Teknik berpidato kekinian dengan berbagai metode

Teknik berpidato kekinian dengan berbagai metode,

pidato merupakan sebuah keahlian public speaking yang sangat mempengaruhi penilaian orang terhadap intelektual seseorang.  apabila seseorang yang berpidato dapat menyampaikan pidato yang berbobot atau berkuwalitas dan dapat menyampaikan inti dari apa yang disampaikan.  dapat sehingga seseorang dapat menilai apakah  kita sudah berkualis atau tidak. teknik-berpidato.

sharingkali.com

adapun kesulitan dalam berpidado apabila apa yang kita sampaikan sampai blank, blank terjadi apa bila kita kurang berlatih dalam berpidato. karena berpidati bukanlah hal yang sangat mudah alangkah baiknya apabila kita bisa mempersiapkannya terlebih dahulu sebelum kita tampil agar kita tidak mengelami demam panggung.

seseorang yang pertama kali berpidato dapat dikatakan akan mengalami gangguan psikis yang berat saat menyampaikan pidato, gangguan psikis bisa berupa demam panggung atau grogi (nervous).

oleh sebab itu mengapa mengepa latihan pidato sangat dibutuhkan terutama latihan di bangku sekolah, karena menurut saya kemahiran berpidato datangnya dari kebiasaan. seseorang yang terbiasa berpidato di depan umum pasti bisa menguasai diri di depan umum.

  1. APA ITU PIDATO
teks pidato
contoh pidato

Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik / umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik. Teknik-berpidato

2. BAGIAN BAGIAN PIDATO

tekhnik pidato
urutan pidato

Secara umum bagian-bagian pidato di bagi menjadi ti bagian yaitu pembukaan, isi dan penutup. langsung saja kita simak penjelasan berikut..

1.Pembukaan 

  1. salam pembuka
  2. ungkapan sapaan
  3. puji syukur kepada Tuhan
  4. penegasan konteks pertemuan atau acara

2. Isi pidato

Bagian isi berisi uraian pidato sesuai dengan yang telah direncanakan atau ingin disampaikan.

3. Penutup pidato

  1. kesimpulan isi pidato
  2. harapan-harapan atau himbauan
  3. ucapan  terima kasih dan permohonan maaf
  4. salam penutup

3. CARA BERPIDATO

  1. Menyiapkan materi

Hal yang pertama harus anda lakukan Tulislah hal-hal penting yang ingin disampaikan saat berpidato. Tentukan apakah Anda ingin membahas topik tertentu atau pengalaman pribadi. Lakukan riset untuk mencari fakta menarik seputar topik yang ingin dibahas.

Pakailah kata-kata yang memberikan efek khusus supaya audiens perlu berpikir! Berikan jeda setelah menyampaikan hal penting yang membutuhkan pemikiran, misalnya setelah Anda menceritakan pengalaman, mengajukan pertanyaan, atau memberikan opini.

Buatlah kalimat atau paragraf yang mengajak audiens melakukan visualisasi, misalnya dengan mengatakan “Bayangkan…” atau “Bagaimana jika…”. Anda boleh menyisipkan kisah humor sebagai selingan untuk menarik perhatian audiens.

 

2. Menghafal naskah pidato

Baca lagi naskah pidato. Jangan menyampaikan hal-hal yang tidak bermanfaat atau tidak pantas diucapkan. Pastikan Anda memahami dengan baik arti setiap kata agar tidak menggunakan kata yang keliru atau mengekspresikan emosi yang kurang pas.

Selain itu, perhatian audiens bisa teralihkan jika Anda mengucapkan kata-kata yang sulit dipahami sebab mereka tidak mengerti apa yang ingin disampaikan. Susunlah naskah pidato seperti sedang mengerjakan esai di sekolah lalu periksalah tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan lain-lain dengan teliti.

Kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal. Terakhir, mintalah beberapa teman membaca naskah pidato dan memberikan umpan balik sebagai masukan atau koreksi. Tanyakan apakah mereka tahu apa yang sebenarnya ingin Anda sampaikan dan memahami materi pidato dengan baik. Manfaatkan hal-hal tersebut untuk menyusun naskah final sebaik mungkin. jangan lupa simak juga artikel tentang Contoh Pidato Lengkap Dengan Berbagai Tema!!

