50+ Peribahasa Jawa Lengkap beserta Artinya

500+ Contoh Peribahasa Indonesia atau Jawa Lengkap beserta Artinya

Apa itu kata Peribahasa? Apakah Anda tahu arti peribahasa? Disisni kami sebagai admin ingin membahas tenteng peribahasa berikut adalah pengertian peribahasa, fungsi dari peribahasa, macam-macam peribahasa beserta contohnya.

Dalam kehidupan kita sehari-hari tanpa kita sadari sebenarnya kita sering menggunakan peribahasa saat berbicara. Mungkin tidak semua orang mengetahui dan menyadari peribahasa yang kita gunakan. Mengapa demikian, karena peribahasa memiliki beberapa fungsi yang sangat berguna untuk menerangkan beberapa keadaan dan biasanya peribahasa ini akan Kamu pelajari di sekolah dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

Bagi sebagian orang mempelajari peri bahasa ini termasuk sulit tapi perlu anda ketahui sebenarnya hal ini mudah untuk dipelajari, asalkan Kamu mengetahui konsep dasarnya dengan kamu menegerti konsep dasarnya maka kamu akan mudah mengenali apakah itu peri bahasa atau tidak dan Anda bisa membuat contoh dari berbagai peribahasa baik itu untuk tugas sekolah, saat membuat suatu cerita, atau saat berbicara.

Pengertian Peribahasa

Dibawah ini merupakan beberapa pengertian peribahasa yang kami kumpulkan dari beberapa sumber terpercaya:

  1. Menurut web terpercaya yang kebanyakan kontennya tembus di page pertama ya web yang bernama Wikipedia, web ini menyatakan tentang pengertian Peribahasa. Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang menyatakan suatu maksud, keadaan seseorang, atau hal yang mengungkapkan kelakukan, perbuatan atau hal mengenai diri seseorang. Cakupan peribahasa adalah ungkapan, pepatah, perumpamaan, ibarat/tamsil, semboyan, bidal/pameo
  2. Pengertian peribahasa dapat diartikan sebagai ungkapan yang secara tidak langsung, namun tersirat menyampaikan suatu hal yang dapat dipahami pembaca atau pendengarnya. Sedangkan menurut Kamus Linguistik peribahasa adalah penggalan kalimat yang telah membeku bentuk, makna, dan fungsinya dalam masyarakat.
  3. Peribahasa merupakan kelompok kata yang mempunyai susunan yang tetap dan mengandung pengertian tertentu seperti; bidal, pepatah. Beberapa peribahasa merupakan perumpamaan yaitu perbandingan makna yang sangat jelas karena ia didahului oleh perkataan seolah-olah, ibarat, bak, seperti, laksana, macam, bagai dan umpama.
  4. Peribahasa merupakan ungkapan yang bersifat tidak langsung namun secara tersirat menyampaikan suatu hal yang dapat dipahami oleh pendengarnya atau pembacanya karena sama-sama hidup dalam ruang lingkup budaya yang sama.
  5. Menurut Kamus Fajar Malaysia, peribahasa ialah patah-patah kata , rangkai kata atau ayat yang telah sedia tersusun tetap dengan maksud tertentu.
  6. Menurut Za’ba dalam bukunya Ilmu Mengarang Melayu mentakrifkan peribahasa sebagai susunan cakap pendek atau ringkas yang telah melekat dimulut orang ramai semenjak beberapa lama oleh sebab ianya menarik didengar , penggunaan perkataan yang bijak dan mempunyai maksud yang luas. Beliau juga telah menyatakan bahawa bidalan , pepatah , perbilangan dan perumpamaan mempunyai maksud yang sama dengan peribahasa.

Jenis-Jenis Peribahasa

Peribahasa dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu peribahasa yang memiliki arti lugas dan peribahasa yang memiliki arti simbolis. Peribahasa yang memiliki arti lugas terdiri dari dua jenis, yaitu bidal dan pepatah, sedangkan peribahasa yang memiliki arti simbolis, yaitu perumpamaan.

Peribahasa memiliki beberapa macam atau jenis yang bisa kalian lihat seperti dibawah ini:

Ungkapan

Ungkapan adalah kalimat yang bersifat kiasan yang menjelaskan tentang keadaan atau sifat seseorang yang dinyatakan dengan pepatah atau beberapa patah kata.

Contohnya:

panjang tangan.

besar kepala.

kabar angin dan lain-lain.

Pepatah

Pepatah adalah salah satu jenis dari peribahasa yang mengandung nasehat dari orang-orang tua dan biasanya peribahasa jenis ini digunakan dalam mematahkan lawan bicara, peribahasa jenis pepatah memiliki isi yang ringkas, bijak dan seolah-olah diucapkan untuk mematahkan/mematikan ucapan orang lain.

