40+ Contoh Kalimat Majemuk: Pengertian, Ciri-ciri, Jenisnya

Kalimat Majemuk

contoh kalimat majemuk
contoh kalimat majemuk

Contoh Kalimat Majemuk – Pernah ingat materi ini didalam sekolah? tentunya ingat bukan. yah pembahasa materi ini tergolong tergolong materi yang cukup sulit dan rumit, hal ini dikarenakan ada banyak sekali jenis-jenisnya.

Oleh sebab itu, tidak jarang yang mengalami kesulitan dalam mempelajari materi ini. tapi jika keningungan ini terus menghantui akan menyebabkan orang yang mempelajari jadi malas untuk mempelajarinya. jika terus menerus kamu biarkan maka kamu tidak akan bisa memahami materi ini.

Ini sangatlah berbahaya karena materi ini sangat penting bagi orang yang ingin menjadi penulis karena dari mempelajari materi ini anda bisa memahami bentuk-bentuk kalimat yang baik dan benar salah satunya masalah penulisan kalimat majemuk ini.

oleh sebab itu, kami sebagai admin ingin membantu anda dalam memahami materi kalimat majemuk ini. disini kami akan memberikan beberapa pemaparan mengenai Kalimat Majemuk: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Contohnya

Pengertian Kalimat Majemuk

contoh kalimat majemuk
contoh kalimat majemuk

Kalimat Majemuk ialah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kalimat tunggal dan kalimat yang dihubungkan oleh kata sambung. Kalit majemuk juga sebuah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih.

Kalausa tersebut biasanya terdiri dari perpaduan antara satu subjek dan predikat yang biasanya di ikuti oleh objek dan keterangan atau pelengkap. Sebuah klaimat majemuk biasanya dihubungkan dengan kata penghubung atau konjungsi. Tapi, anda tentu akan menemukan kalimat majemuk tanpa penghubung, karena kata hubung biasanya tidak akan kamu temukan di kalimat majemuk yang bersifat perluasan.

Lalu bagaimana kah cara membedakan kalimat majemuk yang di ikuti oleh konjungsi? Cara membedakannya dengan cara melihat letak konjungsi atau kata penghubungnya karena pada dasarnya konjungsi hanya ada di dalam kalimat yang mempunyai perluasan atau yang disebut anak kalimat.

Ciri-ciri Kalimat Majemuk

contoh kalimat majemuk
contoh kalimat majemuk

Semua kalimat pasti memiliki ciri-ciri termasuk juga dengan kaliat majemuk. karena ciri-ciri ini yang membedakan kalimat majemuk dengan kalimat lain. Apa saja kah itu?

Kalimat majemuk memiliki beberapa ciri-ciri yaitu:

  1. Diawali olek hurf kapital dan di akhiri oleh (.)
  2. Mempunyai lebih dari satu subyek dan predikat.
  3. Adanya perluasan atau penggabungan dari kalimat.
  4. Dari perluasan kalimat akan membuahkan kalimat baru.
  5. Konjungsi dapat menjadi pembeda dari kalimat majemuk.
  6. Kalimat majemuk di ikuti oleh obyek, keterangan dan pelengkap.

Itulah beberapa ciri-ciri dari kalimat majemuk yang bisa anda gunakan untuk membedakan antara kalimat majemuk atau kalimat lainnya.

Jenis-jenis Kalimat Majemuk

contoh kalimat majemuk
contoh kalimat majemuk

Bukan hanya kata saja yang berjenis jenis dan bukan hanya kalimat saja yang ada jenisnya. Ternyata Kalimat majemuk juga memiliki jenis jenis dan setiap jenis dari kalimat majemuk memiliki kata hubung yang berbeda antara kalimat majemuk.

Berikut ini beberapa Jenis-jenis dari kalimat majemuk:

  1. Kalimat majemuk setara.
  2. Kalimat majemuk bertingkat.
  3. kalimat majemuk rapatan.
  4. kalimat majemuk campuran.

Setiap masing-masing kalimat majemuk tersebut tentunya memiliki ciri-ciri dan contoh kalimat yang berbeda antara satu sama lain yang menjadi pembeda anta jenis kalimat majemuk. Supaya Anda dapat memahami ciri-ciri setiap jenis kalimat majemuk, Yuk simaklah penjelasan dibawah ini:

Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara merupakan kalimat majemuk yang terdiri dari klausa yang sederajat kemudian digabungkan menjadi satu buah kalimat dengan menggunakan kata konjungsi sebagai penguhubung kata seperti (Dan, Bahkan, Atau, Lalu, Lantas).