3. Berlatih didepan cermin

Berlatihlah di rumah jika Anda belum siap. Anda perlu membangun kepercayaan diri agar tidak merasa gugup saat berpidato. Jika audiens membuat Anda grogi, bayangkan Anda sedang berlatih terakhir kali di dalam kamar atau di tempat latihan.

4. Tampil apa adanya

Jadilah diri sendiri. Saat menyusun naskah pidato, jangan hanya memikirkan kata-kata yang membuat audiens terkesan. Siapkan materi pidato yang mampu mengekspresikan bahwa, “Aku yang sedang berbicara, bukan orang yang duduk di sana”. Alih-alih ingin tampil impresif, berpidato akan terasa lebih mudah apabila Anda tampil apa adanya sehingga kecemasan pun berkurang.

5. Menyiapkan catatan
Siapkan kartu catatan. Jika Anda lupa kalimat berikutnya, gunakan kartu catatan sebagai pengingat. Dengan demikian, Anda tidak perlu membaca naskah dari awal sampai akhir untuk mencarinya. Jangan menulis terlalu banyak info dalam satu kartu. Biasanya, satu kartu berisi satu info. Agar lebih praktis, buatlah beberapa kartu supaya Anda tidak terus menatap kartu dan bisa melakukan kontak mata dengan audiens. Alih-alih menulis kalimat secara utuh, buatlah ringkasan dan catatlah kata penting yang mengingatkan Anda pada isu berikutnya.

6. Buatlah acara yang tegang 
Ketika tiba saatnya berpidato, sisihkan waktu untuk menenangkan diri terlebih dahulu dengan bernapas dalam-dalam. Alih-alih menarik napas 1 detik dan membuang napas 1 detik, tarik napas dan buang napas masing-masing selama 10 detik. Tarik napas dalam-dalam sampai otot perut mengembang, tetapi bahu tidak terangkat. Jika satu putaran napas belum membuat Anda tenang, lakukan beberapa kali sampai Anda merasa rileks dan siap. Cara ini mampu mengatasi rasa gugup sehingga Anda bisa berpidato dengan baik.

7. Gladi kotor
Carilah teman atau anggota keluarga di antara audiens. Manfaatkan kehadirannya sebagai sumber motivasi untuk menjadi pembicara terbaik. Jika tidak ada, bayangkan mereka hadir di sana dan bisa melihat Anda meskipun tidak terlihat.

8. Berbicara secara teratur
Mulailah berbicara. Awali pidato dengan berbicara selambat mungkin. Sering kali, tempo bicara yang Anda anggap sudah tepat, ternyata masih terlalu cepat bagi pendengar. Pastikan Anda berbicara dengan artikulasi yang baik! Ingatlah bahwa pengucapan kata dengan artikulasi yang keliru bisa membawa pemahaman yang jauh berbeda dan menyimpang dari subjek yang sedang dibahas. Kondisi ini tentu tidak menyenangkan! Jadi, ingatlah hal ini baik-baik sebelum berpidato. Biasanya, setelah berbicara 1-2 paragraf, Anda akan menyadari bahwa situasi tidak seburuk yang Anda bayangkan sehingga selanjutnya terasa lebih mudah. Jika Anda masih gugup, berusahalah menenangkan diri.

9. ekpresikn emosi
Ekspresikan emosi yang tepat saat berpidato. Pernahkah Anda mendengar seseorang berpidato dengan nada suara monoton atau seperti sedang membaca makalah? Pidato seperti ini tentu sangat membosankan. Oleh sebab itu, Anda boleh berpura-pura sedang menjadi aktor/aktris. Bayangkan semua peserta sedang melihat Anda berdiri di podium dan Anda ingin mendapatkan uang sebanyak mungkin dari film agar tidak dipecat. Alih-alih berdiri seperti patung, Anda boleh berpindah tempat di sekitar podium dan menggunakan gestur tangan. Agar pidato lebih ekspresif, gunakan bahasa tubuh sambil berbicara. Inilah cara terbaik untuk menarik perhatian audiens. Selama pidato berlangsung, ajukan pertanyaan kepada salah satu peserta untuk meminta opini tentang topik yang Anda jelaskan lalu beri tahu apakah jawabannya benar atau salah. Mintalah opini dari peserta yang terlihat sedang melamun agar ia kembali berfokus. Peserta lain akan ikut menyimak dan berpikir, “Tepat sekali”,”Benar”, atau “Ha ha! Kamu salah!” jika ada peserta yang kekanak-kanakan. Hal ini menunjukkan bahwa mereka sedang menyimak. Sisihkan waktu untuk mengajukan pertanyaan dan memberikan jeda selama berpidato. Lakukan berbagai cara agar audiens sempat berpikir! Pastikan Anda melakukan kontak mata dengan audiens secara menyeluruh. Jika Anda merasa tidak nyaman menatap wajah audiens, arahkan pandangan mata ke atas kepala mereka.

