Pengertian, Macam-Macam Majas dan Contohnya dalam Kalimat Lengkap

Pengertian Majas dan Contohnya

contoh majas perbandingan dan macam-macam
pengertian majas contohnya

Di dalam karya sastra banyak sekali banyak sekali majas, majas merupakan karya fiksi yang bernuansa imajinatif seperti puisi dan pantun. Menurut Slamet Muljana, majas merupakan susunan perkataan yang terjadi karena perasaan yang timbul  atau hidup dalam hati penulis, yang menimbulkan suatu perasaan tertentu dalam hati pembaca.

Pengertian Majas

Majas adalah gaya bahasa dalam bentuk tertulis atau lisan, majas sering digunakan penulis untuk menyampaikan sebuah pesan secara imajinatif dan kias. Hal ini bertujuan membuat pembaca mendapat efek tertentu dari gaya bahasa tersebut yang cenderung ke arah emosional. Biasanya, majas bersifat konotasi, kias (tidak sebenarnya).

Majas juga diartikan sebagai bahasa kias, bahasa yang dipakai untuk menciptakan suatu efek tertentu. Majas nerupakan bentuk retoris yang penggunaanya untuk memunculkan kesan imajinatif dari pendengar maupun pembaca. macam-macam majas dan contohnya.

Arti majas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain atau sebuah kiasan.

Pengertian Majas Menurut Para Ahli

  1. Menurut Tarigan Majas diartikan sebagai cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis.
  2. Menurut Keraf, Sebuah majas dikatakan baik bila mengandung tiga dasar, yaitu kejujuran, sopan-santun dan menarik.
  3. Menurut Aminuddin Majas adalah sebuah gaya bahasa dan cara yang digunakan oleh pengarang dalam memeparkan gagasannya sesuai dengan tujuan dan efek yang ingin dicapai.
  4. Menurut Luxemburg dkk Pengertian majas adalah sesuatu yang memberikan ciri khas pada sebuah teks. Teks pada giliran tertentu dapat berdiri semacam individu yang berbeda dengan individu yang lain.
  5. OKKE KS ZAIMAR  Sedangkan menurut ahli bahasa lain bernama Okke KS Zaimar, majas adalah sinonim dari bahasa yang termasuk dalam suatu jenis bahasa tertentu layaknya bahasa Indoensia.

Fungsi Majas Secara Umum:

  1. Menjelaskan makna yang hendak disampaikan dan cara penyampaiannya dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti.
  2. Menambah intensitas perasaan dari pengarang dalam menyampaikan makna dan juga sikapnya pada pembaca.
  3. Menghasilkan tambahan imajinasi sehingga nantinya suatu hal yang absrak akan menjadi lebih konkrit dan enak dinikmati.
  4. Memberikan dan menghasilkan kesenangan yang bersifat imajinatif.

Macam-macam Majas

Ada banyak sekali macam-macam majas yang ada pada Bahasa Indonesia, secara umum pembagian macam-macam majas dibagi menjadi empat kategori yakni majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran dan majas penegasan. Setiap macam-macam majas memiliki banyak contoh  yang bisa ditemukan di berbagai kalimat  karya sastra.

Majas merupakan bentuk gaya bahasa, oleh sebab itu fungsi majas sangatlah penting pada sebuah karya sastra agar sebuah karya sastra menjadi lebih bagus dan indah dalam aspek pemilihan kata.

Di bawah ini akan dijelaskan Pengertian majas secara umum, Macam-macam Majas serta contohnya:

1. Majas Perbandingan

Pengertian Majas Perbandingan

Majas perbandingan, merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk membandingkanan suatu objek dengan objek lain melalui proses penyamaan, pelebihan, ataupun penggantian. supaya menambah kesan, dan efeknya kepada pembaca atau juga pendengar.

Di bawah ini adalah jenis dan contoh dari majas perbandingan:

 Majas Personifikasi

macam macam majas dan contohnya

Pengertian Majas Personifikasi dan contohnya

Majas personifikasi merupakan gaya bahasa yang membandingkan benda mati atau barang- barang yang tidak berjiwa seakan- akan memiliki sifat layaknya benda hidup. Majas personifikasi lebih cenderung menggambarkan benda mati yang bisa mengerjakan sesuatu seolah-olah menjadi benda hidup.

Ciri-ciri Majas Personifikasi

Ciri-ciri majas personifikasi terdapat pilihan kata atau diksi yang mengenakan sifat manusia pada benda mati tersebut. Majas personifikasi memiliki ciri-ciri tentang membandingkan benda mati atau benda tidak hidup tidak dapat bergerak sehingga tampak bernyawa dan dapat berperilaku seperti makhluk hidup, leh karenanya majas ini digolongkan sebagai majas perbandingan.

Fungsi Majas Personifikasi

Majs personifikasi berfungsi untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai situasi yang dilukiskan dan memberikan bayangan angan “citraan” yang konkret. Penggunaan majas personifikasi banyak ditemukan dalam banyak jenis karya sastra, misalnya cerpen, puisi, lagu dan lain-lain.

Contoh majas dalam sebuah kalimat :

Contoh : Dia malam itu, Bulan mengintip dibalik awan Dan ranting-ranting ikut menari mengikuti alunan gendang.

Keterangan : Kata mengintip dan menari-nari adalah sesuatu yang dilakukan oleh manusia, jadi dua kalimat diatas juga termasuk majas personifikasi.

  1. Pohon kelapa itu melambai-lambai seolah mengajak ku bermain bersama
  2. Langit pun menangis dan mulai menitikkan air ke bumi.
  3. Saat ini, ombak di lautan saling berkejaran dari depan ke belakang.
  4. Aku duduk di tepi pantai sambil memandangi ombak yang berlari-lari.
  5. Kobaran api itu melahap puluhan rumah warga dalam waktu satu jam.
  6. Daun kelapa tampak melambai kepadaku seperti mengajakku untuk segera bermain di pantai.
  7. Angin berlambai-lambai mengirim pesan sang Ilahi.
  8. jari-jari hujan mengetuk-ngetuk pintu jendela kamarku.
  9.  kereta lokomotif menjerit-jerit di lereng gunung
  10. genteng itu menjerit, karena ia jatuh dari atap.
  11. Gelombang laut meloncat-loncat meraih awan-awan yang tebal.
  12. Matahari sedang gembira hari ini.
  13. Pagi ini langit mendung tidak ceria kayak pagi kemarin.
  14. Hatiku sepertinya Menangis Lihat Kau bersamanya.
  15. Sinar Mentari itu memeluk mereka yang lagi bersedih.
  16. Angin dari barat berbisik menyampaikan salamku padanya.
  17. Baru beberapa meter, mobilnya sudah pinsan tak berdaya.
  18. Baru sampai gunung saja sinyalku udah sekarat.
  19. Saat malam menjelang, matahari beranjak beristirahat ke tempat tidurnya.
  20. Pensil tersebut lagi berpikir keras mengerjakan PR ku.
  21. Pensil ini yang sudah menemaniku selama satu tahun ini.
  22. Suara sirine ambulan mengaung-ngaung membangunkan orang-orang membangunkan semua orang.
  23. Jeritan panjang Peluit sang wasit menandakan pelanggaran di dalam pertandingan.
  24. Semak belukar tersebut tiba-tiba berkumpul di halaman rumahku.
  25. Pagar rumah tersebut menghalangi larinya si pencuri itu.
  26. Hanya matahari yang menemaniku di tengah ladang.
  27. Rembulan malam ini tampak gembira sekali hari ini.
  28. Laptop ini yang menemani perjalananku menuju keberhasilanku saat ini
  29. Hp ini yang menyimpan kenanganku lima tahun yang lali
  30. Tampaknya langit hari ini ceria sekali sehingga tidak kelihatan mendung hari ini
  31. Bunga mawar merah itu menjaga dirinya dengan duri.
  32.  Mendung seakan berbicara kalau hari ini akan terjadi hujan yang sangat deras
  33. langit yang mengdung seperti mengabarkanku akan terjadinya hujan yang deras

 

 Majas Metafora

macam2 majas dan contohnya

Pengertian Majas Metafora dan contohnya

Majas Metafora adalah majas perbandingan yang membandingkan dua hal secara implisit tak berarti akan tetapi bisa mewakili sebuah maksud yang lain menurut persamaan maupun perbandingan, majas ini menyatakan perbandingan analogis antar dua perihal yang berbeda.