Tapi, Biasanya kalimat majemuk jenis ini tidak memiliki anak kalimat, apabila dipisahkan satu dengan yang lainnya kalimat tersebut dapat berdiri sendiri menjadi sebuah kalimat, atau dapat dikatakan juga klausa tersebut bersifat koordinatif.

Ciri-ciri kalimat majemuk setara ialah sebagai berikut:

  1. Klausa yang satu dengan penghubung yang lainnya memiliki kedudukan Koordinat, sehingga sehingga dapat berdiri sendiri.
  2. Klausa yang memiliki kedudukan yang sama dengan klausa lainnya sehingga dapat berdiri menjadi suatu kalimat tersendiri.
  3. Kalimat majemuk setara biasanya menggunakan kata hubung, misalnya: dan, sebelum, setelah, lalu, ketika, bahkan, kemudian, atau sedangkan.

Itulah tiga hal di atas merupakan ciri-ciri yang terdapat pada kalimat majemuk setara. Oleh sebab itu, jika kamu sudah mengetahu ciri-ciri tersebut tentu saja kamu akan semakin mudah menentukan kalimat majemuk setara.

Contoh Kalimat Majemuk Setara:

Klausa 1 : kakak bertanding sepak bola
Klausa 2 : adik menonton di pinggir lapangan
Gabungan : Kakak bertanding sepak bola, sementara adik menonton di pinggir lapangan.

Baik Klausa 1 maupun Klausa 2 merupakan bentuk klausa utuh yang setidaknya memiliki subjek dan predikatnya masing-masing. Karena itu, kalaupun tidak dihubungkan dengan konjungsi sementara, keduanya masih dapat berdiri menjadi kalimat yang sempurna.

1. Kalimat majemuk setara sebab akibat

Kalimat majemuk setara sebab akibat ialah kalimat majemuk yang terdiri dari beberapa kalimat yang pada bagian yang lainnya menjelaskan sebab dan akibat pada kalimat tersebut.

Contoh Kalimat majemuk setara sebab akibat:

  1.  Fadhil sangat rajin berlatih bulu tangkis, sehingga ia sekarang dapat menjuarai berbagai macam kejuaraan bulu tangkis dunia.
  2. Fauzan sangat rajin belajar, sehingga ia bisa menjadi juara di kelasnya.
  3. Fajar segera tidur setelah selesai belajar, sehingga besok pagi ia tidak akan bangun terlambat.
  4. Hujan sangat lebat tadi pagi, akibatnya jalanan menjadi becek hari ini.
  5. Angin bertiup sangat kencang, akibatnya beberapa pohon tumbang.
  6. Adit berangkat kuliah sedangkan, Novi mencuci piring di dapur.
  7. Faiq menyapu halaman rumah dan Aisyah membersihkan ruang tamu.
  8. Rijal mendapatkan hadiah novel dan Michan mendapatkan hadiah jam tangan baru.
  9. Saya membuat kerajinan tangan dari sedotan plastik, Adil membuat dari kain flanel, sedangkan Arjuna membuat dari barang bekas.
  10. Kamil menyapu lantai rumah sebelum ibu mengepel lantai.
  11. Jefri adalah anak yang terpandai bahkan dia juga merupakan bintang kelas di sekolahnya.
  12. Syakila membereskan tempat tidurnya kemudian dia membersihkan lemarinya.
  13. Petani selalu membajak sawahnya lalu mereka mereka menanam padi diatasnya.
  14. Aku tertidur pulas di kamar ketika seseorang mengetuk pintu rumahku.

2. Kalimat Majemuk Setara Berlawanan

Kalimat majemuk setara berlawanan ialah kalimat majemuk majemuk yang terdiri dari beberapa kalimat yang menyatakan situasi atau kondisi yang berlawanan.

