Bacaan Sholat Witir; Niat, Tata cara, dan Doanya

Bacaan Sholat Witir – sholat ini merupakan sholat sunah yang memiliki banyak keutamaan yang sungguh sangat luar biasa, keutamaan ini sangat penting bagi kita untuk mempelajarinya karena sungguh baik apabila kita jalankan dengan istiqomah, hal ini telah disebutkan dalam hadist sholat ini adalah sholatnya para kekasihnya Allah.

Salah satu keutamaan yang disebutkan dalam hadist bahwa orang yang mengamalkan sholat tahajud bisa membuat sholat bagi orang tersebut menjadi sempurna.

Sholat witir merupakan salah satu sholat malam yang menjadi penutup sholat sunnah malam hari, dan sudah sepatutnya bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah sholat tahajud setiap hari dengan istiqomah Oleh karena itu bagi anda yang beragama islam wajib paham dengan tata cara sholat tahajud dan keutamaannya agar bisa mengamalkannya setiap hari dengan istiqomah.

Salah satu tata cara sholat witir yang harus diperhatikan adalah waktu pelaksaannya, sebenarnya waktu untuk sholat tahajud dikerjakan setelah tidur, yaitu antara waktu ba’da isya hingga sebelum terbit fajar atau sholat subuh,  waktu ini sering disebut dengan waktu sepertiga malam.

Apa itu waktu sepertiga malam? waktu Sepertiga malam ini adalah selepas tengah malam hingga masuknya waktu sholat subuh.

Sholat witir ini minimal dilakukan sebanyak 1 rakaat, bahkan Nabi Muhammad SAW menyontohkan sholat sunnah witir, sebanyak 3 rakaat sebelum subuh.

Baca juga Sholat sunah hajat

berikut ini kami bahas dengan lengkap mengenai sholat tahajud:

Pengertian Sholat witir

Sholat witir adalah salah satu ibadah yang diajarkan oleh rosulullah yang tidak pernah meninggalkan sholat Witir, kecuali hanya sekali, lalu beliau meng-qadhanya sesudah Subuh.

Shalat witir adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari sebagai penutup shalat malam lainnya seperti shalat tahajud (baca manfaat shalat tahajud dan keutamaan shalat tahajud) maupun shalat tarawih. Shalat witir hukumnya sunnah muakkad dan ada beberapa ulama yang berpendapat bahwa shalat witir wajib hukumnya untuk menutup shalat malam yang dikerjakan.

Sholat witir ini merupakan salah satu sholat sunnah yang dianjurkan Rasulullah.
“Wahai ahli Qur’an, lakukanlah shalat Witir, sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan Dia suka kepada sholat Witir.”(HR. Ahmad dan Yirmidzi).

Tata cara sholat tahajud lengkap

Untuk melaksanakan sholat tahajud dengan khusyuk, tentu tata cara sholat tahajud lengkap harus diperhatikan berikut tata cara sholat witir lengkap.

 

Waktu Melakukan Sholat Witir
Sholat Witir dimaksudkan sebagai pamungkas waktu malam untuk mengganjili sholat-sholat yang genap. Karena itu, dianjurkan untuk menjadikannya sebagai akhir dari sholat malam.

Oleh sebab itu, jika kita bermaksud melakukan sholat Tahajud di malam hari, maka sebaiknya kita tidak menunaikan sholat witir menjelang tidur, tapi melaksanakannya setelah sholat Tahajud.

Namun, jika kita tidak bermaksud demikian, maka hendaknya kita mengerjakan sholat witir itu sebelum tidur.

Jadi waktu sholat witir antara waktu selesai sholat Isya (Sekitar pukul 08.00 malam) sampai dengan sebelum waktu sholat subuh (Sekitar pukul 04:00 pagi).

Waktu-Sholat-Witir

Rasulullah bersabda:

“Jadikanlah Witir sebagai akhir shalat kalian di waktu malam”, (HR.Bukhari).