Fungsi Majas Metafora

Fungsi Utama Majas Metafora Merupakan Untuk Memperindah Julukan Maupun Nama Dengan Memberikan Unsur Puitis Pada Kalimat Yang Akan Digunakan. Pada Awalnya, Metafora Ini Sering Digunakan Untuk Menyamakan Ataupun Menbandingkan Satu Objek Dengan Objek Yang Lainnya.

Ciri Majas Metafora

Untuk Ciri Majas Ini Adalah Dapat Menggunakan Kata-Kata Kiasan Dan Juga Terdapat Pilihan Kara Yang Menyamakan Sesuatu Dengan Sesuatu Yang Lainnya. Dalam Menyamakan Maupun Membandingkan Sesuatu, Majas Metafora Menggunakan Perbandingan Langsung Tanpa Adanya Diikuti Kata Pembanding Seperti, Bagai, Bak, Atau Laksana. Majas Metafora Ini Sendiri Masuk Dalam Kategori Majas Perbandingan.

Jenis-Jenis Majas Metafora

Menurut Para Ahli Tata Bahasa Atau Linguistik, Majas Metafora Merupakan Majas “Ratu” Karena Majas Ini Sering Digunakan Untuk Membentuk Banyak Majas Yang Lainnya. Ada 2 Macam Gaya Bahasa Metafora Menurut Orrecchioni,Yakni:

A.Majas Metafora In Absentia

Majas Metafora In Absentia adalah suatu majas yang dapat digunakan untuk membandingkan 2 hal secara implisit, majas ini biasanya membandingkan objek yang tidak mengarahkan kepada objek pembicaraan. Jenis Metafora ini banyak menimbulkan kebingungan karena objek yang dibahas tidak akan disebutkan secara langsung.

keterangannya: Banyak wanita dibuat takjub oleh kecerdasan bunga desa itu.

B.Majas Metafora In Praesetia

Majas Metafora In Praesetia adalah suatu Majas pembanding dengan menyebut objek kalimat yang akan dibandingkan secara langsung sehingga maknanya akan lebih terkesan eksplisit.

Contohnya: Kholis Husniati merpakan kembang desa di desaku.

keterangannya: Kalimat di atas menyebutkan bahwa objek yang disebut sebagai kembang desa ialah Kholis Husniati dan bukan gadis yang lainnya. dalam kalimat tersebut juga dapat disebutkan bahwa Kholis Husniati adalah gadis yang tercantik didesa.

 

Contoh Majas Metafora pada sebuah kalimat:

contoh : Dewi malam telah keluar dari balik awan

keterangan : dewi malam = bulan dimalam hari

  1. Aku ini hanyalah binatang jalang  yang tidak tau arah pulang
  2. Buku adalah jendela ilmu bagi setiap orang yang membacanya
  3. Polisi adalah warga negara paling modern di era ini
  4. Pak Arman merupakan tangan kanan dari Pak Lurah
  5. Wajahnya sebening susu segar yang baru di proses dari pabrik
  6. Kulitnya Fitri seperti sawo matang yang rasanya manis sekali
  7. Anto merupakan anak yang ringan tangan kepada temannya
  8. Ali disekolah dipanggil dengan julukan kutu buku
  9. Membaca merupakan hobi yang menyenangkan bagi si kutu buku
  10. Ais tahun ini menjadi bintang kelas di sekolahnya
  11. Ira merupakan anak emas dari kedua orang tuanya
  12. Negara ini dihancurkan oleh tikus-tikus berdasi
  13. Bibi membawakan buah tangan dari madura
  14. Semua orang tua pasti menyayangi buah hatinya
  15. Dani adalah tulang punggung keluarganya ketika ditinngalkan ayahnya
  16. Aris kali ini memang memalukan dasar kau lintah darat
  17. Rumah andi kemarin kena sikat abis oleh si jago merah
  18. Robi dijuluki tangan besi disekolahnya
  19. Jiwaku sebersih embun pagi di pagi hari.
  20. Asnim terkenal sebagai anak yang besar kepala
  21. Sampah masyarakat itu akhirnya masuk bui juga
  22. Hati kecilku mengatakan kau adalah jodohku sampai kapanpun
  23. Mata hatiku selalu bersua kalau kau memang baik hati
  24. Hati seorang wanita itu memang selembut sutera
  25. Gofur ke sekolah naik kijang bersama teman temannya
  26. Tolong belikan gudang garam di toko sebelah
  27. Rusa itu hilang dimangsa si raja hutan
  28.  Arman adalah buah hati pak Dias dan bu Sri
  29. Akhirnya sampah masyarakat itu tertangkap juga
  30. anto merupakan mata-mata dari kerajaan maluku
  31. Anto yang sukses itu dulunya dianggap sampah masyarakat di kampungnya.
  32. Elis menjadi anak emas guru saat pelajaran.
  33. Adam Nahowi adalah bintang sepak bola kelas dunia.

 Majas Simbolik

macam macam majas

Pengertian Majas Simbolik dan contohnya

Majas simbolik adalah majas perbandingan yang menggambarkan sebuah hal dengan menggunakan objek, benda-benda lain sebagi simbolnya diantaranya hewan, tumbuhan, benda dan lain-lain. pada dasarnya majas ini menggunakan simbol yang umum yang mudah dimengerti orang.

Fungsi Majas Simbolik

Fungsi penggunaan majas simbolik adalah untuk memperhalus makna sesungguhnya yang ingin disampaikan serta memberikan efek yang menarik bagi pendengar. Majas simbolik dapat digunakan untuk menyampaikan gagasan, mengkritik atau beropini terhadap suatu hal atau seseorang. Dengan kata lain, majas simbolik digunakan untuk menyampaikan pesan secara tersirat atau implisit. Simbol yang digunakan merupakan simbol yang sudah umum digunakan. Baik pembicara maupun lawan bicara sudah mengetahui tentang simbol yang digunakan.

Contoh Majas Simbolik pada sebuah kalimat:

  1. Isma adalah seorang tangan kanan dari kakaknya (artinya : orang kepercayaan, orang suruhan dari kakaknya)
  2. Benar-benar maut gombalannya buaya darat yang selalu memembuat perempuan klepek-klepek ( buaya darat disini diartikan sebagai seorang laki-laki yang mahir dalam menggoda dan meyakinkan perempuan)
  3. Ingatlah mulutmu ialah harimaumu, jagalah selalu perkataanmu. (harimau disini berarti tentang kegalakan orang itu berasal dari mulutnya)
  4. Berpura-pura meminta maaf sama halnya dengan bunglon yang berkamuflase (bunglon = seseorang yang suka membohongi orang)
  5. Perbuatan, tingkahlaku dan ucapanya seperti iblis
  6. Hari raya Idhul Adha kurang satu minngu lagi menuju hari H, semua warga yang memiliki kanbing berbondong-bondong untuk berkurban
  7. Pemerintah memeja hijaukan perkara utama demo 3 september
  8. Doni dijadikan kambing hitam oleh rudi disekolah
  9. Kehidupan sikupu malang sangatlah menyiksa batin
  10. Banyak sekali tikus berdasi berada dinegara kita
  11. Kupu-kupu malam sedang mencari mangsa malam ini.
  12. Walikota banten menghimbau masyarakat banten untuk memasang bendera setengah tiang
  13. Orang tua sudah setuju, tinggal nunggu lampu hijau aja dari dia
  14. Kakak selalu menjemput Ibu ketika pulang kerja supay Ibu tidak menjadi korban bajing loncat yang merajalela di kampung sebelah. (bajing loncat = perampok)
  15. Ayah selalu berpesan agar tidak menjadi bunglon karena tidak akan disukai banyak orang. (bunglon = tidak berpendirian)
  16. Akibat tidak lulus SD, Tikno selalu dijuluki si otak udang. (otak udang = bodoh)
  17. Narkoba dan seks bebas seperti pintu setan yang akan memasukan siapa saja kedunia setan. (pintu setan = pintu yang merugikan dan berbahaya)
  18. Lorenzo dan Rossi sudah mempersiapkan kuda besi mereka masing-masing untuk mengikuti perlombaan di jepang. (kuda besi = motor)
  19. Anak-anak kita harus selalu diawasi ketika ia mulai mengenal cakrawala dunia. (cakrawala dunia = internet).
  20. Yeni, sudah dibutakan oleh cintanya kepada seseorang laki-laki. (buta = tidak mau melihat yang lain)
  21. Laki-laki itu melancarkan akal bulusnya untuk menjebak korbannya. (akal bulus = tipu muslihat)
  22. Khoirul adalah seorang laki-laki mata keranjang, tak bisa diam ketika melihat wanita cantik walaupun ia sudah beristri 4. (mata keranjang = mudah tergoda oleh wanita)
  23. Pelecehan terhadap burung garuda akan mendapat hukuman yang berat, terutama dari masyarakat. (burung garuda = lambang negara)
  24. Sepulang sekolah aku terkejut karena melihat bendera kuning terpasang di depan rumahku. (bendera kuning = penanda ada orang meninggal)
  25. karena Lani terkenal sebagai kupu-kupu malam di daerahnya oleh sebab itu ia diusir dari rumah dan kampungnya sendiri. (kupu-kupu malam = pekerja seks komersial)
  26. Dino selalu dianggap sebagai benalu di sekolahnnya. (benalu = orang yang merugikan)
  27. Akibat kata-kata kasarnya, Riko mendapat bogem mentah dari ayahnya. (bogem mentah = pukulan)
  28. Kelakuan kasar Anjani terhadap orang tuanya, seingga ia menjadi buah bibir orang-orang di kampungnya. (buah bibir = topik pembicaraan)
  29. Aldo sudah banting tulang setiap hari,ketika ia sudah ditinggalkan kedua orang. (banting tulang = kerja keras)
  30. Usahanya Dani mengalami penurunan penghasilan yang terus menerus sehingga membuat usahanya gulung tikar. (gulung tikar = bangkrut)
  31. Nenek Yuni sudah sebatang kara semenjak 30 tahun yang lalu. (sebatang kara = hidup sendiri)
  32. Anto selalu saja menjadi tangan kanan ayah sejak kecil. (tangan kanan = orang kepercayaan)
  33. Zaki memang wanita yang tebal muka di hadapan siapa pun. (tebal muka = tidak mempunyai rasa malu)

