30+ Pembahasan Frasa Lengkap, Pengertian, ciri, jenis serta Contohnya

Pembahasan Frasa Lengkap, Pengertian, ciri, jenis serta Contohnya, kali ini kami akan membahas frasa secara lengkap dan mudah dipelajari.

frasa merupakan materi dari pelajaran bahasa indonesia, dan sering sekali muncul didalam soal. oleh karena itu sangat penting jika anda mempelajari materi frasa ini, terutama untuk kalian yang sedang belajar di jurusan kebahasaan.

Langsung saja tanpa panjang lebar silahkan simak ulasan dibawah ini.

Pengertian Frasa

Farsa atau yanag sering disebut dengan Frase adalah sebuah istilah yang sering kita temui didalam atmosfir disiplin ilmu kebahasaan “lingistik”.

Fara adalah salah satu satuan linguistik yang berada ditataran linguistik antara kata dan klausa, karena satuan linguistik yang lebih besar dari pada kata, dan lebih kecil dari sebuah klausa dan kalimat.

bingung kah? oke biar lebih mudah kami ulas lagi dengan bahasa yang lebih mudah.

Pengertian frasa secara umumnya adalah gabungan kata yang terdiri dari dua kata atau lebih yang memiliki satu makna gramatikal dalam arti adalah makna yang berubah ubah menyesuaaikan dengan konteks (frasa merupakan gabungan dari dua kata atau lebih yang menduduki satu fungsi kalimat, tapi tidak dapat membentuk sebuah kalimat yang sempurna kalimat tidak memiliki predikat)

Ciri-ciri Frasa

pada uraian dibawah ini kami akan paparkan beberapa ciri-ciri dari sebuah frasa:

  • farsa memiliki minimal dua kata atau lebih.
  • frasa memiliki fungsi gramatikal di dalam sebuah kalimat.
  • frasa mempunyai sifat nonpredikatif.
  • farasa hanya memiliki satu makna gramatikal
  • fungsi frasa pasti menyerupai kedudukan suatu kalimat

 Jenis-jenis Frasa

  1. Frasa biasa, frasa yang memiliki makna sebenarnya.
  2. Frasa verbal, yaitu frasa yang memiliki inti kata kerja dalam unsur pembentukannya serta dapat berfungsi sebagai pengganti kedudukan kata kerja dalam kalimat.
  3. Frasa Nominal, yaitu frasa yang memiliki inti kata benda dalam unsur pembentukannya serta dapat berfungsi sebagai pengganti dari kata benda.
  4. Frasa ajektiva, yaitu frasa yang memilik inti berupa kata sifat dalam unsur pembentukannya.
  5. Frasa preposisional, yaitu frasa yang menggunakan kata depan dalam unsur pembentukannya.
  6. Frasa Endosentris, yaitu frasa yang salah satu unsur atau keduanya merupakan unsur inti atau pusat.
  7. Frasa atribut, yaitu frasa yang unsur pembentukannya menggunakan diterangkan dan menerangkan atau menerangkan dan diterangkan
  8. Frasa apositif, yaitu frasa yang salah satu unsur pembentukannya dapat digunakan sebagai pengganti unsur inti.
    Frasa koordinatif, yaitu frasa yang unsur-unsur pembentukannya berperan sebagai unsur inti.
  9. Frasa Eksosentris, yaitu frasa yang pada salah satu unsurnya merupakan kata tugas.
  10. Frasa idiomatik, frasa yang mempunyai makna baru atau makna yang bukan sebenarnya (denotasi).
  11. Frasa ambigu
    Frasa ambigu merupakan frasa yang memiliki makna ganda dalam pemakaian kalimat.

Contoh Frasa

berikut ini kami telah rangkum berbagai contoh frasa hang lengkap beserta dengan jenisnya.

1. Frasa Setara dan Frasa Bertingkat
Suatu frasa disebut setara jika unsur penyusun nya mempunyai kedudukan yang sama atau setara.

Contoh: Saya dan adik makan-makan dan minum-minum di taman depan.

Frasa “saya dan adik” merupakan frasa sama, karena antara unsur “saya” dan unsur “adik” memiliki kedudukan yang setara atau tidak saling menjelaskan.

Demikian juga frasa “makan-makan” dan “minum-minum” termasuk frasa setara.

Frasa setara ditandai oleh adanya kata ‘dan‘ / ‘atau‘ di antara kedua unsur nya.

Selain frasa setara, ada pula frasa bertingkat. Frasa bertingkat merupakan frasa yang terdiri atas inti dan atribut.

Contoh: Kakak akan pergi nanti malam.

Frasa “nanti malam” terdiri atas unsur atribut dan inti.

2. Frasa Idiomatik
Perhatikan 2 kalimat dibawah ini:

(a) Dalam peristiwa kebakaran kemarin, seorang penjaga toko menjadi kambing hitam.

(b) Untuk menyelamati saudaranya, keluarga Pinto menyembelih seekor kambing hitam.