Contoh Kalimat Majemuk Setara Lawanan:

  1. Nezham adalah anak yang sangat pandai tetapi dia berasal dari keluarga yang kurang mampu.
  2. Aku sangat ingin sekali membeli baju baru tetapi aku tidak mempunyai uang yang cukup.
  3. Baim mengerjakan tugas fisika dengan sangat rajin sedangkan teman-temannya yang lain tidak mengerjakannya.
  4. Bukan Indah yang membersihkan tempat itu melainkan Firman lah yang melakukannya.
  5. Kemarin aku tidak pergi kerumah nenek melainkan aku pergi kerumah temanku.
  6. Roland sangat buruk dalam hal menghitung tetapi dia baik dalam hal mengingat.
  7. Vian sangat senang membantu orang lain sedangkan Fasya tidak suka membantu orang lain.
  8. Kalle adalah anak yang berani tetapi dia tidak suka bertengkar.
  9. Bintang anak yang pandai sedangkan Nanda anak yang kurang pandai.
  10. Diana ingin pergi berwisata, tetapi ia harus belajar untuk ujian senin besok.
  11. Andini sedang belajar untuk persiapan tes SIM, sedangkan adiknya sedang belajar Sin dan Cos.
  12. Amel merupakan anak yang cerdas, tetapi dia sering tidak teliti ketika mengerjakan tugasnya.
  13. Bunga ingin segera masuk sekolah, tetapi ia masih sakit kepala.
  14. Afif ingin jalan-jalan bersama teman-temannya, tetapi dia harus mengerjakan tugas matematikanya.
  15. Yulina memiliki hobi membaca, sedangkan Ari memiliki hobi melukis.

3. Kalimat majemuk setara sejalan

Kalimat majemuk setara sejalan merupakan kalimat majemuk yang terdiri dari dua atau lebih klausa yang memiliki sifat atau kedudukan yang sama.

Contoh kalimat majemuk setara sejalan:

  1. Aldo adalah murid di SMA 3 kepanjen dan Ina adalah murid di SMA 10 Kepanjen.
  2. Hera berangkat ke kerja sebelum Ibu berangkat ke pasar.
  3. Yuli mengajak Diana ke taman kota setelah Diana pulang dari Kromengan.
  4. Rini menanam bunga, lalu Rini menyiram bunga itu dengan air.
  5. Beni sedang membatu ibunya ketika Agus mengajaknya bermain.
  6. Alka adalah anak yang rajin, bahkan Alka selalu mendapat nilai bagus di kelas.
  7. Bondan bermain hingga larut malam kemudian ia segera tidur di kamarnya.
  8. Maulida adalah anak mbarep sedangkan Arul adalah anak ragil.

Kalimat Majemuk Bertingkat

Pernahkan anda mendengar tentang induk kalimat dan anak kalimat? Di jenis kalimat majemuk bertingkat, akan anda temukan, yaitu kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang hubungannya tidak sejajar yang terlihat karena ketidaksejajaran tersebut, di salah satu klausa tidak dapat berdiri sendiri.

Pada bagian klausa inilah yang akan menjadi anak kalimat dalam kalimat tersebut adalah klausa yang mampu berdiri sendiri walaupun dipisahkan dari kalimat majemuk tersebut.

Kalimat majemuk bertingkat kedudukan klausa-klausanya bertingkat sebagai hasil perluasan terhadap salah satu unsur sehingga membentuk pola baru ada salah satu unsur yang berkedudukan sebagai induk kalimat dan unsur yang lainnya berkedudukan sebagai anak kalimat.

Kalimat majemuk bertingkat biasanya dihubungkan dengan konjungsi, seperti ketika, walaupun, sebab, karena, dan masih banyak kalimat majemuk lainnya.

 

Ciri-ciri kalimat majemuk bertingkat

  1. Antara klausa kalimat tidak memiliki posisi atau kedudukan yang setara.
  2. Ada kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri apabila antar klausa yang satu dengan yang lainnya dipisah.
  3. Kalimat majemuk bertingkat biasanya menggunakan kata hubung, seperti jika, sebab, sehingga, ketika, bahwa, bagaikan, dan walaupun.

Itulah beberapa ciri-ciri dari kalimat majemuk bertingkat seperti halnya pada kalimat majemuk setara, pada kalimat majemuk bertingkat juga dibagi menjadi beberapa bagian. Berikut beberapa jenis kalimat majemuk bertingkat.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat:

Klausa 1 : Lia kerap terlambat datang ke sekolah
Klausa 2 : rumahnya jauh
Gabungan : Lia kerap terlambat datang ke sekolah karena rumahnya jauh.