 

 Majas Eufimisme

macam macam majas dan pengertiannya

Pengertian Majas Eufimisme dan contohnya

Majas Eufimisme adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata yang kurang etis atau sopan, diganti dengan kata-kata yang etis  supaya lebih sopan dan santun. pada dasarnya majas ini digunakan untuk seseorang agar dia tidak mudah tersinggung.

Contoh Majas Eufimisme dalam sebuah kalimat:

  1. Para Tunakarya perlu perhatian yang serius dari pemerintah. (tuna karya= orang yang tidak mempunyai pekerjaan)
  2. Kakek Tuna Netra menyebrang jalan ditemani oleh anaknya ( tuna netra = buta)
  3. Gosip yang beredar itu ternyata benar bahwa Dani adalah anak tuna rungu ( tuna tungu : tuli )
  4.  Saya sering salah faham dengan bahasa isyarat yang dipakai tuna wicara itu. ( tuna wicara : bisu)
  5. Jakarta merupakan kota yang dipenuhi oleh tuna wisma ( tuna wisma = gelandangan)
  6. Orang-orang banyak yang antri ke belakang gara-gara kebanyakan mengonsumsi makanan pedas ( belakang = WC)
  7. Permisi dimana kamar kecilnya neng? (kamar kecil= kamar mandi)
  8. Ibunya Reno  sudah pulang ke rahmatulah. (Pulang= meninggal)
  9. Ibu hamil di Indonesia diharapakan untuk mengonsumsi makanan yang dianjurkan dokter supaya anak yang maumelahirkan supaya bayi yang dilahirkan tidak tuna daksa. (tuna aksa= cacat fisik)
  10. Yuli menjadi rellawan di tempat tuna gruhita (tuna gurita= anak gangguan jiwa)
  11. Mohon maaf, anak Bapak tidak dapat naik kelas karena kurang mampu dalam mengikuti pelajaran (kurang mampu = tidak mampu)
  12. Perampok di desa kuka maju itu telah diamankan oleh yang berwenang. (diamankan = ditangkap)
  13. Setelah Anto lulus SMK, Anto langsung bekerja menjadi pramusaji di warung itu. (Pramusaji = pelayan rumah makan).
  14. Orang tuna netra wajib kita bantu apabila kita menjumpinya dimana saja, karena orang tuna rungu memiliki hak yang sama dengan kita semua. (Tuna netra = buta).
  15. Pesan bapak, janganlah kamu malas bekerja dan berusaha, jika kamu tidak ingin menjadi tuna wisma. (Tuna wisma = gelandangan).
  16. Ketika perkuliahan baru saja dimulai tiba-tiba dani ijin ke kamar kecil. (kamar kecil = WC).
  17. Pak polisi itu dibebastugaskan oleh atasanya karena ia telah melakukan pungli terhadap pengendara. (dibebastugaskan = dipecat).
  18. Putri adalah anak tuna wicara sejak ia kecil. (tuna wicara = bisu).
  19. Ibu-ibu hamil harus menjaga makanan yang dikonsumsinya agar calon bayi yang dikandungnya tidak menjadi tuna daksa. (tuna daksa = cacat fisik).
  20. Pak Lucky mencari pramuwisma untuk menjaga kebersihan di rumahnya. (pramuwisma = pembantu rumah tangga).
  21. Faisal menjadi volunter di lembaga swadaya masyarakat yang membina anak anak dengan tuna grahita. (tuna grahita = keterbelakangan mental).
  22. Adik menjadi pramusaji di kapal pesiar megah yang berlayar ke berbagai negara. (Pramusaji = juru masak).
  23. Jajaran rektorat yang terlibat korupsi itu mengenakan rompi orange saat dibawa polisi ke kantor. (rompi orange = baju tahanan).
  24. Paranormal yang menyesatkan itu akhirnya mendapat hukuman yang setimpal. (paranormal = dukun).
  25. Wawan bekerja sebagai pramuniaga di alfamart yang dekat dari desanya. (pramuniaga = penjaga toko).
  26. Ada banyak orang tidak sehat yang ditemui berkeliaran di kota porong (orang tidak sehat = orang gila).
  27. Mungkin ada baiknya hubungan ini tidak dilanjutkan karena kita sudah tidak sejalan lagi. ( tidak dilanjutkan= putus).
  28. Nenek terburu buru ingin buang air besar sampai berlari lari menuju wc. (buang air besar = e’ek).
  29. Orang yang tidak menjalani pendidikan mebaca kelak ia akan menjadi tuna aksara. (tuna aksara = buta huruf).
  30. Rani tidak bisa mengikuti pelajaran sehingga dia tinggal kelas. (tinggal kelas= tidak naik kelas).
  31. Anto termasuk anak yang berasal dari keluarga ekonomi bawah. (ekonomi bawah = miskin).
  32. Kehidupan yang kejam di ibu kota Jakarta, membuat Dina harus menjadi tuna susila. (tuna susila = pekerja seks komersial).
  33. Tidak disangka Romli sudah 5 tahun telah mendahului orang-orang disekitarnya. (mendahului = meninggal).
  34. Oknum karyawan itu diberhentikan dengan tidak hormat karena telah mencemarkan nama baik institusi dengan berbuat kejahatan. (diberhentikan = dipecat).
  35. Dalam dunia kesehatan, konsumen jiwa sehat diperlakukan sangat baik untuk menjaga emosinya tetap stabil. (konsumen jiwa sehat = orang gila).
  36. Dokter Faisal spesialis bedah itu merawat banyak  sekali pasien di rumahnya. (pasien = orang sakit).
  37. Oki seorang tuna laras sehingga tidak bisa menyanyikan lagu dengan baik. (tuna laras = cacat suara/nada).
  38. Dibalik jeruji besi adalah orang-orang yang pernah berbuat kesalahan atau pelanggaran terhadap hukum-hukum yang berlaku (jeruji besi = penjara).
  39. Husnul divonis tuna ganda sejak usia 15 tahun dimana dia tidak bisa berjalan dan juga tidak bisa mendengar. (tuna ganda = cacat kombinasi).
  40. Paiman memang agak ketinggalan dibandingkan teman-temannya di sekolah (ketinggalan = kurang pintar).
  41. Yeni memiliki kepribadian yang sedikit berbeda dengan rekan-rekan sebayanya. (berbeda aneh).
  42. Banyak warga yang kekurangan makan di musim krisis panen ini. (kekurangan makan = kelaparan).
  43. Jaksa itu diistirahatkan sementara dari tugasnya. (diistirahatkan sementara = skorsing).
  44. Koruptor uang proyek itu akhirnya ditangkap oleh aparat di kediamannya. (koruptor = pencuri uang rakyat).
  45. Kelompok masyarakat kelas atas sedang berfoya-foya di kapal pesiar untuk menyambut tahun baru. (masyarakat kelas atas = kaya).
  46. Banyak tuna karya tersebar diseluruh Indonesia meskipun berijasah perguruan tinggi. (tuna karya = pengangguran).
  47. Nenek Dia sudah kembali ke pangkuan Yang Maha Kuasa. (kembali ke pangkuan = meninggal).
  48. Rina menjadi pramusaji di restoran ayam bakar depan sekolah. (Pramusaji = juru masak).
  49. Para pengemis yang ada depan toko itu adalah tuna wisma. (tuna wisma = gelandangan).
  50. Orang-orang yang malas bekerja akhirnya menjadi peminta-minta. (peminta minta = pengemis).
  51. Pramuniaga di Indomaret itu sangat cantik. (pramuniaga = penjaga toko).
  52. Ramalan dari paranormal jangan dipercaya seluruhnya. (paranormal = dukun).
  53. Andini merupakan lulusan S1 Sosiologi dari Universitas terbaik di Indonesia namun masih menjadi tuna karya juga. (tuna karya = pengangguran).
  54. Harapannya pupus untuk gadis itu, karena keterampilannya dalam menggoda wanita yang kurang memadai (kurang memadai = tidak pandai)
  55. Masyarakat sekitar kompleks sebelah sudah mengetahui berita miring tentang dirinya. (berita miring = hal-hal buruk)
  56. Beberapa kali Lina mendapat teguran dari gurunya karena kurang teliti mengerjakan soal. (kurang teliti = ceroboh)
  57. faisal ingin meneruskan S2nya diperguruan tinggi negri seperti mimpi saja baginya, karena ia belum mapan untuk mencapainya. (belum mapan = tidak mampu secara finansial)
  58. Banyak masyarakat Desa Balearjo yang masih menjadi tuna aksara hingga kini. (tuna aksara = buta huruf)
  59. Arman akhirnya keluar dari kantor KPK dengan memakai rompi orange. (rompi orange = baju tahanan