Niat Sholat Witir
Sholat witir boleh dikerjakan 2 rakaat salam dan diakhiri 1 rakaat salam. Maka dari itu dalam sholat witir ada niat untuk sholat witir yang untuk 2 rakaat dan niat holat witir untuk yang 1 rakaat.

Niat Sholat Witir Satu Rakaat
Bacaan Niat Sholat Witir Satu Rakaat
Niat-Sholat-Witir-Satu-Rakaat

Bacaan Niat Sholat Witir Satu Rakaat Arab
أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً للهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Witir Satu Rakaat Latin
“Ushallii Sunnatal Witri Rak’atan Lillaahi Ta’alaa.”

Arti Bacaan Niat Sholat Witir Satu Rakaat
“Aku niat sholat sunnah Witir satu rakaat karena Allah ta’alaa”

Niat Sholat Witir Dua Rakaat
Bacaan Niat Sholat Witir Dua Rakaat
Niat-Sholat-Witir-Dua-Rakaat

Bacaan Niat Sholat Witir Dua Rakaat Arab
أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Witir Satu Rakaat Latin
“Ushallii Sunnatal Witri Rak’ataini Lillaahi Ta’alaa.”

Arti Bacaan Niat Sholat Witir Satu Rakaat
“Aku niat sholat sunnah Witir dua rakaat karena Allah ta’alaa”

Niat sholat witir diatas adalah niat sholat witir yang dikerjakan sendirian. Sholat witir juga boleh dikerjakan secara berjamaah. Misalnya ketika bulan Ramadhan. Sehabis selesai melaksanakan sholat tarawih, kemudian dilanjutkan dengan sholat witir berjamaah.

Untuk niat sholat witir berjamaah, ada tambahan untuk menjadi imam atau makmum (إماما/مأموما) pada bacaan niatnya.

Berikut tambahan dalam niat sholat witir berjamaah:

Tambahan membaca imaman ( إماما ) ketika menjadi imam
Tambahan membaca makmuuman ( مأموما ) ketika menjadi makmum
Niat Sholat Witir Berjamaah Satu Rakaat
Bacaan Niat Sholat Witir Berjamaah Satu Rakaat
Niat-Sholat-Witir-Berjamaah-Satu-Rakaat

Bacaan Niat Sholat Witir Berjamaah Satu Rakaat Arab
أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً (إماما/مأموما) للهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Witir Berjamaah Satu Rakaat Latin
“Ushallii Sunnatal Witri Rak’atan (Imaaman/Makmuuman) Lillaahi Ta’alaa.”

Arti Bacaan Niat Sholat Witir Berjamaah Satu Rakaat
“Aku niat sholat sunnah Witir satu rakaat (jadi imam/makmum) karena Allah ta’alaa”

Niat Sholat Witir Berjamaah Dua Rakaat
Bacaan Niat Sholat Witir Berjamaah Dua Rakaat
Niat-Sholat-Witir-Berjamaah-Dua-Rakaat
Bacaan Niat Sholat Witir Berjamaah Dua Rakaat Arab
أُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ (إماما/مأموما) للهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Witir Berjamaah Dua Rakaat Latin
“Ushallii Sunnatal Witri Rak’ataini (Imaaman/Makmuuman) Lillaahi Ta’alaa.”

Arti Niat Sholat Witir Berjamaah Dua Rakaat
“Aku niat sholat sunnah Witir satu rakaat (jadi imam/makmum) karena Allah ta’alaa”

Doa Sholat Witir
Setelah selesai mengerjakan sholat witir, dianjurkan untuk membaca doa sholat witir.

Salah satu doa sholat Witir yang dianjurkan adalah dengan membaca doa tasbih sebanyak tiga kali:

Bacaan Doa Tasbih
Doa-Tasbih

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

“Subhaanal malikil qudduus” (3x)

Artinya:

“Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan” (HR. Abu Daud).

Disunnahkan untuk membaca doa sholat witir berikut ini ketika sholat witir atau sesudahnya.

