ciri-ciri bahasa

Ciri-ciri Bahasa secara Umum dan Ciri-ciri Bahasa Iklan

Ciri-ciri bahasa- oke pada kesempatan kali ini admin akan memberikan beberapa ulasan tentang ciri bahasa, mulai dari ciri- ciri bahasa baik secara umum ataupun ciri-ciri bahasa iklan yang secara khusus kami bahas dalam kesempatan kali ini.

ciri-ciri bahasa

berikut ini pembahasan tentang ciri-ciri bahasa secara umum.

Ciri – Ciri Bahasa

Menurut berbagai pakar bahasa ciri-ciri bahasa dikelompokan sebagai berikut:

1. Bahasa Sebagai Sistem

artinya adalah di dalam bahasa terdapat bahwa terdiri dari komponen – komponen tersusun berdasarkan dari pola tertentu yang sistematis. misalnya sebagai contoh komponen tersusun oleh polanya sebagai berikut.

Contoh :

Saya : Sistematis dan bermakna

kamu : Sistematis dan bermakna

Beliau : Sistematis dan bermakna

2. Bahasa Sebagai Lambang

Dalam kehidupan manusia memang selalu menggunakan lambang atau simbol sehingga Hampir tidak ada kegiatan yang tidak terlepas dari yang namanya  simbol salah satu yang termasuk dari lambang atau simbol adalah alat komunikasi verbal yang disebut bahasa.

hal ini dikarenakan dalam sebuah bahasa terdapat Satuan-satuan yang memiliki bahasa misalnya kata, tentuna terdapat simbol atau lambang didalamnya, lambang-lambang bahasa diwujudkan dalam bentuk bunyi yang berupa satuan-satuan bahasa, seperti kata atau gabungan kata.

Mengapa kata sebagai satuan bahasa itu disebut lambang, bukan tanda, karena lambang bersifat arbitrer misalnya Lambang bahasa yang berwujud bunyi (kuda) dengan rujukannya yaitu seekor binatang berkaki empat yang biasa dikendarai, tidak ada hubungan sama sekali, tidak ada ciri alamiah sedikit pun, begitu juga antara lambang bunyi (air) dengan rujukannya yaitu sejenis benda cair yang rumus kimianya H2O tidak ada hubungannya sama sekali, tidak ada ciri alamiahnya. Tidak sama dengan tanda “adanya asap” dengan “adanya api”, sebab asap dihasilkan oleh api. Jadi, lambang-lambang bahasa yang berupa bunyi-bunyi itu sejajar dengan lambang “kematian” yang berupa bendera kuning, atau lambang “asas keadilan sosial” yang berupa gambar padi dan kapas. Mengapa lambang kematian bukan bendera merah, hijau, atau biru, dan mengapa lambang keadilan sosial bukan berupa gambar mobil, rumah, atau uang, semuanya adalah karena lambang itu bersifat arbitrer.

Untuk mengenal lambang bahasa yang berupa bunyi-bunyi itu kita harus mempelajarinya. Kebetulan saja dalam bahasa Indonesia untuk konsep ‘binatang berkaki empat yang bisa dikendarai’ dilambangkan dnegan bunyi (kuda) karena dalam bahasa lain, lain pula lambangnya berbeda misalnya dalam bahasa Jawa lambangnya berupa bunti (jaran), sedangkan dalam bahasa Inggris berupa bunyi yang ditulis (horse).

Sumber: Linguistik Umum terbitan Rineka Cipta (Abdul Chaer)

Artinya Lambang – lambang bahasa diwujudkan dalam bentuk bunyi, yang berupa satuan – satuan bahasa seperti kata maupun gabungan kata atau frasa.

Contoh singkat:

Bendera merah putih
Merah : Berani
Putih : Suci

3. Bahasa adalah Bunyi

Bahasa adalah sistem dan bahasa adalah lambang, maka bahasa adalah bunyi, maka seluruhnya dapat dikatakan bahwa bahasa adalah sistem lambang bunyi. Jadi, sistem bahasa itu berupa lambang yang wujudnya berupa bunyi. Masalahnya sekarang adlaah apakah yang dimaksud dengan bunyi itu dan apakah semua bunyi itu termasuk dalam lambang bahasa.

Kata bunyi yang sering sukar dibedakan dengan kata suara, sudah biasa kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Secara teknis, menurut Kridalaksana bunyi adalah kesan pada pusat saraf sebagai akibat dari getaran gendang telinga yang bereaksi karena perubahan-peribahan dalam tekanan udara.

