Contoh Majas Simile

Tahukan kamu didalam kehidupan sehari-hari ini kita sering sekali menjumpai orang yang mengungkapkan perkataannya dengan menggunakan majas.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kata majas atau perumpamaan sering dipakai dalam kehidupan kita hal ini bertujuan untuk mengungkapkan, melukiskan sebuah pemikiran dalam sebuah kata-kata yang disususn menjadi sebuah kalimat.

Salah satu majas yang digunakan untuk mengartikan sebuah perbandingan antara suatu hal dengan hal lainnya adalah majas simile karena majas simile ini berfungsi untuk membandingkan suatu hal.

Pengertian Majas Simile

pengertian-majas-simile

Ada yang tahu tidak apa itu majas simile? majas simile mrupakan majas perumpamaan, simile adalah majas yang menggunakan jata pembanding langsung untukk menyatakan suatu hal lain sehingga jelas maksudnya.

Majas simile melakukan perbandingan secara langsung atau eksplisit dengan menggunakan kata penghubung penunjuk seperti: laksana, bagaikan, bak, mirip seperti dan lain sebagainya.  Senada dengan pendapat tersebut.

 

Pengertian Majas Simile menurut Para Ahli

Menurut Nurgiyantoro (2017: 219) mengemukakan simile adalah majas yang mempergunakan perbandingan eksplisit atau langsung untuk membandingkan sesuatu yang dibandingkan dengan pembandingnya.

Fungsi Majas Simile

Fungsi-Majas-simile

Majas simile berfungsi untuk membantu menggambarkan satu hal dengan membandingkannya dengan hal lain apabila dilihat tidak ad hubungannya. Misalnya, ketika ada sebuah kalimat menggunakan perumpamaan, “Hidup itu seperti api yang menyala”.

Dari kutipan diatas tentunya kalimat tersebut mengandung majas yang berniat untuk menunjukkan bagaimana kehidupan itu banyak hal yang harus kita bantu.

Sebagaimana hidup, manusia tidak akan tahu apa yang akan didapatkan jika tidak berusaha mencoba bermanfaat untuk sekitarnya.

Berikut adalah fungsi lain dari simile:

  • Sebagai perbandingan suatu hal dengan hal lainnya
  • Untuk membuat sesuatu hal yang dibandingkan menjadi jelas atau mudah dimengerti
  • Menyampaikan gambaran seseorang agar bisa dibaca dan difahami.
  • Membuat karya sastra menjadi menarik dan nyaman dibaca
  • fungsi terakhir adalah sebagai cara untuk menyampaikan candaan dalam sebuah bacaan

Ciri-Ciri Majas Simile

ciri-ciri-majas-simile

Keberadaan majas simile dalam sebuah karya sastra merupakan salah satu cara yang bagus untuk membuat tulisan lebih menarik dan berkesan.

Sehingga tidak jarang para penulis sering menggunakan majas simile untuk memperkenalkan gambar-gambar konkret tentang konsep abstrak ke dalam tulisannya.

mungkin banyak yang bertanya-tanya lalu seperti apakah ciri-ciri dari simile itu sebenarnya?

Berikut diantara cirinya:

1. Menggunakan kata-kata yang berlebihan

Simile sering menggunakan kata-kata yang melebih-lebihkan sesuatau untuk penekanan yang disampaikan.

Contohnya, “Dia menangis secepat hujan seperti air terjun ”.

Dalam kalimat tersebut, penulis tidak menyarankan bahwa subjek sebenarnya menangih seperti hujan, tetapi menggunakan perumpamaan hiperbolik untuk membuat perbandingan dan membuat deskripsi yang menarik.

2. Menggunakan Kata-kata Kiasan

Simile adalah salah satu unsur sastra yang bagus untuk membumbui sebuah kalimat dalam narasi atau ucapan yang bagus untuk menyentuh pembaca dan pendengar.

 

3. Memnggukan Kata Perbandingan

Ciri dari simile selanjutnya yang sangat bisa dikenali pada umumnya adalah menggunakan kata-kata yang mengandung majas sebagai bentuk perbandingan suatu hal dengan hal lainya.

4. Ada Kata Hubung yang Menunjukkan Perumpamaan

Sesuai yang sudah dijelaskan diatas, bahwa simille menggunakan kata hubung untuk membandingkan suatu hal, ciri dari kalimat atau ucapan yang mengandung simile bisa diketahui dengan kata hubungnya, baik itu menggunakan kata “seperti, laksana, layaknya” dan sebagainya,

 

Contoh Majas Simile

contoh-majas-simile

Contoh dari majas simile diantarnya sebagai berikut ini:

  1. Hidupku terasa indah semenjak mengenal dia begitu berwarna seperti pelangi
  2. Wajah adikku benar-benar cantik bagaikan bunga mawar
  3. Tubuh penari Jaipong itu sangat gemulai bagaikan karet
  4. Persahabat kami layaknya rantai yang sangat kokoh
  5. Aku dan kakakku seprti tikus dan kucing jika bertengkar
  6. Gerakanmu snagat lambat seprti kura-kura yang tengah bermlas-malasan
  7. Omonganmu setiap hari seperti tong kosong nyaring bunyinya setiap
  8. Wajah Rara begitu cantik seperti mentari yang bersinar terang dipagi hari
  9. Cinta kita akan abadi seperti kisah Romeo dan Juliet
  10. Jika berada di Sidoarjo, sangatlah panas layaknya panas api neraka
  11. Ayahku jika marah bagaikan singa yang mengaung
  12. Suasana kelasku ramai sekali seperti pasar yang penuh dengan pembeli
  13. Tubuh Diki gendut sekali layaknya gentong air
  14. Badannya besar sekali seperti raksasa
  15. Kulitku lembut sekali bagaikan kapas
  16. Rumahnya Sinta kecil sekali seperti rumah keong
  17. Pagi hari aku berlari cepat seperti kelinci yang berburu mangsa
  18. Kata-katamu sungguh kasar sekali hatiku soperti disayat-sayat pisau
  19. Jidat adekku lebar sekali seperti lapangan bola
  20. Kalian berdua bagaikan langit dan bumi yang tidak bisa bersatu
  21. Cuaca hari ini dingin sekali ibarat hidup dikutub saja
  22. Sinta begitu manja sekali ke ibu kandungnya bak putrid raja
  23. Kulit wajah ibukku halus sekali seperti kulit bayi
  24. Perkataan dia sejuk sekali seperti embun dipagi hari
  25. Senyuman wanita itu sungguh menawan bagaikan bunga yang bermekaran