Doa Sholat Witir
Doa-Sholat-Witir

Bacaan Doa Sholat Witir Arab
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Bacaan Doa Sholat Witir latin
“Allahumma inni a’udzu biridhaoka min sakhotika wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik”

Arti Bacaan Doa Sholat Witir
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan ridha-Mu dari murka-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dengan ampunan-Mu dari hukuman siksa-Mu. Dan, aku berlindung kepada-Mu dari-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian atas-Mu sebagaimana pujian-Mu sendiri atas diri-Mu.” (HR.Abu Dawut, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, dan Thabrani).

Simak dan baca : Bacaan Sholat Wajib

Makna Doa Sholat Witir
Makna dari doa sholat witir diatas adalah sebagai berikut:
1. Allaahumma inni a’uudzy bika biridhaaka min sukhtika

Allaahumma inni a’uudzy bika biridhaaka min sukhtika ( اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِك ) yang artinya ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan ridha-Mu dari murka-Mu.

Makna dari doa ini adalah berlidung dengan kumpulan dari sifat-sifat kemuliaan dan keindahan-Mu dari kemurkaan-Mu.

2. Waa’uudzu bima’aafatika min ‘iquubatika

Waa’uudzu bima’aafatika min ‘iquubatika ( وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ ) yang artinya dan aku berlindung kepada-Mu dengan ampunan-ampunan-Mu dari hukuman siksa-Mu.

Makna dari doa ini adalah berlindung dengan perbuatan-perbuatan mulia-Mu dan kemurahan-Mu dari murka-Mu dan hukuman-Mu.

3. Waa’uudzu bika minka

Waa’uudzu bika minka ( وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ ) yang artinya dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu.

Makna dari doa ini adalah berlindung dengan Dzat-Mu dari pengaruh sifat-sifat-Mu. hal ini mengisyaratkan pada firman Allah dalam Al Quran.

Firman Allah dalam surah Ali Imran ayat 28

وَ یُحَذِّرُکُمُ اللّٰہُ نَفۡسَہٗ

Artinya:

“…Dan, Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya…”, (QS. Ali Imran ayat 28).

Firman Allah dalam surah Adz Dzaariyaat ayat 50

فَفِرُّوۡۤا اِلَی اللّٰہِ

Artinya:

“Maka, segeralah kembali kepada (menaati) Allah…..” (QS. Adz Dzaariyaat ayat 50).

Firman Allah dalam surah Al Muzzammil ayat 8

وَ تَبَتَّلۡ اِلَیۡہِ تَبۡتِیۡلًا

Artinya:

“…..Dan, beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.” (QS. Al Muzammil ayat 8).

Maksudnya, hendaknya kalian menghadap dan tunduk pada Allah secara keseluruhannya hingga kalian menghilang dari selain-Nya. Maka kalian hilang dari wujud kalian dan penyaksian terhadap diri kalian, dan kalian menetap pada kekekalan-Nya.

4. Laa uhshi tsanaan ‘alaika anta kama atsnaita ‘ala nafsika

Laa uhshi tsanaan ‘alaika anta kama atsnaita ‘ala nafsika ( لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ ). Artinya aku tidak mampu menghitung pujian atas-Mu sebagaimana pujian-Mu sendiri atas diri-Mu.

Makna dari doa ini adalah aku tidak mampu menghitung pujian atas-Mu dalam bandingan satu nikmat saja dari nikmat-nikmat-Mu.

Sebagaimana penegasan Allah dalam firmannya yang tertuang dalam Al Quran surah Ibrahim ayat 34.

Firman Allah dalam surah Ibrahim ayat 34

وَ اِنۡ تَعُدُّوۡا نِعۡمَتَ اللّٰہِ لَا تُحۡصُوۡہَا

Artinya:

“….Dan, jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya…”, (QS Ibrahim ayat 34).

Kalimat ini adalah sebuah pengakuan atas kelemahan dan ketidakmampuan diri kita untuk memenuhi apa yang diwajibkan Allah dari baik pujian atas-Nya.