Kalimat (a) dan (b) menggunakan frasa yang sama, yaitu frasa ‘kambing hitam‘.

Pada kalimat (a) kambing hitam bermakna orang yang dipersalahkan dalam suatu kejadian, sedangkan dalam kalimat (b) bermakna seekor kambing yang mempunyai warna bulu hitam.

Artikel pendukung: Verba Transitif dan Intransitif Serta Contohnya

Makna kambing hitam di kalimat (a) tidak ada hubungannya dengan makna kata kambing dan hitam.

Nah frasa yang maknanya tidak bisa dijelaskan berdasarkan makna kata yang membentuknya dinamakan frasa Idiomatik.

Konstruksi Frasa
Frasa mempunyai 2 konstruksi, yaitu konstruksi endosentrik dan eksosentrik.

Perhatikan kalimat berikut: Kedua saudagar itu telah mengadakan jual beli.

1. Frasa Eksosentrik
Kalimat tersebut terdiri dari frasa ‘kedua saudagar itu’, ‘telah mengadakan’ dan ‘jual beli’. Menurut distribusi nya frasa ‘kedua saudagar itu’ dan ‘telah mengadakan’ adalah frasa endosentrik. Sedangkan frasa ‘jual beli’ adalah frasa eksosentrik.

Frasa kedua saudagar itu bisa diwakili kata saudagar. Frasa telah mengadakan juga bisa diwakili kata mengadakan.

Tetapi frasa jual beli tidak bisa diwakili oleh kata jual maupun beli, Karena kedua kata tersebut merupakan inti, sehingga mempunyai kedudukan yang sama.

Frasa yang distribusinya tidak sama dengan salah satu atau semua unsurnya disebut frasa eksosentrik.

2. Frasa Endosentrik
Meliputi 3 jenis yaitu:

Frasa Endosentrik yang Koordinatif: dihubungkan dengan kata “dan” dan “atau”. Contoh: Pintu dan jendela sedang dicat.
Frasa Endosentrik yang Atributif: tersusun dari unsur-unsur yang tidak setara. Contoh: Pekarangan luas yang akan didirikan bangunan itu milik Haji Manarul.
Frasa Endosentrik yang Apositif: secara semantik, unsur yang satu pada frasa endosentrik apositif mempunyai makna sama dengan unsur yang lain. Unsur yang dipentingkan merupakan unsur pusat, sedangkan unsur keterangan merupakan aposisi. Contoh: Arum, putri Pak Ruchan, berhasil menjadi pelajar teladan.
Kelas Frasa
Frasa terbagi jenisnya menjadi 6 kelas kata. Meliputi frasa benda, kerja, sifat, keterangan, bilangan, dan depan.

1. Frasa Benda atau Frasa Nomina
Frasa yang distribusinya sama dengan kata benda. Unsur pusat frasa benda, yaitu kata benda.

Contoh:

Bara menerima hadiah ulang tahun.
Bara menerima hadiah.
Alasannya karena frasa hadiah ulang tahu di kalimat distribusi sama dengan kata benda hadiah.

Baca juga: TEKS DESKRIPSI (Lengkap): Pengertian, Ciri, Struktur, Contoh

2. Frasa Kerja atau Frasa Verba
Frasa yang distribusinya sama dengan kata kerja atau verba.

Contoh: Arum sejak tadi akan menulis dengan pensil baru.
Disebabkan karena frasa akan menulis adalah kata kerja dan distribusinya sama dengan kata kerja menulis.

3. Frasa Sifat atau Frasa Adjektiva
Frasa yang distribusinya sama dengan kata sifat. Memiliki inti berupa kata sifat. Kesamaan distribusi tersebut bisa dilihat dari contoh frasa berikut.

Contoh:

Lukisan yang dipamerkan itu memang bagus-bagus.
Lukisan yang dipamerkan itu-bagus-bagus.
4. Frasa Keterangan atau Frasa Adverbia
Frasa yang distribusinya sama dengan kata keterangan. Umumnya inti frasa keterangan juga berupa kata keterangan dan dalam kalimat sering menduduki fungsi sebagai keterangan.

– Frasa keterangan sebagai keterangan
Frasa keterangan umumnya mempunyai keleluasan berpindah karena berfungsi sebagai keterangan. Sebab itu frasa keterangan bisa terletak di depan atau belakang subjek.

Contoh:

Tidak biasanya dia pulang larut malam
Dia tidak biasanya pulang larut malam
Dia pulang larut malam tidak biasanya
– Frasa keterangan sebagai keterangan pada kata kerja

Contoh: Saya tidak hanya bertanya, tetapi juga mengusulkan sesuatu

5. Frasa Bilangan atau Frasa Numeralia
Frasa yang distribusinya sama dengan kata bilangan. Biasanya frasa bilangan atau frasa numeralia dibentuk dengan menambahkan kata penggolong atau kata bantu bilangan.

Contoh: Tiga orang serdadu menghampirinya ke tempat itu.