Contohnya:

biar lambat asal selamat.

sedikit-demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.

biar lambat asal selamat.

kecil-kecil cabai rawit.

bagai kejatuhan bulan dan lain-lain.

 

Perumpamaan

Peribahasa dalam bentuk perumpamaan, ungkapannya mengandung arti simbolik, Perumpamaan adalah jenis peribahasa yang berisikan kata-kata yang mengungkapkan keadaan atau tingkah laku seseorang dengan mengambil perbandingan dari alam sekitar dan biasanya dimulai dengan kata seperti, bagai atau bak.

Contohnya:

bagai harimau menyembunyikan kuku.

bagai pinang dibelah dua.

datar bak lantai papan.

licin bak dinding cermin.

 

Ibarat/Tamsil

Ibarat atau tamsil adalah jenis peribahasa yang berupa kalimat kiasan yang sering menggunakan kata ibarat yang tujuannya untuk membandingkan suatu perkara atau hal.

Contohnya: Tua-tua keladi makin tua makin jadi

Semboyan

Semboyan adalah kumpulan kata, kalimat atau frasa yang digunakan sebagai prinsip atau pedoman.

Contohnya:

Rajin pangkal pandai.

bersih pangkal sehat.

hemat pangkal kaya.

Bidal/Pameo

Bidal atau pameo adalah jenis peribahasa yang terkandung didalamnya sindiran, ejekan, dan juga peringatan, peribahasa jenis bidal memiliki rima dan irama, seringkali digolongkan kedalam bentuk puisi.

Contohnya:

bagai kerakap di atas batu.

hidup segan mati tak mau.

Hidup segan mati tak mau.

malu bertanya sesat dijalan.

bagai kerakap di atas batu.

 

Ciri-ciri Peribahasa

Dalam peribahasa terdapat ciri-ciri yang dapat dilihat sebagaimana penjelasan dibawah ini.

  • Struktur susunannya tetap yang memiliki arti kata-kata yang dalam peribahasa sudah pasti dan tidak dapat diubah.
  • Biasanya digunakan untuk menyindir atau memperindah bahasa.
  • Kata-kata yang dipakai teratur, enak didengar dan mempunyai makna.
  • Dibuat atau diciptakan berdasarkan pandangan dan perbandingan yang sangat teliti terhadap alam dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.
  • Peribahasa dibentuk dengan ikatan bahasa yang padat dan indah sehingga akan melekat dimasyarakat hingga turun temurun.

 

Contoh Peribahasa dan Artinya

Pasti sudah familiar dengan peribahasa dalam bahasa Indonesia, karena itu termasuk diajarkan pada saat berada di bangku sekolah, tapi bagaimana dengan peribahasa dalam bahasa Jawa? Mungkin belum banyak di antara kamu yang terbiasa apalagi memahami maknanya.

Meskipun terlihat sederhana peribahasa Jawa ternyata sngat padat akan makna yang mendalam, banyak nasihat tentang kehidupan yang bisa kamu pelajari dan terapkan dari beberapa peribahasa Jawa, yang mungkin pernah sesekali terdengar di telinga. oleh karenaitu yuk baca dan resapi pasti bisa membantumu menjalani hidup dengan lebih baik lagi.

Berikut ini kami sertakan beberapa contoh dari peribahasa dan artinya:

1. Adigang, adigung, adiguna (Memiliki kekuatan, kedudukan serta kepandaian)

Tidak semua orang diberikan dengan kekuatan, kedudukan dan kepandaian sekaligus, oleh sebab itu, jika kamu termasuk mempunyai ketiganya pantas kalau dirimu bersyukur serta tidak menyombongkan apa yang kamu miliki.

Dengan demikian hidupmu akan berjalan dengan mudah Asalkan selalu ingat terhadap yang pemberi rezeki tersebut, bahwa apa yang kamu miliki tersebut, semata-mata dari sang pencipta yakni Allah SWT olehsebab itu gunakan pemberian tersebut untuk kepentingan semua orang.

Kamu wajib berbagi Pemberian itu dengan orang lain, misalnya seperti mempergunakan kekuatan serta kedudukan untuk menolong sesama yang membutuhkan, dan tidak menyalahgunakan kepandaiannya untuk pribadi melainkan untuk semua orang yang membutuhkan Itulah yang patut disebut hidupmu bermanfaat.

