Contoh Pidato Bahasa Indonesia Lengkap dengan Berbagai Tema

pidato bahasa indonesia
pidato bahasa indonesia

Pidato Bahasa Indonesia – Pada kesempatan kali ini kami Tim penulis syahrulanam.com akan mengulas berbagai macam contoh pidato bahasa indonesia lengkap dengan berbagi tema, nah apa saja kah yang kita akan bahas? ya muli dari apa itu pidato, tujuan pidato, setelah itu masuk kepembahasan inti yakni pidato bahasa indonesia. 

Ada juga yang mengartikan pidato adalah kegiatan berbicara di depan umum untuk menyampaikan uraian atau pendapat yang dilakukan oleh seseorang secara lisan mengenai sesuatu hal atau masalah dengan menggunakan kalimat yang jelas di hadapan orang banyak pada waktu tertentu.

Apa itu pidato? pidato merupakan sebuah keahlian speaking, dalam arti luas pidato adalah suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai untuk menyampaikan pernyataan, gagasan, ide, petunjuk, atau nasehat, dengan susunan kata yang baik.

 

Pidato Bahasa Indonesia

Pidato pada umumnya dilakukan oleh seseorang yang dianggap penting untuk menyampaikan pernyataan atau pandangan mengenai suatu hal dengan cara berorasi contohnya; pidato sambutan acara, pidato memperingati hari besar, pidato kenegaraan, Pidato hari Pahlawan, pidati pendidikan dan masih banyak lainnya.

Contoh Pidato Tentang  Cita-cita

pidato bahasa indonesia
pidato bahasa indonesia tentang cita-cita

Yang terhormat, Ustadz wa ustadzah, yang terhormat juri SMPIT Al bashiroh yang saya cintai teman – teman semua.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pertama-tama marilah kita panjatkan rasa puji syukur kehadirat Tuhan yang maha Esa yang telah memberikan kita segenap rahmat sehingga kita masih diberikan kesehatan dan kedamaian. Yang kedua kalinya sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, nabiyullah Muhammad SAW, keluarganya serta sahabatnya.
Ibu/Bapak Guru dan teman – teman yang saya cintai..
Pada kesempatan ini, perkenankan saya menyampaikan pidato singkat ini tentang “cita-cita”
Ibu/Bapak guru dan teman -teman setiap manusia tentunya memiliki cita-cita, dan untuk dapat mewujudukan cita-cita tersebut tentunya tidaklah mudah semudah membalikan telapak tangan. Dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan serta tenaga yang cukup besar, Serta keinginan yang sangat besar dan dorongan kuat dari dalam hati kita sendiri.

Ibu/Bapak Guru dan teman-teman yang saya cintai..
Dalam proses kehidupan tidak ada satupun hal yang sifatnya instan, begitu juga dengan mengejar cita-cita. Banyak jalan yang harus kita lalui dalm mewujudkan cita cita tersebut. Tidak sedik jalan terjal yang harus kita lalui.

Ibu/Bapak Guru dan teman-teman yang saya cintai..

Selagi kita mau bersungguh-sungguh, maka tidak ada yang tidak mungkin. Marilah kita tetap fokus dengan tujuan awal kita. Apapun yang kita cita-citakan pasti akan terwujud bila kita mau berusaha dengan sepenuh hati untuk meraihnya.
Ibu/Bapak Guru dan teman-teman yang saya cintai…
Ada 3 kunci keberhasilan yang masyhur dipesantren – pesantren
1. Man Jadda Wajada (siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
2. Man Shobaro Zafiro (siapa yang bersabar akan beruntung)
3. Man Saa’ala Darbi Washola (siapa yang berjalan di jalurnya akan sampai)
Seperti pepatah lama “Bermimpilah setinggi langit hingga engkau meraihnya, meskipun engkau terjatuh, terjatuhlah diantara awan – awan putih.

Ibu/Bapak Guru dan teman-teman yang saya cintai..

Mari kita pergunakan waktu kita dengan sebijak mungkin. Jangan menyia-nyiakan waktu kita untuk hal-hal yang tidak ada gunananya. Mari memfokuskan diri untuk mewujudkan semua impian kita karena dengan begitu kita akan terahkan pada jalan yang benar untuk merealisasikan harapan kita.

Demikian, sedikit pesan yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga dapat memberikan manfaat, yang termaktub dalam QS. Al-Isra’ Ayat 80, yang artinya :
Ya Tuhan- ku, masukkanlah aku secara masuk yng benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku sisi engkau kekuasaan yang menolong.
(QS. Al Isra’ : 80

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Contoh Pidato Tentang Birrul Walidain

pidato bahasa indonesia
pidato bahasa indonesia tentang birrul walidain

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

حمداً لله، وصلاةً وسلاماً على نبيه وآله وصحبه ومن والاه، وعلى كل من اهتدى بهداه. أما بعد

Hamdal-lillaah, wa shalaatan wa salaaman ‘alaa nabiyyihi wa aalihi wa shahbihi wa man waalah, wa ‘alaa kulli manih-tadaa bihudaah. Amma ba’du.