 Majas Litotes

macam macam majas dan contohnya

Pengertian Majas Litotes dan contohnya

Majas Litotes merupakan majas perbandingan yang melukiskan kedaan dengan kata-kata yang belawanan artinya dengan kenyataan yang sebenarnya, majas ini digunakan untuk merendahkan hati.

Ciri-Ciri Majas Litotes

Majas litotes memiliki ciri-ciri diantaranya, sebagai berikut :

  1. Menggunakan kata-kata kiasan yang terdapat pilihan kata yang menyamakan suatu dengan suatu lainnya.
  2. Memakai kata-kata yang abstrak untuk menggambarkan maksud dan tujuan isi cerita dan sajak
  3. Memakai kata-kata pembanding yang meliputi, bagai, bak, laksana, bagaikan, dan sebagainya
  4. Menyampaikan maksud yang tinggi dengan kata-kata yang tersusun halus untuk tetap menjaga kesopanan kalimat

Fungsi Majas Litotes

Sebuah Karya sastra yang berupa sajak puisi dan cerita, yang secara umum sering menggunakan gaya bahasa pada setiap kalimat pada sebuah karya sastra, adapun fungsi majas litotes sebagai berikut :

  1. Memberikan dan menghasilkan efek kesenangan yang bersifat imajinatif pada penggambarannya
  2. Menghasilkan imajinasi sehingga salah satu hal yang nampak abstrak akan menjadi lebih konkrit untuk dinikmati
  3. Menambah intensitas perasaan pengarang dalam menghantarkan makna
  4. Menjelaskan maksud yang akan disampaikan supaya lebih mudah untuk dipahami.

Contoh Majas Litotes pada seuah kaliamat :

  1. Puluhan mobil ini adalah hasil usaha kecil-kecilan yang kami miliki
  2. Kami adalah keluarga yang hidup pas-pasan di kota besar ini
  3. Hanya mobil butut ini yang menemani perjalananku sehari-hari.
  4. Perjuangan yang kami lakukan hanyalah setetes air dalam samudera lepas.
  5. Aku hanyalah orang biasa yang tidak sepantasnya dilebih-lebihkan seperti itu.
  6.  Janganlah bertanya kepada orang bodoh seperti saya ini.
  7. Aku hanyalah orang biasa yang berasal dari kampung, apakah aku pantas untuk bersanding dengan mu wahai putri?
  8. Yen jangan lupa ketika nanti anda pergi ke desa Balearjo, mampirlah sejenak ke gubuk kecil pak Amin yang penuh dengan cerita masa lalu
  9. Dari tadi saya menunggu jawaban pinanganku kepadamu tapi tak kunjung dijawab, memangnya siapa diriku ini?
  10. Toni hanyalah buruh yang berpenghasilan sehingga ia bisa memenuhi kebutuhan pokok keluarga dan anaknya
  11. Bersiaplah wahai putri dalam menerimaku apa adanya di gubuk ini 
  12. Cuma barang ini yang aku beli dari salah satu mall, semoga kamu menyukai barang pemberian murah dariku ini wahai adinda jelita
  13. Andre penghasilan emang benar  dia setiap bulan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan, namun ia tetap bahagia dan selalu bertanggung jawab penuh akan pekerjaannya di kantor berita itu
  14. Mari ayah, ibu mampir sejenak ke gubuk kami untuk menikmati hidangan makanan desa yang khas daerah kami
  15. Rina merupakan pegawai baru Dispenduk yang belum mengerti apa saja tugasnya, maka tak bisa kau bandingkan dengan para senior yang telah banyak  di perusahaan ini
  16. Kedudukan saya ini tidak ada artinya sama sekali
  17. Pemberian yang saya kasihkan ini memang tidak seberapa banyaknya
  18. Apa yang kami hadiahkan ini sebenarnya tidak ada artinya sama sekali
  19. Ibu akan membuat pesta kecil-kecilan untuk merayakan kelulusanmu di sekolah.
  20. Saya hanyalah orang yang sudah sepuh, tidak pantas rasannya memberikan sambutan di acara itu.
  21. Saya hanyalah seorang pedagang Sayur pinggir jalan
  22. Kami bisa bertahan hidup dengan usaha petani sayur yang sudah turun temurun dari nenek moyang kami.
  23. Andi hanyalah seorang petani yang berladang setiap hari
  24. Andini hanyalah seorang tukang jahit seragam sekolah si desa Balearjo
  25. Fian sudah merasa cukup dengan uang saku seadannya yang diberikan oleh ibundanya.
  26. Apalah arti diriku ini tanpa bantuan dari orang tua, teman-teman, tidak mungkin prestasi ini dapat kuraih
  27. Terimalah hadiah yang tidak seberapa ini dariku.
  28. Ayahku bekerja tiap hari dengan menegendarai mobil biasa.
  29. Baju rombeng inilah yang menjadi kebanggaanku kemana aku pergi.
  30. Hanya lembar-lembaran kertas ini bisa menutupi hutangmu.
  31. Pegawai rendahan sepertiku tidak akan sanggup berlibur ke tempat semewah itu.
  32. Diriku yang buruk rupa tak pantas bisa bersanding denganmu yang cantik jelita.
  33. Kau mungkin belum pernah bertemu dengan orang sebodoh aku

 Majas Alegori

macam macam majas dan pengertiannya

Pengertian Majas Alegori dan contohnya

Majas alegori adalah majas yang dipakai sebagai penjelasan maksud tertentu secara tidak langsung atau non harfiah, akan tetapi masing-masing tetap ada kaitannya.

Majas tersebut menerangkan suatu perihal dengan tersirat memakai perbandingan hal lain. Hampir sama dengan majas metafora namun lebih membandingkan secara utuh atau keseluruhan.