 

  1. Ada udang dibalik batu artinya adalah Ada suatu maksud tersembunyi
  2. Ada gula ada semut artinya adalah dimana ada kesenangan disitu banyak orang datang
  3. Bagai air di daun talas artinya adalah Orang yang tidak punya pendirian, selau berubah-ubah
  4. Air beriak tanda tak dalam artinya adalah Orang yang banyak bicara biasanya tidak banyak ilmunya
  5. Bagai ayam kehilangan induk artinya adalah Bercerai berai karena kehilangan tumpuan
  6. Bagai makan buah simalakama artinya adalah Seseorang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit dipilih
  7. Tong kosong nyaring bunyinya artinya adalah Orang bodoh biasanya banyak bicaranya
  8. Anjing menggonggong, khalifah berlalu artinya adalah Walaupun banyak halangan dalam usaha kita, kita tidak boleh berputus asa
  9. Seperti katak dalam tempurung artinya adalah Orang yang tidak banyak pengetahuan
  10. Besar pasak daripada tiang artinya adalah Banyak pengeluaran daripada pemasukan/pendapatan
  11. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing artinya adalah Bersama-sama dalam suka dan duka, baik dan buruk sama-sama ditanggung
  12. Bermain air basah, bermain api hangus artinya adalah Setiap usaha/pekerjaan pasti ada resiko/susahnya
  13. Belum beranak sudah ditimang artinya adalah Belum berhaisl tetapi sudah bersenang senang lebih dulu
  14. Belum bertaji hendak berkokok artinya adalah Belum berilmu/kaya/berkuasa sudah menyombongkan diri
  15. Bagai kacang lupa akan kulitnya artinya adalah Orang  yang tidak tahu diri, lupa asalnya
  16. Bagai duri dalam daging artinya adalah Selalu tidak menyenangkan hati dan menggangu pikiran
  17. Tak ada gading yang tak retak artinya adalah tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya
  18. Bagaikan api dalam sekam artinya adalah perbuatan jahat yang tak tampak
  19. Sedikit-demi sedikit lama-lama menjadi bukit artinya adalah Sedikit demi sedikit lama-lama akan banyak
  20. Bagai pinang dibelah dua artinya adalah Seseorang yang kembar/sama sifat dan karakternya
  21. Tak ada rotan akar pun jadi artinya adalah Apabila yang baik tidak ada, maka yang kurang baik juga bisa dimanfaatkan

 

 

Contoh Peribahasa Bahasa Jawa Dan Artinya

  1. Ana udang mburi watu kasebut tegese ana motif uling
  2. Ana gula lan semut tegese manawa seneng-seneng akeh wong sing padha teka
  3. Kaya banyu ing godhong telang ateges wong sing ora duwe pikiran, mesthi owah
  4. Banyu sing sempet tanpa tandha tegese wong sing ngobrol akeh biasane ora duwe pengetahuan akeh
  5. Kaya pitik wong kelangan wong tuwa tegese megat amarga kelangan alas
  6. Kaya mangan woh simalakama tegese ana wong sing ngadhepi rong pilihan sing angel dipilih
  7. Burung kendang keprungu swara tegese wong bodho biasane omong-omongan
  8. Ngalahake asu, khalifah liwati tegese saliyane akeh alangan ing usaha kita, kita kudu ora kentekan niat
  9. Kaya kodhok ing cangkang tegese wong sing ora akeh pengetahuan
  10. Gede pasak tinimbang cagak tegese luwih akeh biaya tinimbang penghasilan / penghasilan
  11. Bobot ditanggung, entheng padha lan digadhang tegese bareng-bareng ana kabungahan lan sedhih, sing apik lan sing ala uga padha ditanggung
  12. Muter banyu udan, muter geni sing murub ateges kabeh gaweyan / gaweyan kudu ana resiko / kesulitan
  13. Wis ora duwe anak, tegese ora omah-omah nanging seneng-seneng
  14. Ora bertaji pengin kluruk tegese durung ngerti / sugih / kuwasa wis gumunggung
  15. Kaya kacang lali kulit tegese wong sing ora ngerti awake dhewe, lali asal-usule
  16. Kaya eri ing daging tegese mesthi ora kepenak lan ngganggu pikiran
  17. Ora ana gadhing sing ora retak, tegese ora ana apa-apa tanpa cacat
  18. Kaya geni ing kandhang iki ateges ora katon ala
  19. Ora sethithik dadi bukit tegese sethithik bakal entuk akeh
  20. Kaya areca sing dibagi, tegese wong sing kembar / nduweni sifat lan karakter sing padha
  21. Ora ana root rotan supaya tegese yen ora ana kabecikan, mula kurang apik uga bisa digunakake

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!