Bapak-bapak, ibu-ibu, dan teman-teman sekalian, pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menyampaikan salah satu hal yang menjadi kewajiban kita semua. Yaitu berbakti kepada orang tua.

Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban setiap muslim dan muslimah, mulai anak-anak sampai orang dewasa. Kewajiban itu telah Allah perintahkan sebagaimana firman-Nya dalam Kitabullah yang mulia :

Kita diwajibkan menghormati mereka, tidak menyusahkan mereka, serta tidak melawan mereka. Bahkan,….kita diharamkan untuk berkata “ah” kepada orang tua apabila diperintah mengerjakan sesuatu. Allah telah berfirman dalam QS. Al-Israa ayat 23 yang bunyinya :

فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا

Falaa taqul-lahumaa uffin walaa tanhar humaa wa qul-lahumaa qaulan-kariima

“Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia”.

Bapak-bapak, ibu-ibu, dan teman-teman sekalian dapat memperhatikan ayat yang telah saya bacakan barusan. Jika perkataan “ah” saja tidak diperbolehkan, maka bagaimana halnya jika kita mengatakan kata-kata kasar terhadap ibu dan bapak kita ?  Atau bahkan memukul mereka ? Kita tidak boleh mencontoh perilaku orang-orang kafir yang sering muncul di tivi-tivi dan di majalah-majalah yang menyebutkan kedurhakaan mereka terhadap orang tua.

Islam adalah agama yang mulia yang mengajarkan sopan-santun terhadap orang tua. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan sebagai bentuk pengamalan kita berbakti kepada orang tua. Diantaranya adalah :

  1. Menuruti perintah orang tua.Tidak boleh membangkang dan tidak boleh bandel. Kalau kita diperintah untuk shalat, cepat-cepat kita mengerjakan shalat. Kalau kita diperintah untuk belajar, ya cepat-cepat belajar.
  2. Membantu pekerjaan orang tua di rumah. Misalnya : kalau kita melihat lantai rumah belum disapu, lekas saja kita sapu. Apabila bangun tidur, jangan langsung pergi kel luar kamar sebelum membereskan tempat tidur. Kita tidak boleh merepotkan ibu dan bapak kita. Kita harus membantu mereka sebisa kita.
  3. Berkata dengan baik dan sopan. Bagi teman-teman yang biasa memakai bahasa Jawa, jangan memakai bahasa Ngoko. Tapi pakailah bahasa kromo inggil.
  4. Belajar yang rajin agar menjadi anak yang pinter. Orang tua kita pasti senang jika melihat kita menjadi anak yang rajin dan pintar. Membuat senang orang tua juga merupakan perbuatan berbakti kepada orang tua.
  5. Ini yang tidak kalah penting : Beribadah yang rajin dan selalu mendoakan mereka. Teman-teman hafal tidak doa yang diajarkan ibu guru kita di sekolah ? Itu lho :

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Rabbanagh-firlii wa liwaalidayya wa lil-mukminiina yauma yaquumul-hisaab

“Ya Rabb kami, berikanlah ampunan kepadaku dan kedua orang tuaku serta sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”  (diambil dari QS. Ibrahim : 41).

Pak ustadz juga bilang, kita tidak boleh durhaka kepada orang tua kita, lebih-lebih pada ibu kandung kita. Haram hukumnya. Ibu lah yang telah mengandung kita, membawa kita kemanapun ibu kita pergi. Ibu kita telah mempertaruhkan nyawanya ketika melahirkan kita di bu bidan. O, iya,….saya ingat perkataan pak ustadz bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh salah seorang shahabat : “Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali ?”. Rasulullah menjawab : “Ibumu”. Orang tersebut mengulang sampai tiga kali. Rasulullah memberi jawaban yang sama : “Ibumu”. Baru kemudian beliau menjawab : “Bapakmu”.

Makanya teman-teman,…..jangan nakal ya sama ibu kita.

Bapak-bapak, ibu-ibu, dan teman-teman yang saya cintai,….kiranya apa yang saya sampaikan tentang Berbakti kepada Orang Tua saya cukupkan sampai di sini. Sebagai penutup, akan saya sampaikan sebuah hadits dimana Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الْوَالِدِ وَسُخْطُ الرَّبِّ فِي سُخْطِ الْوَالِدِ

Ridlar-rabbi fii ridlal-waalidi, wa sukhthur-rabbi fii sukhthil-waalidi

“Ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua, dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua”.

 

Wa shallallaahu wa sallama ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’iin. Wal-hamdulillaahi rabbil-‘aalamiin. Wassalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

 

Tinggalkan komentar