Majas alegori banyak ditemukan dalam beberapa karangan fiksi seperti syair, macam macam cerpen dan novel. Gaya bahasa ini juga ditemukan dalam hadits atau ayat al-qur’an.

Contoh Majas Alegori dalam sebuah kalimat:

  1. Ilmu adalah cahaya, Menerangi kegelapan juga membantu manusia dalam melakukan kewajibannya, dengan cahaya manusia dapat mengetahui dunia, tanpa memiliki cahaya, manusia dapat tersandung kedalam lubang
  2. Perumpamaan berumah tangga itu bagaikan sama halnya mengarungi samudra dengan bahtera, dijumpai indahnya panorama yang sangat mempesona namun tidak jarang pula mengalami terpaan ombak dan badai guncangan dahsyat terhadap kita
  3. Dunia ini ibarat sebuah tumbuhan hijau yang bisa menyihir mata para manusia yang melihatnya, begitu menarik menakjubkan dan indah namun lambat laun seiringnya waktu dia akan menjadi kuning kering kerontang dan akhirnya musnah
  4. Nasib manusia sama hal nya dengan roda pedati, suatu waktu akan terjatuh, atau merasa sakit bahkan menderita, namun pada saat yang lain ia akan bisatertawa dengan bahagia.
  5. Siapa yang tahu isi hati manusia? Kedalamannya lebih dari samudera, tak seorangpun dapat menyelaminya, kecuali dia sendiri dan Tuhan yang menciptakannya, apa yang tampak dari luar belum tentu menggambarkan isi hatinya.
  6. Perilaku para koruptor seringkali membuat kita marah, mereka hampir sama dengan tikus- tikus yang sangat suka berkeliaran di lumbung padi. Ia makan padi itu sepuasnya, tidak peduli di luar sana banyak manusia jadi kelaparan karena padinya rusak atau bahkan habis.
  7. Ilmu bagaikan sebilah pedang yang tajam, semakin sering diasah akan semakin tajam namun jika lama tak diasah maka ia kan berkarat dan tumpul.
  8. Kuah bakso masakan cak Wito rasanya seperti air di lautan
  9. Mendengarmu bernyanyi seperti berada di dalam pabrik berisi mesin pemecah beling.
  10. Sifat iri dan dengki dapat menghilangkan kebaikan yang ada pada seseorang sama halnya seperti api yang membakar kertas.
  11. Kukunya si Wafi begitu panjang dan tajam seperti kukunya macan
  12. Ketika aku mendengarmu bernyanyi, dunia ini bagaikan terjadi hujan piring.
  13. Masakan yang kau buat itu memiliki kuah dengan rasa mirip dengan air laut.
  14. Ketika orang itu dimarahi oleh istrinya, seketika itu pula nyalinya menciut bagaikan kerupuk disiram air.
  15. Kelasku bagaikan pasar yang setiap hari di penuhi oleh keributan dan tidak ada aturan
  16. Gigimu bagaikan emas yang bersilau dan berkarat.
  17.  Rani dan Silla seperti deretan angka satu dan nol, Rani bertubuh kurus dan Silla berbadan gempal.
  18. Kuah sup masakanmu ini rasanya seperti air di lautan.
  19. Perasaan wanita sangatlah rapuh, bagaikan jendela kaca yg tipis
  20. Kepalaku terasa sangat pusing seperti ada puluhan benda angkasa yang berputar-putar di sekelilingku.
  21. Kecantikan wajah bagaikan bunga yang segar. Rusak apabila tidak dijaga, semakin mekar apabila dirawat. Namun pada akhirnya semua perawatan tidak akan dapat menghindarkan bunga dari kelayuan.
  22. Otak manusia bagai mata pisau. Semakin diasah, ia akan menjadi semakin tajam dan membuatnya kian disegani orang. Tapi, ketika dibiarkan tergeletak begitu saja, lambat laun ia akan tumpul, mengarat, dan tak lagi menyilaukan.
  23. Ibadah ibaratnya berdagang. Ada tempat berjualan, modalnya kepercayaan dan iman, lalu keuntungannya adalah pahala dan balasan di akhirat.
  24. Perjalanan kehidupan anak adam seumpama sungai dengan air mengalir. Ia mengalir dari hulu, melewati lembah, menyusuri tebing-tebing, anak sungai, hingga pada akhirnya berhenti saat bertemu dengan lautnya.
  25. Sholat ibarat sungai bersih yang mengalir. Orang yang mandi didalamnya akan bersih dari kotoran yang menempel.
  26. Cinta itu seperti menggenggam pasir. Bila tidak digenggam akan hilang, namun jika digenggam terlalu erat akan terdesak keluar melalui celah jari.
  27. Anak yang baru lahir seperti halnya kertas yang kosong, ia begitu bersih dan tiada bernoda, oleh karenanya, jagalah ia dengan hati-hati.
  28. Torehkan tinta emas ke setiap lembarannya. Warnailah ia dengan warna yang indah.
  29. Kecantikan wajah bagaikan bunga yang segar, rusak apabila tidak dijaga sebaliknya semakin mekar apabila dirawat, tetapi pada akhirnya semua perawatan tidak akan dapat menghindarkan bunga dari kelayuan.
  30. Al qur’an adalah rambu yang dapat memandu kita ke hadirat Ilahi Rabbi, selama kita patuh terhadap semua rambu tersebut, maka kita akan selamat hingga tujuan akhir.
  31. Orang yang beriman akan hidup seperti lebah, dia hanya makan dan minum yang baik, pergi ke tempat tempat yang tidak rusak dan menghasilkan hal yang baik (madu).
  32. Waktu laksana pedang yang tajam, bila seseorang dapat memainkannya dengan teliti, maka ia akan berguna, tetapi jika seseorang ceroboh memainkannya, ia akan mendatangkan musibah.
  33. Hidup didunia seperti susunan keyboard piano, ada keyboard putih dan ada yang hitam.
  34. Hidup itu seperti roda kincir air, titik yang ada dibawah akan merasakan ketinggian, begitu juga sebaliknya, seberapapun inginnya berada dalam satu titik, roda harus tetap berputar agar listrik dapat dihasilkan.
  35. Seseorang yang bersedekah di jalan Alloh itu laksana menanam sebuah biji pada lahan subur, biji tersebut bakal tumbuh menjadi pohon dengan 7 cabang kokoh, dari setiap cabang, orang tersebut akan memanen lebih dari 100 biji pada waktunya.
  36. Hijab itu ibarat bungkus plastik, barang yang dibungkus plastik kebersihannya lebih terjaga tidak sembarang tangan menyentuhnya sehingga lebih mahal harganya.

 Majas Simile

macam macam majas dan contohnya

Pengertian Majas Simile dan contohnya

Majas simile adalah majas yang membandingkan antar dua hal secara jelas atau eksplisit dan terdapat kata penghubung seperti ibarat, layaknya, umpamanya, bak, bagai dan contoh sebagainya. Sekilas apabila kita perhatikan dan bandingkan dengan majas perumpamaan atau asosiasi agak sama, namun tetap ada perbedaan diantara keduanya majas ini diikuti kata: seperti, sama, bagaikan, ibarat, umpama.