Bunyi ini bisa bersumber pada gesekan atau benturan benda-benda, alat suara pada binatang dan manusia Lalu, yang dimaksud dengan bunyi pada bahasa atau yang termasuk lambang bahasa adalah bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Jadi, bunyi yang bukan dihasilkan oleh alat ucap manusia tidak termasuk bunyi bahasa.

Namun juga tidak semua bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia termasuk bunyi bahasa. Bunyi teriak, bersin, batuk-batuk, dan bunyi orokan bukan termsauk bunyi bahasa, meskipun dihasilkan oleh alat ucap manusia, karena semuanya itu tidak termasuk ke dalam sistem bunyi bahasa.

Orokan terjadinya tidak disadari dan tidak dapat menyampaikan pesan apapun sedangkan Teriakan, bersin, dan batuk-batuk terjadinya bisa disadari dan kadang-kadang dapat juga dijadikan untuk menyampaikan pesan, sama halnya dengan bahasa, tetapi juga bukan bunyi bahasa karena tidak dapat dikombinasikan dengan bunyi-bunyi lain untuk menyampaikan pesan.

Lantas, kalau begitu apa yang disebut bunyi bahasa? Bunyi bahasa atau bunyi ujaran adalah satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang di dalam fonetik diamati sebagai “fon” dan di dalam fonemik sebagai “fonem”.

Kalau bahasa itu berupa bunyi, bagaimanakah masalahnya dengan bahasa tulisan? Dalam linguistik yang disebut bahasa yang primer adalah yang diucapkan. Bahasa yang dilisankan inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulis, meskipun tidak dilupakan dalam kajian linguistik, hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulis sebenarnya hanyalah rekaman dari bahasa lisan.

Bahwa hakikat bahasa adalah bunyi, atau bahasa lisan, dapat kita saksikan sampai kini banyak sekali bahasa di dunia ini, termasuk di Indonesia, yang hanya punya bahasa lisan; tidak punya bahasa tulis, karena bahasa-bahasa tersebut tidak atau belum mengenal sistem aksara.

Sumber: Linguistik Umum terbitan Rineka Cipta (Abdul Chaer)

dapat disimpulkan yang dimaksud dengan bunyi pada bahasa atau lambang bahasa adalah bunyi yang dihasilkan dari alat ucap manusia yang termasuk bunyi bahasa.

Contoh :

Suara atau Bunyi teriakan, bersin, batuk, dan lain sebagainya.

4. Bahasa Mempunyai Makna

Seperti yang dijelaskma sebelumnya bahwa bahasa itu adalah system lambang , maka karena itu lambang – lambang itu mengacu pada suatu konsep , ide, atau pikiran, maka bisa dikatakan bahwa bahasa itu memiliki makna.

Contoh :

Kuda : Berkaki empat binatang peliharaan yang menjadi alat transportasi.

5. Bahasa Bersifat Arbitrer

Arbitrer yaitu sembarang, sewenang-wenang, maka suka, berubah-ubah. Maksudnya ialah tidak ada hubungan wajib antara lambang bahasa dengan konsep maupun pengertian yang dimaksud lambang tersebut misalnya kita tidak dapat menjelaskan hubungan antara lambang bunyi (air) dengan benda yang dilambangkan yaitu benda cair yang digunakan.

Contoh :

Kuda yang disebut oleh orang. (ataupun objek lainnya)

Ciri-ciri Bahasa Iklan

Perbedaan Ciri bahasa umum dan iklan terdapat di beberapa ciri yang ada sebagai berikut:

Iklan berasal dari kata Yunani yang mempunyai arti menggiring orang-orang kepada sebuah gagasan. Pengertian iklan secara umum yaitu semua wujud aktivitas untuk mendatangkan serta menawarkan sebuah penemuan atau ide, barang dan jasa.

Ciri-ciri iklan:

1. Isinya mengandung ajakan untuk membujuk untuk bebuat sesuatu.

2. Memadukan unsur gambar dengan kata-kata, unsur gerak, dan suara.

3. Unsur-unsur pembentuk iklan terdiri dari sumber, pesan, media, penerima, efek, umpan balik, dan kontek.

Ciri-ciri bahasa iklan:

1. Singkat

Menggunakan kalimat yang singkat dan tidak berbelit belit.

2. Jelas

Penggunaan kalimat harus jelas dan tulisan dibuat menonjol baik dari segi warna dan ukuran tulisan.

3. Mudah dipahami

Bahasa yang digunakan dalam pembuatan iklan harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan tidak berbelit-belit.

4. Menarik

Bahasa yang digunakan dalam pembuatan iklan harus menarik dan mudah diingat, serta permainan warna yang baik semakin membuat iklan tersebut akan mempunyai daya tarik.

 

 

Tinggalkan komentar