak ada sesembahan yang haq kecuali Dia

Yang meniupkan keburukan dan keraguan keraguan dalam jiwa manusia

dari (golongan) jin dan manusia.

Rukuk

Membaca doa ketika ruku, bacaan doa ruku dibaca sebanyak 3 kali.

Bacaan Ruku

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ

“Subhaana robbiyal ‘adhiimi wabihamdih.”

Artinya:

“Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagi-Nya.”

 I’tidal

Setelah ruku kemudian bangkit dari ruku dengan membaca “SAMI’ALLOOHU LIMAN HAMIDAH”.

Kemudian setelah posisi berdiri membaca bacaan berikut.

Bacaan Iktidal dalam Sholat

Bacaan ini diriwayatkan oleh Imam Muslim:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ

“Rabbanaa Lakal Hamdu Mil’us Samaawati Wa Mil’ul Ardhi Wa Mil ‘Umaasyi’ta Min Syai’in Ba’du.”

Artinya:

“Wahai Tuhan kami, segala puji bagiMu, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu.”

Sujud Pertama

Turun setelah membaca Iktidal, kemudian membaca takbir (Allahu akbar). Lalu dilanjutkan dengan melakukan sujud.

Ketika sujud membaca doa sujud, bacaan doa sujud dibaca sebanyak 3 kali.

Bacaan Sujud

 

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih”

Artinya:

“Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”

Duduk Iftirasy atau diantara dua sujud

Bacaan Duduk Iftirasy

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.”

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”

Sujud kedua

Setelah selesai membaca bacaan duduk iftirasy, kemudian membaca takbir (Allahu akbar). Lalu dilanjutkan dengan melakukan sujud kedua.

Ketika sujud kedua membaca doa sujud, bacaan doa sujud dibaca sebanyak 3 kali.

Bacaan Sujud

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih”

Artinya:

“Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”

Setelah sujud kedua, kemudian bangkit dan membaca Takbiratul Ihrom “Allahu Akbar” untuk bangkit berdiri untuk melanjutkan ke rakaat berikutnya.

Untuk bacaan pada rakaat kedua dan seterusnya adalah sama, hanya tidak perlu membaca “Doa Iftitah”.

Pada sholat yang memiliki rakaat lebih dari 2, seperti sholat dhuhur, asyar, maghrib dan isya, setelah selesai melakukan sujud kedua pada rakaat kedua dilanjutkan dengan “Duduk Tasyahud Awal”.

Sedangkan untuk sholat subuh yang hanya memiliki 2 rakaat, setelah sujud kedua pada rakaat kedua, maka dilanjutkan dengan “Duduk Tasyahud Akhir”.

Duduk Tasyahud Awal

Bacaan Duduk Tasyahud Awal

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهدُ اَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

“At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi”.

Artinya:

“Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan, serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Pada sholat yang memiliki rakaat lebih dari 2, seperti sholat dhuhur, asyar, maghrib dan isya, setelah selesai melakukan “Duduk Tasyahud Awal” maka bangkit untuk melanjutkan ke rakaat berikutnya.

Duduk Tawaruk atau Tasyahud Akhir

Setelah sujud kedua pada rakaat terakhir, maka dilanjutkan dengan melakukan Duduk Tasyahud Akhir.

Bacaan duduk tasyahud akhir

Bacaan tahiyat akhir adalah bacaan sholat yang dibaca pada rakaat terakhir setelah sujud kedua. Bacaan Doa tahiyat akhir ini lebih panjang dari bacaan tahiyat awal. karena pada bacaan duduk tasyahud akhir sama dengan bacaan ketika duduk tasyahud awal, Hanya pada bacaan duduk tasyahud akhir ditambahkan dengan membaca “Sholawat Atas Nabi” setelah membaca bacaan tasyahud.

Bacaan Tahiyat Akhir Arab

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Bacaan Tahiyat Akhir Latin

“At_Tahiyyaatul Mubaarakaatush Shalawaatuth Thoyyibaatulillaah. As_Salaamu’Alaika Ayyuhan Nabiyyu Wa Rahmatullaahi Wabarakaatuh, Assalaamu’Alaina Wa’Alaa Ibaadillaahishaalihiin.

Asyhaduallaa Ilaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammad Rasuulullaah.

Allaahumma Shalli’Alaa Muhammad, Wa’Alaa Aali Muhammad. Kamaa Shallaita Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim.

Wabaarik’Alaa Muhammad Wa Alaa Aali Muhammad. Kamaa Baarakta Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim, Fil’Aalamiina Innaka Hamiidum Majiid.”

Arti Bacaan Tahiyat Akhir
“Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh.

Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

“Ya Allah, limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad.Seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.

Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Engkaulah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia diseluruh alam.”

Bacaan doa tahiyat akhir ini sama dengan bacaan tahiyat awal, hanya saja ada penambahan dua bagian utama.

Karena dalam bacaan tahiyat akhir terkandung bacaan tahiyat awal yang ditambahkan dengan bacaan syahadat dan bacaan sholawat atas Nabi.

 

Bacaan sholawat nabi

Sholawat Nabi

, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

latin:

“Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid”.

Artinya:

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung.

 Salam (Mengucapkan salam)

Setelah membaca sholawat nbi, maka dilanjutkan dengan mengucapkan Salam ketika menoleh ke kanan dan ke kiri.

Bacaan Salam

Bacaan Salam

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

“Assalaamu Alaikum Wa Rahmatullah”

Artinya:

“Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.”

Semua tata cara sholat harus dikerjakan secara berurutan dengan benar Jika tidak, maka sholat yang dilakukan hukumnya menjadi tidak sah. apabila Anda ragu tentang hitungan rakaat, Anda bisa melakukan Sujud Sahwi

Oleh karena itu, harus benar-benar mempelajari bacaan sholat dengan sebaik-baiknya dan melafalkan bacaan sholat sesuai dengan tajwidnya.

Semua bacaan sholat hendaknya dilafalkan dengan sebaik-baiknya dan Anda tidak boleh terburu-buru ketika membacanya tapi jika Anda terburu-buru dalam membacanya, maka bacaan Anda pun akan menjadi berantakan.

Bagaimana jadinya kalau Anda berkomunikasi dengan Allah, namun Anda sendiri merasa tergesa-gesa pastinyakan gk enak seperti komunikasinya tidak serius dan tidak jelas.

Selamat mencoba dan praktekkan bacaan sholat wajib dan tata cara niat sholat wajib 5 waktu paling lengkap di atas dengan benar dan sesuai syariat, dan Lakukanlah sholat wajib tepat waktu setiap hari karena sholat merupakan kewajiban umat islam oleh karena itu Marilah kita lakukanlah dengan penuh keikhlasan sekian dari ana Wasalamu’alaikum wr.wb

 

 

 

Tinggalkan komentar