Ibnu Malik berkata:

“Makna hadits adalah istighfar dari kelengahan mencapai yang wajib dari hak Dzat-Nya dan memuji terhadap_Nya.”

Jika Anda memiliki hajat yang ingin segera dikbulkan, silahkan baca artikel Sholat Hajat

Keutamaan Sholat Witir

berikut ini menjelaskan tentang keutamaan shalat witir :

Sebagai tambahan shalat
Shalat witir sebagai shalat tambahan. Hadits berikut menjelaskan bahwa shalat witir adalah shalat yang dianjurkan untuk duikerjakan di antara waktu shalat fardu yakni isya dan sebelum waktu subuh datang. Dengan melaksanakan shalat witir kita bisa menambah shalat dan tentunya mendapatkan pahala dari shalat tersebut. Sebagaimana hadits berikut ini

إِنَّ اللهَ زَادَكُمْ صَلاَةً، وَهِيَ الْوِتْرُ، فَصَلُّوْهَا فِيْمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى صَلاَةِ الْفَجْرِ

‘Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan shalat, yaitu shalat Witir, maka shalat Witirlah kalian antara waktu shalat ‘Isya’ hingga shalat Shubuh.’” [HR. Ahmad]

نَّ اللهَ زَادَكُمْ صَلاَةً، فَحَافِظُوْا عَلَيْهَا، وَهِيَ اَلْوِتْرُ

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’alatelah memberi kalian tambahan shalat, maka peliharalah dia, yaitu shalat Witir.

2.Menyempunakan Sebagai penyempurna shalat malam

Shalat witir adalah penutup dari shalat malam yang dilaksanakan baik sebelum maupun setelah bangun tidur dan tanpa shalat witir tidak akan sempurna shalat malam atau qiyamul lail seseorang. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini

جْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

“Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat Witir”

3. Shalat witir dicintai Allah

Allah sangat menyukai sesuatu yang ganjil karena Allah adalah satu. Sebagaimana rakaat shalat witir yang ganjil, dan witir merupakan salah satu ibadah yang dicintai Allah. Sebagaimana yang disebutkan dalam haduts Rasulullah SAW berikut ini

نَّ اللهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ، فَأَوْتِرُوْا يَاأَهْلَ الْقُرْآنِ

“Sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan shalat Witir, maka shalat Witirlah, wahai para ahli al-Qur-an.”

Sebagai hamba Allah yang beriman (baca manfaat beriman kepada Allah SWT) dan bertaqwa tentunya kita sebagai umatnya juga akan mencintai apa yang di cintai oleh Allah dan berusaha untuk melaksanakan segala perintahnya termasuk menjalankan shalat witir.

4. Shalat yang lebih baik dari unta merah

Hadits menyebutkan bahwa keutamaan shalat witir adalah lebih baik dari unta merah. Hal ini berarti bahwa shalat witir yang dikerjakan bernilai lebih besar dari nilai seekor unta merah terutama bila dikerjakan sebelum waktu shalat subuh datang. Berikut hadits yang menyebutkan keutamaan tersebut

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَاشِدٍ الزَّوْفِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُرَّةَ الزَّوْفِيِّ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ حُذَافَةَ قَالَ أَبُو الْوَلِيدِ الْعَدَوِيُّ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلَاةٍ وَهِيَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ وَهِيَ الْوِتْرُ فَجَعَلَهَا لَكُمْ فِيمَا بَيْنَ الْعِشَاءِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ

Telah menceritakan kepada Kami [Abul Walid Ath Thayalisi] dan [Qutaibah bin Sa’id] dari [Kharijah bin Hudzafah], Abu Al Walid Al Adawi berkata; Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam keluar menemui Kami dan berkata: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan bagi kalian sebuah shalat yang dia lebih baik bagi kalian dari pada unta merah, yaitu shalat witir, dan telah menjadikannya berada diantara shalat Isya hingga terbit fajar.” (HR Abu dawud)