6. Frasa Depan atau Frasa Preposisional
Frasa yang terdiri atas kata depan dengan kata lain sebagai unsur penjelas.

Contoh: Laki-laki di depan itu mengajukan pertanyaan kepada pembicara.

Frasa Yang Bersifat Ambigu
Ambiguitas kadang ditemukan dalam susunan frasa. Ambiguitas berarti kegandaan makna.

Contoh: Kambing hitam dan mobil tetangga baru.

Frasa kambing hitam bisa memiliki 2 makna yaitu kambing yang berbulu.

Frasa kambing hitam bisa memiliki 2 makna yaitu kambing yang berbulu hitam dan suatu ungkapan yang berarti orang yang dipersalahkan.

Frasa mobil tetangga baru juga bisa mempunyai 2 makna, yaitu yang baru adalah mobil dan yang baru adalah tetangganya (bukan mobilnya.

Frasa ambigu akan menjadi jelas ketika digunakan dalam kalimat.

Contoh Frasa terbaru

  1. Anna tengah belajar mengendarai kuda hitam itu.
  2. Meja hijau itu merupakan salah satu meja yang ada di restoran tersebut.
  3. Kambing hitam itu merupakan kambing milik Pak Hadi yang hendak dikurbankan pada Idul Adha tahun ini.
  4. Ibu membeli sayur bayam di tukang sayur langganannya.
  5. Ibu tengah mengupas buah mangga yang dia beli dari toko buah.
  6. Tangan kanan Andri terkilir saat bermain bulutangkis.
  7. Siang tadi, aku memakan hati ayam di rumah makan langgananku.
  8. Peternakan itu mempunyai banyak sapi perah di dalamnya.
  9. Permainan paralayang ini sungguh sangat menyenangkan, sampai-sampai aku menjadi lupa daratan karenanya.
  10. Karena kesal, Pak Baroto pun membanting tulang iga yang tengah disantapnya itu ke lantai.
  11. Setelah selesai menyantap perbekalan, kami pun lalu menggulung tikar yang sebelumnya telah kami bentangkan di atas permukaan tanah.
  12. Bayi itu masih saja terus menggigit jari tangannya.
  13. Bau kencur yang ada di dapur begitu menyengat dan tercium hingga ke ruang tamu.
  14. Ibu selalu menuruhku untuk mencuci tangan jika sudah selesai makan.
  15. Mantel itu dijahit oleh Ibu dengan menggunakan bahan benang merah.
  16. Pak Guru menyuruh kami untuk mengangkat tangan jika ada yang hendak kami tanyakan.
  17. Entah apa penyebabnya, tiba-tiba tulang punggungku ini terasa sangat sakit.
  18. Aku sangat suka memakai kemeja lengan panjang.
  19. Panjang tangannya melebih panjang tanganku.
  20. Aku tidak suka menyantap otak udang.
  21. Pak Farhan tengah menagih utang Budi yang belum juga lunas.
  22. Kaki tanganku terasa sangat pegal akibat terlalu keras berolahraga.
  23. Juki tengah menyantap roti buaya pemberian pamannya.
  24. Buah kersen itu masih hijau warnanya.
  25. Mobil merah itu merupakan mobil milik Pak Hartono.
  26. Pak Sujono menaiki mobil hitam yang baru dibelinya beberapa waktu yang lalu.
  27. Ibu membelikan adik sepatu baru yang dibelinya dari toko sepatu.
  28. Rumah mewah itu merupakan rumah milik Pak Susatyo.
  29. Mobil mewah itu dia beli dengan uang gajinya sendiri.
  30. Anak kucing itu berlarian ke sana kemari.
  31. Rully merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara.
  32. Dian adalah anak tunggal di keluarganya.
  33. Ani membelikan baju baru kepada adiknya.
  34. Andi disuruh mengangkat kakinya dari lantai oleh Ibu, karena lantai yang diinjak Andi akan dipel terlebih dahulu.
  35. Pak Guru memperkenalkan seorang murid baru yang bernama Fahrani.
  36. Bunga desa yang ditanam di pekarangan kantor kepala desa kini mulai bermekaran.
  37. Pupil mata kucing itu kini tengah membulat.

Demikianlah beberapa contoh frasa biasa dalam kalimat bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa contoh frasa lainnya, pembaca bisa membuka artikel contoh frasa setara dan bertingkat, contoh frasa adjektiva dalam kalimat, contoh frasa numeralia dalam bahasa Indonesia, contoh frasa preposisional dalam bahasa Indonesia, dan contoh frasa verba dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan pembaca sekalian, baik itu mengenai frasa khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. sekian dan terima kasih.

Referensi:
id.wikipedia.org/wiki/Frasa
pelitaku.sabda.org/definisi_jenis_dan_macam_frasa_0
materi4belajar.blogspot.co.id/2016/02/pengertian-frasa-ciri-jenis-dan-contoh.html

FRASA (Lengkap): Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh

Tinggalkan komentar