Contoh Majas Simile dalam Sebuah Paragraf

Contoh dari majas simile diantarnya sebagai berikut ini:

  1. Hidupku terasa indah semenjak mengenal dia begitu berwarna seperti pelangi. Dia selalu membuatku tersenyum setiap harinya. Kita saling mencintai dan menyayangi satu sama laian. Cinta kita akan abadi seperti kisah Romeo dan Juliet.
  2. Wajah Rara begitu cantik seperti mentari yang bersinar terang dipagi hari. Wajahnya benar-benar cantik bagaikan bunga mawar. Semua lelaki di desa mengaguminya. Bahkan banyak lelaki yang mau meminang adikku ini. Tetapi adikku tidak mengumbar-umbar kecantikannya.
  3. Persahabat kami layaknya rantai yang sangat kokoh. Walaupun pernah bertengkar sangat hebat bahkan tidak menyapa tetapi kita kembali lagi. Kuncinya adalah satu saling memaafkan dan menerimanya kembali.
  4. Omonganmu setiap hari seperti tong kosong nyaring bunyinya. Berbicara yang tidak ada gunanya bagaikan orang yang tidak ada otaknya. Sukanya hanya membicara keburukan orang lain. Itu merupakan hal yang tidak baik dan berdosa.
  5. Kakak laki-lakiku sering sekali menggodaku bahkan sampai aku menangis tersedu-sedu. Dia melihatku hanya tertawa seakan senang sekali melihat adiknya yang tengah bersedih. Aku dan kakakku seperti tikus dan kucing jika bertengkar karena tak ada habisnya.
  6. Namanya Diki umurnya 17 tahun. Tubuh Diki gendut sekali layaknya gentong air badannya besar seperti raksasa. Ia dijuluki temannya si gendut yang suka makan setiap hari tiada hentinya.
  7. Kata-katamu sungguh kasar sekali hatiku seperti disayat-sayat pisau. Padahal aku tidak melakukan kesalahan tetapi kamu hina aku hingga seperti ini. Semoga kamu dibukakakn pintu oleh Tuhan agar engkau tahu siapa yang berbuat setega itu kepadamu.
  8. Hubungan ini memang awalnya tidak boleh untuk diteruskan karena kamu sudah mempunyai pasangan. Tetapi berkat cinta kita berdua yang sama-sama besar kita terus bersama walaupun kami berdua bagaikan langit dan bumi yang tidak akan bisa bersatu.
  9. Sinta begitu manja sekali ke ibu kandungnya bak putri raja. Setiap bangun tidur tidak pernah merapikan baju. Bahkan untuk makan saja dia minta disuapin ibunya. pekerjaannya hanya tidur dan merias diri saja.
  10. Senyuman wanita itu sungguh menawan bagaikan bunga yang bermekaran. Sampai-sampai aku tidak bisa tidur membayangkan senyuman itu. Aku tidak tahu siapa nama wanita itu. Yang kukenal hanya senyum dan tatapan matanya yang tajam seperti kelelawar memburu mangsanya.
  11. Kulit wajah ibukku halus sekali seperti kulit bayi. Padahal ibuku tidak pernah perawatan kecantikan dimana-mana. Mungkin berkat air wudhu yang selalu ibu jaga dikala keluar rumah. Tetapi aku juga tidak kalah dnegan ibuku kulitku juga lembut sekali bagaikan kapas.
  12. Hari ini Doni melihat pertunjukkan dideket rumahnya. Di pertunjukkan tersebut terdapat berbagai tarian daerah. Salah satu yang disukainya adalah tari jaipong karena tubuh penari Jaipong itu sangat gemulai bagaikan karet.
  13. Setipa hari aku mendengar perkataan dia sejuk sekali seperti embun dipagi hari. Suaranya yang merdu dank has sudah hafal ditelingaku walaupun jaraknya jauh sekaligus. Bahkan ketika aku tidak sadar kalau dia sudah meninggalkanku selama-lamanya.
  14. Aku kemarin sore bermain dirumahnya Sinta. Rumahnya Sinta kecil sekali seperti rumah keong. Walaupun begitu aku sangat nyaman berada dirumahnya karena keluarganya yang sangat ramah terhadapku.
  15. Aku tidak pernah melihat ayah marah setiap harinya tetapi jika sudah marah bagaikan singa yang mengaung. Aku ketakutan sekali, bahkan ibupun bersembunyi dibali kamar kecilnya.
  16. Suasana kelasku ramai sekali seperti pasar yang penuh dengan pembeli. Teman-teman pada berbicara sendiri bahkan gurunyapun yang sedang menerangkan pelajaran tidak ada yang menghiarukannya.

 

Contoh Majas Simile dan Penjelasannya

  1. Engkau laksana bulan ( nah pada kalimat disamping kata laksana sebagai penanda majas simile)
  2. Kenakangn bersamamu bagaikan

 

 

 

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!