Contoh Majas Litotes

Pengertian Majas Litotes

Ada yang tahu tidak apa itu majas litotes?  majas litotes merupakan salah satu jenis majas pertentangan yang bertujuan untuk menurunkan derajat atau merendahkan diri terhadap lawan bicara sehingga menguatkan kesan lemah lembut dari setiap ungkapan yang disampaikan. Hal tersebut biasanya bertujuan untuk menjaga kesopanan atau menghaluskan. Majas litotes sering pakai dalam percakapan biasa sehari-hari.

Senada dengan pendapat tersebut, Tarigan (2009, hlm. 58) mengatakan bahwa majas litotes adalah jenis gaya bahasa yang menyandung pernyataan yang dikurangi dari kenyataan yang sebenarnya, misalnya merendahkan diri.

Ciri-ciri Majas Litotes

Ciri-ciri majas litotes antara lain:

  1. Menggunakan kata kiasan ( kiasan disini artinya
  2. Menggunakan kata kata abstrak
  3. Menggunakan kata pembanding

Contoh Majas LittotesContoh majas Litotes

Nah, setelah tadi kita bahas tentang pengertioan majas litotes , ciri-ciri majas litotes sudah saatnya kita mengetahui juga contoh-contoh dari majas litotes ini silahkan disimak ya dibawah ini

Contoh dari majas litotes diantarnya sebagai berikut ini:

  1. Setiap hari saya kesekolah mengendarai motor butut milik ayah
  2. Mohon maaf saya tidak bisa ngasih apa apa hanya bisa ngasih hadiah sekadarnya saja
  3. Hanya pakaian lusuh ini yang adik miliki
  4. Silahkan mampir ke gubuk reotku jika pergi ke Surabaya
  5. Aku hanya bisa merayakan ulangtahun anakku dengan perayaan kecilkecilan
  6. Rumahku hanya beralaskan tikar saja tidak ada kursi yang mewah
  7. Aku sangat tidak pantas jika kau bandingkan dengan dia kekasihmu
  8. Aku pergi ke Malang hanya bermodalkan uang recehan saja
  9. Buku usang yang berisikan banyak ilmu ini adalah milikku
  10. Aku hanya anak kampung yang tidak tahu apa-apa
  11. Terimalah sedikit oleh-oleh yang baru aku beli dari Bali
  12. Ada secuil harapan yang kugantungkan harapan kepadamu
  13. Bolehkah aku meminta seteguk air saja kepadamu
  14. Saya itu tidak pintar hanya saja lebih rajin untuk membaca buku
  15. Saya menyelesaikan S1 di Malang dengan otak yang tumpul
  16. Aku hanya hidup pas-pasan dinegeri orang
  17. Bagaikan langit dan bumi, aku tidak pantas jika disandingkan denganmu yang tampan rupawan
  18. Pakaian rombeng inilah yang selalu aku pakai setiap hari
  19. Saya hanya anak kemarin sore yang belum pantas untuk mempimpin rapat ini
  20. Rumahku ini ahnya beralaskan tanah yang hanya dapat menampung keluarga kecilku
  21. Bantuan yang sedikit ini mudah-mudahan bisa membantumu
  22. Kami hanya rakyat kecil yang hanya inginmencari sesuap nasi
  23. Prestasi yang kuperoleh tidak ada apa-apanya dibandingkan denganmu
  24. Cincin imitasi inilah pemberian dari suamiku
  25. Aku hanya anak bawang diantara kalian

Contoh Majas dalam Sebuah Paragraf

Contoh dari majas litotes diantarnya sebagai berikut ini:

  1. Sita adalah nama panggilanku dikeluarga kecilku. Aku tinggak bersama ayah dan adekku yang bernamma Tono. Gubuk reotku berada diatas tanah pemerintah. Setiap hari aku berjualan nasi untuk membantu ekonomi keluarga. Sedangkan adekku menjadi pengamen jalanan dari ujung desa ke desa lainnya. Ayahku membuka usaha kecil hanya bermodalkan uang recehan. Saat berangkat bekerja, Ayahku mengendari motor butut kesayangannya yang dibeli dengan hasil jerih payahnya sendiri. Aku bangga menjadi bagian dari keluarga ini meskipun tanpa adanya sosok ibu yang berada disamping kita semua, tetapi kami selalu mendoakan supaya ibu, ayah, aku dan adekku bisa bersatu dan dipertemukan dikemudian hari.
  2. Hari ini merupakan hari ulang tahun ibu tercintaku. Aku dan kakakku merencanakan perayaan kecil-kecilan dihari special dalam hidup ibukku. Rasa haru kaget dan bahagia tercampur dan terpancar dari raut wajah ibu. Aku tidak bisa memberikan hadiah yang begitu mahal melainkan aku hanya bisa memberikan hadiah sekadarnya Mungkin hadiah tersebut tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pengorbanan ibu yang begitu besar kepadaku dan kakakku. Ada secuil harapan yang kugantungkan semoga kebahagiaan hari ini bisa berjalan seterusnya bahkan dihari-hari berikutnya.
  3. Ketika aku mengadakan acara untuk reuni, aku hanya memakai pakaian lusuh yang ada dilemari hijau kecilku. Rumahku hanya beralaskan tikar saja tidak ada kursi yang mewah. Makanan yang kusuguhkan tida ada apa-apanya hanya air kosong dan roti kering saja. Teman-temanku yang ikut reuni aku beri sedikit oleh-oleh yang baru aku beli dari Bali. Mereka merasa sangat senang ketika aku beri oleh-oleh itu.
  4. Aku hanya anak kampung yang tidak tahu apa-apa. Sekolahku berada didalam pedesaan yang sangat terjal. Setiap hari aku hanya membawa buku usang yang berisikan banyak ilmu saat pergi ke sekolah. Saya juga tidak pintar hanya saja lebih rajin untuk membaca buku. Prestasi yang kuperoleh tidak ada apa-apanya dibandingkan denganmu. Tetapi, berkat kerajinanku aku menyelesaikan S1 di Malang dengan otak yang tumpul. Karena keinginanku adalah hidup sukses dan bisa membahagiakan orangtua.
  5. Kami hanya rakyat kecil yang ingin mencari sesuap nasi. Maka dari itu kerja keras dan hidup sukses adalah prinsip hidup kami. Pakaian rombeng inilah yang selalu kamu pakai setiap hari. Kami tidak mempunyai apa-apa selain uang recehan disaku celana kiri. Hidup memang penuh rintangan, tetapi semua bergantung pada diri kita sendiri jika ingin sukses maka berusahalah dan bekerja keraslah maka kesuksesan akan menghampirimu. Tetapi jika kalian bermalas-malasan maka semuanya akan menjauhimu.
  6. Cincin imitasi inilah pemberian dari suamiku. Aku bersyukur mempunyai pasangan yang sayang sama aku dan keluarga besarku. Mungkin hadiah tersebut tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ketulusannya yang telah menerima kekuranganku. Hanya secuil harapan yang kupanjatkan dan pinta kepada Tuhan semoga hubungan kami bisa sampai maut memisahkan.
  7. Saya hanya anak kemarin sore yang belum bisa memberi apa-apa. Hanya bantuan yang sedikit ini mudah-mudahan bisa berguna dan bermanfaat buat kalian. Sebagai sesama manusia kita harus saling membantu terutama bagi orang yang sangat membutuhkan. Jika mempunyai sedikit rejeki maka tolonglah saudaramu yang membutuhkan. Karena manusia itu harus saling tolong monolong.
  8. Segenggam harapan manjadi modal hidup di perantauan. Mobil-mobilan ini adalah hasil kerja kerasku hidup di luar pulau. Dulu, jangankan membeli yang baru untuk makan saja aku susah. Harta yang kupunya hanya sebidang tanah. Karena semua yang kumiliki berkat karunia dari Tuhan jika kita berdoa dan mau berusaha.

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!