10. jadikan momen yang indah
Jadikan kesempatan berpidato sebagai momen yang menyenangkan. Ingatlah bahwa audiens bisa merasakan apakah Anda berpidato dengan senang hati atau berat hati. Jika Anda berpidato dengan senang hati, audiens akan ikut merasa senang sebab kata-kata bisa mengekspresikan perasaan.

 

4. CARA BERPIDATO TANPA TEKS

tips pidato yang baik

Berpidato tanpa teks tatacaranya sama dengan orasi, seperti apa caranya mari kita simak saja penjelasannya dibawah ini. Supaya pidato yang dibwakan  berhasil, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.

a. Tentukan metode yang digunakan

Ada beberapa metode pidato yang dapat kamu gunakan. Metode berpidato tanpa teks antara lain metode menghafal dan impromtu. Metode menghafal, yaitu orator menghafalkan naskah pidato sebelum berpidato. Metode impromtu atau serta merta, yaitu orator berpidato tanpa persiapan (spontan). Tentu diperlukan persiapan yang matang dalam berpidato tanpa teks.

b. Tentukan tujuan pidato.

Berpidato di depan umum tentu mempunyai tujuan. Tujuan seseorang berpidato di depan audien antara lain sebagai berikut.
1) Informatif, apabila bertujuan memberikan informasi tertentu kepada pendengar.
2) Argumentasi, apabila bertujuan meyakinkan pendengar tentang suatu ide, pendapat, atau gagasan terhadap keinginan suatu masalah.
3) Persuasif, apabila bertujuan memengaruhi emosi, mengajak atau menyakinkan pendengar agar berbuat sesuatu sesuai keinginan orator.
4) Agitasi, apabila bertujuan untuk menggerakkan semangat/mengobarkan semangat para pendengar tentang masalah tertentu.
5) Deskripsi, apabila bertujuan untuk menggambarkan suatu keadaan yang disertai penjelasan yang jelas.
6) Rekreatif, apabila bertujuan menghibur pendengar.

c. Persiapkanlah mental saat berpidato

Persiapkan mental dibutuhkan untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Menumbuhkan rasa percaya diri dapat kamu lakukan dengan berbagai cara, antara lain sebagai berikut.
1) Yakinlah bahwa yang akan kamu sampaikan ditunggu-tunggu audien.
2) Yakinlah bahwa kamu mampu berpidato dengan baik.

d. Hilangkanlah rasa demam panggung.
Rasa demam panggung dapat kamu hilangkan dengan cara antara lain sebagai berikut.
1) Yakinlah pidato kamu akan memukau audien.
2) Tenangkan dulu sebelum bicara, kemudian tarik napas panjang, kemudian mulailah berbicara.

e. Kenali dan analisislah audien.
Langkah ini antara lain dapat kamu lakukan dengan mengenali karakteristik pendengar, tingkat pendidikan, golongan, latar belakang, harapan, dan keinginan mereka, sehingga kamu dapat berpidato sesuai dengan tingkat pemahaman audien.

f. Mengenali situasi dan kondisi.
Langkah ini dapat kamu lakukan dengan memahami kondisi ruangan, podium, panitia, dan keadaan sekitar.

g. Persiapkanlah fisik kamu.
Persiapan ini meliputi kondisi badan, suara, penampilan, dan sebagainya.

h. Perhatikan lafal, intonasi, nada, dan sikap yang tepat.
Lafal berkaitan dengan bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap. Ketepatan pengucapan kata dan kalimat akan memengaruhi kualitas pidato seseorang. Sebagai latihan, kamu dapat mengucapkan lafal vokal dan konsonan, misalnya lafal /a/, /i/, /u/, /e/, /o/, /t/, /ng/, /ny/, /k/, /g/, /s/, /b/, /p/, dan sebagainya. Intonasi berkaitan dengan tinggi rendah, keras lemah, dan tingkat kenyaringan suara dalam berpidato. Untuk itu, sebelum berpidato latihlah suaramu terlebih dahulu untuk pemanasan dan kelenturan pita suara.

 

Tinggalkan komentar