Contoh Majas Simile dalam sebauah kaliamat:

  1. Kelakuannya bagaikan anak ayam kehilangan induknya
  2. Ibarat ayam, kurang mengekas, kurang makanan
  3. Kau seperti rembulan bagiku, yang selalu menerangi di setiap gelapnya malam
  4. Cara berjalannya bak putri keraton dari Jawa tengah
  5. Pasangan suami isteri itu bagaikan romeo dan Juliet, yang setia terhadap pasangannya sehidup semati
  6. Aris dan Putra memilki hubungan yang tidak pernah akur, bagaikan anjing dan kucing yang tidak pernah akur
  7. Gaes jalani saja hidup ini seperti air mengalir disungai
  8. Seperti padi yang berisi, Pak Rahmat tidak pernah sombong dengan ilmu yang di milikinya
  9. Lelaki itu sangat baik dan dermawan ibarat malaikat yang turun dari langit
  10. Kata-katamu sangat kasar ibarat pisau yang menusuk jantungku
  11. Risma dan Vina ibarat air dan minyak yang tidak dapat dipersatukan
  12. Penciuman Budi sangat tajam ibarat anjing pelacak mayat
  13. Es buah ini sangat segar menyembuhkan dahaga ibarat hujan yang membasahi ladang pasir
  14. Fatimah cantik sekali ibarat sang putri kayangan
  15. Mukanya Dika merah laksana kepiting rebus
  16. Wajahmu bagaikan mentari yang bersinar di pagi hari.
  17. Gadis cantik itu bagaikan melati yang baru mekar.
  18. Persahabatan kita layaknya rantai yang kokoh.
  19. Dirimu laksana bulan yang menyinari kegelapan.
  20. Kasih sayang ibu kepada anaknya bagai sang surya menyinari dunia.
  21. Kenapa jerawat yang ada di wajahmu semakin banyak dan memerah? Sudah gunung merapi yang akan meletus.
  22. Kalian berdua bagaikan langit dan bumi, tidak akan pernah bisa menjadi satu. Oleh karena itu kau harus segera memutuskan hubungan kalian dan lupakanlah dia.
  23. Ingatlah selalu orang-orang yang ada untukmu saat ini jika kau sudah sukse nanti.
  24. Jangan seperti kacang lupa kulitnya.
  25. Wajah anak itu sangat berseri sekali bagaikan sebuah pantulan sinar matahari ketika mengenai cermin.
  26. Rumah milik tetanggaku sangat besar dan megah bagaikan istana.
  27. Wanita yang berprofesi sebagai model itu mempunyai bentuk tubuh yang sangat sempurna bagaikan gitar akustik.
  28. Rumah orang tua itu bagaikan sebuah istana yang megah.
  29. Kata temanku jidatku lebar seperti lapangan bola yang megah.
  30. Rani memiliki anak yang banyak seperti pemain sepak bolah dalam sebuah club.
  31. Wanita memiliki postur tubuh yang tinggi seperti sebuah gitar spanyol.
  32. Sikap dan pikirannya selalu berubah-ubah bagaikan sebuah air yang berada pada daun talas.
  33. Aku membutukan sebuah senyumanmu dihari-hari ku bagaikan sebuah duri yang berada dalam daging pada tubuhku.

2. Majas pertentangan

majas pertentangan

Majas pertentangan adalah majas yang pada umumnya dipakai terkait menjelaskan sesuatu hal yang sebenarnya dengan istilah yang kontradiksi atau berlawanan arah.

Penggunaan pernyataan berlawanan ini ditujukan untuk menguatkan makna dari hal yang disampaikan, selain itu, majas pertentangan juga ditujukan untuk memperkuat kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca.

1. Majas Hiperbola

majas hiperbola

Pengetian Majas Hiperbola dan contohnya

Majas hiperbola adalah majas yang mengandung pernyataan yang melebih-lebihkan baik itu jumlah, ukuran maupun sifatnya dengan tujuan untuk memberikan penekanan, meningkatkan kesan dan pengaruhnya.

Contoh Majas Hiperbola dalam sebuah kalimat:

  1. harga bensin membumbung tinggi-kakak membanting tulang demi menghidupi keluarganya.
  2. Ketika ditanya, gadis itu hanya diam mematung tanpa mengeluuarkan suara.
  3. Melihat istrinya diganggu, seorang pria marah membabi buta semua pengganggu.
  4. Dampak pemikiran-pemikirannya tersebar keseluruh dunia mengakibatkan banyak orang yang insyaf.
  5. Orang tuanya memeras keringat agar anak tersebut dapat terus bersekolah di tempat ia suakai.
  6. Inilah berbagai daftar karya-karya Faisal yang bisa mengguncang dunia ditahun mendatang
  7. Langkah suara Deru prajurit melampaui kebisingan suara kereta api yang sedang melintas
  8. Kamil secepat kilat pulang ke rumah ketika mengetahui kabar ayahnya kembali dari negara Jepang.
  9. Betapapun luasnya samudra akan aku selami demi menemukan keberadaanmu Putri.
  10. Di negara Amerika gedung-gedung dibangun sampai meraih langit yang biru.
  11. Perasaanku seperti iris-iris saat mendapati menjumpai Ibuku harus bekerja mati-matian untuk satu suap nasi supaya kami bisa tetap bertahan hidup.
  12. Sesudah mati-matian berjuang berbagai soal matematika ini akhirnya tuntas juga
  13. Akibat pemikiran-pemikirannya tersebar keseluruh dunia membuat ia mendadak terkenal.
  14. Doa seorang ibu akan bisa menggetarkan langit.
  15. Kita harus membela agama kita sampai titik darah penghabisan terakhir.
  16. Ayah bekerja tanpa lelah dari pagi sampai pagi lagi untuk menghidupi keluarganya.
  17. Akibat prestasinya ia berhasil mengguncang dunia.
  18. Sengatan matahari siang ini membakar kulitku.
  19. Rumahmu megah seperti istana di khayangan.
  20. Dinginnya pagi ini terasa menusuk sampai ketulangku.
  21. Ratusan bahkan milyaran tidak akan mampu menggantikan kebahagiaan sederhana ini.
  22. Rintihan hati ini terdengar sampai kota sebelah.
  23. Warung kopinya yang sederhana berada di antara gedung gedung pencakar langit di ibukota
  24. Air matanya mengalir sangat cepat seperti kilat
  25. Senyuman Andini melemahkan sendi- sendi tubuhku hingga aku merasa tidak berdaya
  26. Amarahnya tiba- tiba sangat menggelegar di tengah suasana rapat yang tentram.
  27. Tubuhku kurus sekali tinggal tulang yang di balut dengan kulit tebal.
  28. Hujan turun mengiringi langkahku di sore hari ini.
  29. Suaramu yang merdu itu dapat menggemparkan dunia
  30. Perjalanmu dari Maduraa sampai di Malang secepat kilat
  31.  Dalamnya cintaku akan menenggelamkan diriku ke samudra terdalam.
  32. Otak Marni secemerlang berlian dari luar negri.
  33. Kecantikan miss world itu dapat mengalihkan kehidupmu.

3. Majas Paradoks

majas paradoks

Pengertian Majas Paradoks dan contohnya

Majas paradoks adalah jenis majas pertentangan atau gaya bahasa yang menyampaikan pertentangan antara pernyataan yang nyata dengan masing-masing fakta yang sesungguhnya, majas paradoks sering ditulis pada sebuah novel.

Kata paradoks berasal dari  bahasa Yunani Kuno yang memiliki arti “pernyataan yang bertentangan”.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan bahwa paradoks adalah suatu pernyataan yang sepertinya berlawanan (bertentangan) dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi sebenarnya mengandung kebenaran, maksudya, paradoks ini menyiratkan adanya kontradiksi yang terkandung dalam suatu pernyataan.

Contoh majas paradoks dalam sebuah kalimat :