5. Dikabulkan doanya

Waktu melaksanakan shalat witir adalah waktu yang tepat untuk berdoa dan merupakan waktu yang dekat dengan Allah SWT. Doa yang dipanjatkan setelah shalat witir bisa jadi merupakan salah satu doa yang akan diijabah oleh Allah SWT. (Baca penyebab doa tidak dikabulkan oleh Allah SWT)

6. Shalatnya disaksikan malaikat

Shalat witir yang dilaksanakan di penghujung malam disaksikan oleh malaikat dan malaikat tentunya kana memebawa berkah dan ikut mendoakan kita kepada Allah SWT. Hal tersebut dijelaskan dalam hadits berikut ini yang diriwayatkan oleh imam Muslim

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا حَفْصٌ وَأَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ خَافَ أَنْ لَا يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ فَإِنَّ صَلَاةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ وَذَلِكَ أَفْضَلُ و قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ مَحْضُورَةٌ

Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Hafsh] dan [Abu Mu’awiyah] dari [Al A’masy] dari [Abu Sufyan] dari [Jabir] ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah ia melakukan witir di awal malam. Dan siapa yang berharap mampu bangun di akhir malam, hendaklah ia witir di akhir malam, karena shalat di akhir malam disaksikan (oleh para malaikat) dan hal itu adalah lebih afdlal (utama).” Abu Mu’awiyah berkata; “Mahdlurah (dihadiri oleh para malaikat).” (HR. Muslim)

7. Tidak pernah ditinggalkan Rasulullah

Ada tiga perkara yang tidak pernah ditinggalkan Rasul dalam hidupnya yakni berpuasa selama tiga hari setiap bulan (baca macam-macam puasa sunnah), mendirikan shalat dhuha (baca keutamaan shalat dhuha) dan melaksanakan shalat witir. Rasul tidak pernah meninggalkan shalat witir dan apabila ia meninggalkannya, beliau akan mengqadha shalt witir yang ditinggalkannya tersebut. Hal ini dikuatkan oleh hadits rasulullah berikut ini :

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku Rasulullah memberi wasiat kepadaku agar aku berpuasa 3 hari setiap bulan, mendirikan shalat Dhuha 2 raka’at dan shalat witir sebelum aku tidur” (HR. Bukhori)

8. Diberi petunjuk dan kekuatan oleh Allah SWT

Orang yang melaksanakan shalat witir akan senantiasa merasa kuat dalam menghadapi cobaan di dunia ini dan doanya akan senantiasa di dengar oleh Allah SWT. Allah SWT senantiasa memberi petunjuk bagi umatnya yang menjalankan perintahnya serta melakukan apa yang dia cintai. Pada saat shalat witir, ada doa qunut yang bisa kita baca sebagai permohon petunjuk dan keselamatan kepada Allah SWT. Berikut adalah doa qunut yang bisa dibaca saat melaksanakan shalat witir

اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكَافِرِيْنَ مُلْحِقٌ،
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ، وَنَسْتَغْفِرُكَ، وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ، وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ، وَنَخْضَعُ لَكَ، وَنَخْلَعُ مَنْ يَكْفُرُكَ

“Ya Allah, kepada-Mu kami beribadah, untuk-Mu kami melakukan shalat dan sujud, kepada-Mu kami berusaha dan bersegera (melakukan ibadah). Kami mengharapkan rahmat-Mu, kami takut kepada siksaan-Mu. Sesungguh-nya siksaan-Mu akan menimpa pada orang-orang kafir. Ya Allah, kami minta pertolongan dan memohon ampun kepada-Mu, kami memuji kebaikan-Mu, kami tidak ingkar kepada-Mu, kami beriman kepada–Mu, kami tunduk kepada-Mu dan meninggalkan orang-orang yang kufur kepada-Mu.”

Demikian ulasan tentang sholat witir, doa sholat witir, tata cara sholat witir dan makna doa sholat witir. Dengan memahaminya dan bisa mengamalkannya dengan baik, semoga Anda menjadi kekasih Allah, karena uma muslim yang rajin mengerjakan sholat witir adalah kekasih Allah.

Tinggalkan komentar