Klausa 1 merupakan induk kalimat karena memiliki unsur klausa yang lengkap, yakni subjek (Lia) dan predikat (terlambat). Karena hal tersebut jugalah, Klausa 1 dapat berdiri sendiri menjadi sebuah kalimat utuh. Sementara itu, Klausa 2 hanya memiliki predikat (rumahnya) sehingga tidak dapat menjadi kalimat utuh yang membutuhkan subjek.

Contoh Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan waktu

Seperti namanya, kalimat majemuk ini merupakan kalimat majemuk yang berhubungan dengan waktu. Biasanya kata hubung yang sering digunakan, yaitu ketika. Karena kata hubung tersebut merupakan kata hubung yang ada kaitannya dengan waktu.

Contoh:

Saya sedang tidur nyenyak, ketika langit mendung.
Kak Sinta pulang dari kantor, ketika matahari tenggelam.
Adik sedang bermain kelereng, ketika ayah datang.
Ibu sedang berbelanja, ketika matahari terbit.
Contoh Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan sangkalan
Merupakan kalimat majemuk yang berisi sangkalan terhadap suatu keadaan atau kondisi tertentu. Kata hubung yang biasanya digunakan dalam kalimat ini, yaitu padahal, sedangkan, dan lainnya.

Contoh:

Anita tetap berangkat ke sekolah, padahal ia sedang sakit.
Merita tetap membantu kedua orang tuanya, padahal ia sedang sangat lelah.
Andre tetap belajar sedangkan hari waktu sudah menunjukkan dini hari.
Maria mendapatkan pujian dari gurunya, sedangkan teman-temannya yang lain tidak.
Contoh Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan syarat
Anak kalimat akan menjelaskan induk kalimat berupa suatu syarat tertentu terkait induk kalimat. Kata hubung yang biasanya digunakan dalam kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan syarat ini, yaitu jika, apabila, seandainya, andaikan, dan asalkan.

Contoh:

Saya akan pergi berlibur seandainya tidak sakit.
Ani akan pergi ke toko buku jika tidak hujan.
Saya akan membaca banyak buku apabila saya ke perpustakaan.
Aryo akan menjadi pemain bola profesional seandainya dia rajin berlatih.
Contoh Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan penyebab
Kalimat ini merupakan kalimat majemuk yang digunakan untuk menjelaskan sesuatu keadaan tertentu dari kalimat inti. Kata hubung yang biasanya digunakan dalam kalimat ini, yaitu karena, oleh karena, dan sebab.

Contoh:

Aku tidak ingin pergi ke mana pun, sebab besok nenek akan datang.
Dila belajar dengan rajin, karena besok akan ulangan matematika.
Maria menjadi juara Indonesian Idol 2018, karena dia memiliki suara yang sangat indah.
Contoh Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan akibat
Merupakan kalimat majemuk bertingkat yang menjelaskan tentang suatu kejadian dari kalimat inti. Biasanya anak kalimat berperan sebagai penjelas terkait akibat dari induk kalimat. Kata hubung yang digunakan dalam kalimat majemuk jenis ini, yaitu maka, sehingga, dan sampai-sampai.

Contoh:

Anita adalah anak yang rajin belajar, sehingga pantas mendapat juara kelas.
Adi sedang menunggu bus, maka ia duduk di halte bus.
Budi merasa bersalah karena menjahili Intan, sehingga ia meminta maaf.
Contoh Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan tujuan
Kalimat majemuk ini merupakan kalimat majemuk yang digunakan untuk menjelaskan suatu maksud atau tujuan tertentu. Kata hubung yang sering digunakan pada kalimat majemuk jenis ini, yaitu biar, agar, dan supaya.

Contoh:

Andi langsung beristirahat setelah selesai latihan agar besok badannya fresh kembali.
Sari meminum obatnya supaya besok dapat masuk ke sekolah lagi.
Reni sengaja bangun pagi agar dapat ikut carefreeday di alun-alun.

Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan perbandingan

Pada jenis kalimat majemuk satu ini biasanya sering digunakan untuk menyatakan hubungan perbandingan antar kalimat dengan kalimat penjelas atau yang sering disebut induk kalimat dengan menggunakan Kata hubung yang biasanya digunakan dalam kalimat majemuk jenis ini, adalah konjungsi: seperti, ibarat, sebagaimana, bagaikan, laksana, dan lebih baik.

Contoh Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan perbandingan:

  1. Ngapain menunggu Andi terlalu lama lebih baik saya pulang.
  2. Lina duduk di bangku taman sendirian seperti tidak punya teman.
  3. Anita tidak ingin pergi menonoton di bioskop seperti teman-teman yang lain.
  4. Guyuran air hari ini sangat lebat, tidak seperti hujan kemarin.

Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan cara

Merupakan kalimat majemuk bertingkat yang biasanya menunjukkan cara dari sesuatu, cara tersebut menjelaskan kalimat inti yang terdapat di dalam kalimat majemuk tersebut. Kata hubung yang digunakan dalam kalimat majemuk ini, yaitu dengan.

Contoh Kalimat majemuk bertingkat berhubungan dengan cara:

Iqbal mendapatkan rangking 1 di kelasnya dengan cara belajar rajin dirumah.
Amira mendapatkan wawasan yang luas dengan membaca banyak buku dirumahnya.
Desi pergi ke sekolah dengan bersepeda.
Maman pergi mendaki dengan teman-teman sekelasnya.

 

Kalimat Majemuk Perluasan

Selain bentuk sebelumnya yang salah satu klausanya tidak memiliki unsur yang sempurna, ada juga kalimat majemuk perluasan yang anak kalimatnya merupakan perluasan dari salah satu bagian unsur klausa yang ada. Anak kalimat tersebut biasanya dihubungkan dengan konjungsi yang.

Contoh kalimat majemuk perluasan:

Klausa 1 : komputernya mulai rusak
Klausa 2 : komputernya dibeli pada lima tahun lalu
Gabungan : komputernya yang dibeli pada lima tahun lalu mulai rusak.

Kedua kalimat di atas  memiliki unsur yang sempurna, minimal subjek dan predikat. Tapi, Kalimat 2 dapat dipakai untuk menjelaskan subjek pada kalimat 1 agar dapat menggabungkannya, diberikan konjungsi yang setelah subjek yang serupa dari kedua kalimat tersebut (komputer).

Kalimat Majemuk Rapatan

Kalimat majemuk rapatan adalah kalimat yang terbentuk karena menggabungkan dua atau lebih kalimat tunggal yang memiliki subjek, predikat atau objek yang Setara.

Hampir sama seperti bentuk sebelumnya, klausa-klausanya sebenarnya dapat berdiri sendiri-sendiri. Hanya saja, pada jenis ini, akan ditemukan unsur klausa yang berulang. Perulangan unsur tersebut biasa dipisahkan dengan konjungsi dan, serta, atau juga; ataupun tanda koma (,).

Bagian yang dirapatkan biasanya berupa subyek atau predikat dengan perapatannya menghilangkan unsur-unsur yang mempunyai kesamaan di dalam kalimat.

Contoh Kalimat majemuk rapatan:

Klausa 1 : Ustadz Faisal menghadiri konferensi ilmiah tersebut
Klausa 2 : Ustadz Lucky menghadiri konferensi ilmiah tersebut
contoh diatas jika di gabung akan menjadi : Ustadz Faisal dan Ustadz Lucky menghadiri konferensi ilmiah tersebut.

Klausa 1 dan Klausa 2 sebenarnya memiliki predikat dan objek yang sama, namun subjeknya berbeda yakni ( Faisal dan Lucky) berbeda. Karena itulah, dalam penggabungannnya, hanya subjeknya yang dapat dirapatkan dengan konjungsi (dan) pada kalimat tersebut.

Contoh Kalimat Majemuk Rapatan
Kalimat 1 : Pekerjaan Rijal hanya belajar.
Kalimat 2 : Pekerjaan Rijal hanya menulis.
Kalimat 3 : Pekerjaan Rijal hanya menggembar

Kalimat diatas merupakan kalimat mejemuk rapatan hal ini karena adanya pengulangan subjek dan predikatnya saja menjadi Pekerjaan Rijal hanya belajar, menulis, dan menggambar.