  1. Ari sering sekali menghadapi perasaan kesendirian di tengah-tengah kebisingan kota metropolitan ini.
  2. Hatiku rasanya sepi tinggal di tengah kota Jakarta yang ramai
  3. Budi orang kaya harta, tetapi miskin ilmu.
  4. Kota Jakarta itu kecil, tetapi kuat
  5. Kenaikan harga pakan Lovebird berimbas pada penurunan harga lovebird.
  6. Meski situasi sedang memanas tetapi pikiran harus tetap dingin.
  7. Pak Anto usianya sudah tua tapi semangatnya tidak kalah dengan yang muda.
  8. Kemajuan teknologi sekarang ini justru berdampak pada kemunduran nilai moral dan sosial pada masyarakat.
  9. Jarak ke kota Bandung memang sangat jauh tetapi akan menjadi dekat jika menggunakan pesawat.
  10. Andre menepati janjinya pada Ibunya namun ia ingkar pada kewajibannya.
  11. Keberaniannya dalam meringkus pencuri memang harus di berikan apresiasi karena warga sudah tidak ketakutan.
  12. Aisah memang malang ketika kecelakaan itu, tapi ia sangat beruntung karena yang menolongnya saat itu mempersunting dirinya menjadi istri.
  13. Aku tidak bermaksud mencaci maki namun kesungguhanmu dalam meminang memang layak dipuji.
  14. Disetiap adanya keributan yang disebabkan oleh provokator, selalu saja di situ ada orang yang tetap tenang dan berkepala dingin.
  15. Walaupun sudah memasuki senja, tubuh tua kakek ini selalu penuh dengan semangat jiwa muda yang terus membara.
  16. Karena begitu rupawannya si Aldo itu, sampai-sampai tidak ditemukan satu gadis pun yang tidak menyukainya.
  17. Karena begitu mudahnya soal ujian ini, sampai-sampai tidak ada satu orang pun yang sanggup menyelesaikannya
  18. Teman akrab adakalanya merupakan musuh sejati.
  19.  Di tengah keramaian kota Malang, aku tetap merasa kesepian.
  20. Aku merasakan hangatnya suasana pagi hari yang dingin menggigit.
  21.  Walaupun banyak yang bilang masakanku sudah pas tetap saja ini kurang asin menurutku.
  22.  Ditengah-tengan gaduhnya suasana konser Wali pria itu tetap terlihat tenang.
  23.  Walaupun Kakek sudah tua, Kakek itu tetap terlihat semangat bak kaum muda.
  24. Roland adalah orang yang hidupnya bergelimang harta, tetapi hatinya miskin akan perhatian orang- orang di sekitarnya.
  25. Jiwanya terasa sepi di tengah hingar- bingar pesta malam ini.
  26. Akibat pengalaman hidupnya yang selalu pahit, membuat ia tak dapat lagi membedakan antara cinta dan benci dari seseorang
  27. Hati boleh panas tapi kepala tetap dingin agar kita tidak salah mengambil keputusan
  28. Di tengah ramainya pesta tahun baru, aku merasa kesepian karena kehilanganmu.
  29. Perselisihan kecil di antara Andi dan Reno itu telah menjadikan kawan menjadi lawan.
  30. Rumah itu bersih sekali tetapi pemiliknya sangat kelihatan jorok.
  31. Walaupun suasanya sedang sedih tapi hatiku terasa ceria jika selalu bersamamu
  32. Faisal sangat percaya diri di depan umum namun dia adalah pemalu ketika dihadapkan dengan wanita.
  33. Meskipun badannya sehat namun fikirannya sedang sakit.
  34. Andre itu sangat malas tetapi dia rajin ke masjid.
  35. Meskipun Irma kalah dalam lomba tetapi aku telah memenangi hatimu.
  36. Pak Reno adalah orang kaya harta yang miskin hati.
  37. Kekuatan Faisal sebagai binawagawan selalu lemah hati dihadapan wanita.
  38. Ratih adalah anak yang bodoh namun dia tidak mudah dibodohi.
  39. Nita salah satu gadis cantik yang buruk hatinya.
  40. Harga BBM meningkat menyebabkan penurunan pembeli bbm.
  41. Kecantikan Ratu membuat ia kunjung menikah.
  42. Ara adalah gadis setia yang dikhianati oleh suaminya.
  43. Faruq memiliki hati yang lembut meski penampilannya sangat sangar.

4. Majas Litotes

 

Pengertian Majas Litotes dan contohnya

Majas litotes adalah majas yang menjelaskan suatu ungkapan yang direndahkan jika dibandingkan dengan realita aslinnya. Majas ini mengungkapkan kepada pembacannya tentang kerendah hatian penulis.
Litotes ialah majas berupa pernyataan yang sifatnya mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh:

  1. Semua yang kami berikan ini memang tak berarti buatmu.
  2. Saya hanyalah orang biasa tidak sepantasnya dilebih-lebihkan seperti itu.
  3. Janganlah bertanya kepada orang bodoh seperti saya ini.
  4. Makan nasi sambel teri saja sudah terasa lezat sekali bagi saya
  5. Kakak akan membuat pesta kecil-kecilan untuk merayakan kelulusanmu
  6. Saya hanyalah orang yang sudah lanjut usia, tidak pantas rasannya memberikan sambutan di acara itu.
  7. Semoga bantuan ini dapat menjadi seberkas cahaya bagi para korban bencana alam.
  8. Saya berharap Anda senang dengan jamuan yang ala kadarnya ini.
  9. Syukurlah semua orang menyukai makanan dan minuman kampung ini.
  10. Saya berharap kamu mau kuantarkan pulang menggunakan motor butut ini.
  11. Saya seorang bocah ingusan yang mempunyai mimpi besar.
  12. Tubuh renta ini sepertinya tak layak untuk datang ke perayaan itu.
  13. Jika tidak keberatan, pakailah baju lusuh ini untuk sementara waktu.
  14. Izinkanlah hamba untuk membantu pekerjaan ini dengan sekuat tenaga.
  15. Saya hanyalah seorang pedagang kue pinggir jalan
  16. Kami bisa bertahan dengan usaha cendol yang sudah turun temurun dari nenek moyang.
  17. Ayahku hanyalah seorang nelayan penangkap ikan di laut.
  18. Ibu Budi hanyalah seorang tukang jahit seragam sekolah.
  19. Kami sudah merasa cukup dengan uang saku seadannya.
  20. Bantuan yang sedikit ini mudah- mudahan cukup untuk membeli susu anak- anak. ( Pada kenyataannya, bantuan yang di berikan cukup besar dan dapat di manfaatkan oleh seluruh anggota keluarga)
  21. Mengapa Bapak mempercayakan tugas ini kepada orang baru seperti saya? Masih banyak karyawan lain yang lebih senior dari saya. (Pada kenyataannya ia memiliki banyak pengalaman di perusahaan sebelumnya).
  22. Semoga bapak, ibu, dan semuanya berkenan kembali berkunjung di gubung kami yang sederhana ini (Pada kenyataannya, ia tinggal di sebuah rumah permanen yang cukup bagus)
  23. Terimalah bimgkisan ini yang tidak seberapa harganya (Pada kenyataannya, bingkisan tersebut bernilai sangat mahal)
  24. Mohon maaf, kami hanya bisa menjamu dengan menu yang ala kadarnya (Pada kenyataannya, di meja makan telah tersedia aneka makanan dan minuman).
  25. Goresan pena ini adalah hadiah untuk ibu, (Pada kenyataannya, ia menyerahkan sebuah skripsi at dan ijazah sarjananya kepanya ibunya)
  26. Selamat datang ke gubuk kami ini. Gubuk memiliki artian sebagai rumah.
  27. Kenapa kamu bertanya kepada orang dungu semacam saya ini?
  28. Berkunjunglah sebentar untuk melihat-lihat gubuk kecil kami ini
  29. Makanlah seadanya, sebagai penghilang lapar
  30. Saya berada tempat tinggal di sebuah rumah yang Ala kadarnya beralaskan tanah dan beratapkan langit
  31. Ayahku akan membuat pesta kecil-kecilan sebagai memperingati kelahiran kakakku
  32. Tubuh tua ini tidak layak memperoleh penghargaan menjadi orang terkuat
  33. Kami hanya bisa bertahan hidup dari usaha kecil-kecilan yang dijalankan oleh satu keluarga
  34. Aku hanya lah seorang laki-laki kecil yang memiliki impian dan harapan besar
  35. Jika dia mempunyai harta yang begitu melimpah apalah dayaku yang sekedar memiliki cinta serta kasih sayang
  36. Silakan mampir ke gubuk kami walaupun hanya sebentar.
  37. Aku sangat senang jika kau berkenan menerima hadiah kecil ini.
  38. Sudikah engkau menerimaku yang buruk rupa ini?
  39. Aku hanyalah orang awam yang ingin berpartisipasi mengungkapkan opini.
  40. Mereka tinggal dengan gembira walau hanya beralaskan tanah dan beratapkan langit.

Majas Antitesis

Pengertian Majas Antitesis dan Contohnya

Majas antitesis adalah majas yang menjelaskan suatu pasangan kata yang memiliki makna berlawanan. Pasangan kata ini ditampilkan dengan berurutan. Di bawah ini adalah beberapa contoh kalimat majas antitetis.