Kalimat 1 : Bagus sedang bermain futsal.
Kalimat 2 : Bagus sedang bermain basket.
Kalimat 3 : Bagus sedang bermain bekel.

Kalimat diatas merupakan kalimat mejemuk rapatan menjadi bagus sedang bermain futsal, basket dan bekel

Contoh :

  1. Rijal selalu sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah, meskipun hanya roti saja.
  2. Fauzan merupakan anak yang pandai, tetapi sayangnya tidak rajin sehingga kepandaiannya menjadi sia-sia.

 

Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran adalah kalimat yang terbentuk dari penggabungan kalimat majemuk setara,Kalimat majemuk rapatan dan kalimat majemuk bertingkat. Pada dasarnya dalam kalimat majemuk campuran, terdapat paling sedikit tiga kalimat tunggal dan Sekurang-kurangnya terdapat tiga kalimat untuk membentuk kalimat majemuk campuran.

Pada umumnya dalam kalimat majemuk campuran, terdapat paling sedikit tiga kalimat tunggal

Ciri Ciri Kalimat Majemuk Campuran

  1. Kalimat majemuk campuran mempunyai 3 klausa atau lebih yang berperan dalam kalimat, satu sebagai induk kalimat dan klausa yang lainnya sebagai anak kalimat.
  2. Kalimat majemuk campuran mempunyai dua buah konjungsi atau lebih yang berfungsi untuk menghubungakan antara klausa yang satu dengan yang lainnya.

Contoh Kalimat Majemuk Campuran:

Pada materi ini terdapat beberapa jenis yang harus anda ketahui salah satunya yang akan dibahas diatas itu tadi lalu apakah contohnya? yuk langsung saja kita simak uraian yang ada dibawah ini.

Berikut adalah jenis-jenis kalimat majemuk campuran beserta contohnya :

1. Kalimat Majemuk Campuran 1 Induk Kalimat dan 2 Anak Kalimat
Pada kalimat ini hanya mempunyai satu kalimat tunggal sebagai induk kalimat atau inti kalimat.

Contohnya :

Mereka telah mengadakan acara peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang dihadiri oleh seluruh masyarakat Balikpapan serta dihadiri oleh seluruh pejabat pemerintahan Balikpapan.

Inti pokok dari kalimat tersebut adalah mereka telah mengadakan acara peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Sedangkan kalimat yang lainnya merupakan kalimat penjelas atau yang disebut sebagai anak kalimat.

2. Ketiga kalimat di bawah ini di gabungkan menggunakan kata konjungsi sehingga menjadi: Ibu sedang minum susu ketika ayah sedang minum kopi sedangkan adik tidur dengan lelap.

merupakan gabungan dari beberapa kalimat di bawah ini.

Ibu sedang minum susu
Adik tidur dengan gelap
Ayah sedang minum kopi

3. Ketiga kalimat di bawah ini di gabungkan menggunakan kata konjungsi sehingga menjadi: Ibu guru mengumumkan bahwa hari ini akan diadakan ulangan harian dan kami semua sangat kaget.

Kalimat (1) : Ibu guru mengumumkan berita itu
Kalimat (2) : Hari ini akan diadakan ulangan harian
Kalimat (3) : Kami semua sangat kaget

 

4. Ketiga kalimat di bawah ini di gabungkan menggunakan kata konjungsi sehingga menjadi : Adit makan di dapur dan Adil sedang bermain boneka di depat TV ketika Aku datang kerumah mereka untuk mengambil buku.

Kalimat (1) : Adit makan di dapur.
Kalimat (2) : Adil bermain boneka di depan TV.
Kalimat (3) : Aku datang kerumah mereka untuk mengambil buku.

 

5. Ketiga kalimat di bawah ini di gabungkan menggunakan kata konjungsi sehingga menjadi :Adit sedang makan dan Kakak sedang masak ketika Rini datang ke rumah sakit

Kalimat (1) : Adit sedang mandi
Kalimat (2) : Kakak sedang memasak.
Kalimat (3) : Rini datang ke rumah sakit.

Pada dasarnya materi ini memiliki makna yang berbeda pula oleh sebab itu di sebut dengan kalimat majemuk campuran.

 

 

 

 

Tinggalkan komentar