 

Menurut KBBI, antitesis diartikan sebagai pengungkapan gagasan yang bertentangan dalam susunan kata yang sejajar. Jadi majas antitesis adalah suatu gaya bahasa yang memadukan dua kata yang saling berlawanan dalam satu susunan. Pengertian ini hampir serupa dengan majas paradoks. Kedua jenis majas pertentangan ini memiliki persamaan dan perbedaan yaitu:

1. Persamaan
Persamaan antara majas antitesis dan paradoks adalah:

keduanya merupakan golongan majas pertentangan.
dalam kalimat ada dua kata yang maknanya saling bertentangan
2. Perbedaan
Perbedaan antara majas antitesis dan paradoks adalah:

Dua kata yang bertentangan pada majas paradoks tidak dalam satu klausa, sedangkan majas antitesis dalam satu klausa, baik berurutan atau disambung dengan kata penghubung.
Dua kata bertentangan dalam majas antitesis biasanya menggunakan antonim, sedangkan majas paradoks tidak. Kata selain antonim dapat digunakan asalkan memberi makna yang saling bertentangan

Untuk lebih jelas, lihat contoh majas paradoks dan majas antitesis berikut:

Contoh majas paradoks: “aku merasa kesepian di tengah tengah keramaian ini”

Contoh majas antitesis: “baik buruknya rupa tidak menjadi ukuran sifat dan karakter seseorang”

Majas Antitesis dan Contoh Kalimatnya

  1. Tinggi rendahnya derajat seseorang di mata Alloh hanya ditentukan oleh tingkat ketakwaannya.
  2. Cantik jelek bagi saya bukan lagi masalah, asalkan dia baik dan mau menerima saya apa adanya.
  3. Hidup matiku telah ku pasrahkan sepenuhnya pada sang Khalik.
  4. Jangan terpengaruh pada kaya miskinnya teman Anda jika ingin menjalin tali persahabatan yang baik.
  5. Besar kecilnya pendapatan perkapita akan sangat mempengaruhi kemajuan dari suatu bangsa.
  6. Bersih kotornya sebuah rumah hanya akan dipengaruhi oleh rajin tidaknya para penghuninya.
  7. Tebal tipisnya buku harusnya tidak menjadi acuan seberapa besar kualitas isinya.
  8. Mahal murahnya harga sangat dipengaruhi banyak hal, termasuk faktor permintaan dan ketersediaan barang.
  9. Hitam putihnya kehidupan, kita lah yang pada akhirnya menentukan.
  10. Jujur tidaknya pegawai tetap suatu saat akan diketahui atasannya.
  11. Manis pahitnya cerita kehidupan yang ku lalui sudah cukup untuk dijadikan pelajaran berharga untuk menatap masa depan.
  12. Banyak sedikit rezeki yang diperoleh, tetaplah wajib kita syukuri.
  13. Nyaman tidaknya kamar tidurmu pasti tetap dipengaruhi oleh rajin tidaknya kamu bersih-bersih.
  14. Sehat sakitnya seseorang ditentukan yang utama adalah oleh gaya hidupnya.
  15. Lapang sempitnya kesempatan yang kita miliki semoga semuanya tetap dapat dimudahkan oleh-Nya.
  16. Keras lunaknya keybord komputer biasanya dipengaruhi oleh bahan yang digunakan untuk membuatnya.
  17. Panjang pendeknya rambut sedikit banyak akan mempengaruhi penampilan wajah kita.
  18. Cepat lambatnya kerja seseorang biasanya dapat dilihat dari cepat lambatnya ia ketika menghabiskan makanan.
  19. Sebentar lamanya waktu yang kita butuhkan untuk mengantri pasti akan mempengaruhi kondisi psikologis kita.
  20. Berani dan takutnya mental dia akan kita buktikan dengan kejadian malam ini.
  21. Perawatan di salon akan menentukan kasar halusnya kulit wajahmu.
  22. Tajam tumpul pisau akan menentukan seberapa cepat lambat matinya ayam yang kau sembelih.

 

Majas sindiran

Majas sindiran merupakan kata-kata kias yang memang tujuannya untuk menyindir seseorang ataupun perilaku dan kondisi.

Majas Ironi

Pengetian Majas Ironi dan contohnya

 

Majas ironi adalah majas yang menyatakan sesuatu hal yang bertentangan dengan makna yang sesungguhnya. majas ironimerupakan salah satu majas penggunaan yang disukai  dalam percakapan. Hal ini dikarenakan majas ironi berfungsi untuk menyindir seseorang. Pembicara menggunakan kalimat bermuatan majas ironi untuk menjaga perasaan lawan bicara. Dalam majas ironi, pembicara akan menggunakan kebalikan dari fakta dan ditambah dengan frase yang juga bertentangan.

Contoh majas ironi pada sebuah kalimat:

 

  1. Suaramu sangat merdu sampai-sampai anakmu menangis saat kau menyanyi.
  2. Menakjubkan sekali nilai-nilai rapormu, aku tidak menemukan warna hitam di dalamnya.
  3. Makananmu sungguh tiada duanya, aku kapok memakannya.
  4. Lukisanmu sangat memukau, persis seperti lukisan adikku yang saat ini masih balita.
  5. Cuaca siang ini sangat menyejukkan, sampai aku mandi keringat.
  6. Teh ini manis sekali, kau pasti sedang kehabisan gula.
  7. Pandai sekali kau memasak, semua makanan ini rasa garam.
  8. Tulisanmu sangat rapi sekali seperti tulisan seorang dokter.
  9. Sungguh cerdas anak bu Ratih, sampai-sampai semua ulangannya tidak ada yang lebih dari angka 10.
  10. Tikno adalah pegawai yang sangat cinta kebersihan, terlihat meja kerjanya yang penuh dengan sampah.
  11. Kuat sekali tanganmu, segelas kopi pun kau menyerah untuk mengangkatnya.
  12. Tampan sekali waja Dodi, sampai-sampai tidak ada wanita yang mau melihatnya.
  13. Romi adalah murid kesayangan semua guru, semua teman-temannya sudah lulus tapi ia masih saja di kelas 4.
  14. Kamarmu luas sekali, aku sampai tidak tahu bisa duduk di sebelah mana.
  15. Porsi makanmu banyak sekali, pantas saja badanmu kurus kering begitu.
  16. Ricky adalah anak yang paling putih diantara teman-temannya hingga ia diberi julukan “si hitam”.
  17. Kota Jakarta adalah kota yang sangat aman. Setiap hari selalu ada kasus pencurian.
  18. Harga handphone itu adalah harga yang sangat terjangkau oleh semua kalangan masyarakat hingga aku tidak sanggup membelinya.
  19. Diah adalah anak yang paling cantik dikelasnya hingga tak ada satupun anak laki-laki meliriknya.
  20. Cahaya lampu itu sangat terang hingga aku tak bisa melihat wajah orang yang ada didekatku.
  21. Dini seorang kakak yang sangat bertanggung jawab dan penyayang. Sekian lama adiknya menangis ia biarkan saja.
  22. Kue yang dijual di toko itu sangat murah hingga tak ada satupun yang laku terjual.
  23. Kau benar-benar anak yang sangat berbakti kepada kedua orang tuamu. Tidak ada satu pun nasehat dan perintah orang tuamu yang kamu patuhi.
  24. Air minum isi ulang ini sangat steril dan higienis sehingga membuat tenggorokanku gatal setelah meminumnya.
  25. Harga ponsel itu murah sekali, aku sampai harus menjual motorku karenanya.
  26. Suaramu bagus sekali. Saking bagusnya, telingaku sampai kaubuat tulis karenanya.
  27. Sepatu yang kau berikan padaku itu sangat cocok di kakiku, kakiku saja sampai terkilir karenanya.
  28. Cat rumahmu ini begitu cerah, membuatku teringat pada langit yang mendung itu.
  29. Motor itu joknya sangat enak untuk diduduki, sehingga pantatku ini terasa panas dibuatnya.
  30. Masakan buatanmu sungguh enak, aku sampai ingin muntah karena saking enaknya.
  31. Pintar sekali kamu, bisa dapat nilai 50 pada pelajaran B. Jawa
  32. Bersih sekali kamarmu, sampai aku kesulitan cari tempat duduk.
  33. Masakanmu lezat sekali, sampai tersisa banyak sekali dari makananmu.

Majas sarkasme adalah majas sindiran yang dinyatakan dengan konotasi paling kasar. Pada umumnya Majas sarkasme dan contoh kalimatnya orang yang menyampaikan majas ini adalah mereka yang sedang lagi marah besar.

  1.  Dasar tolol Masa cuma pekerjaan gini saja kamu tidak becus!
  2. Kau benar-benar Suami kere sungguh aku menyesal pernah mengenalimu
  3. Dasar otak udang, disuruh melakukan pekerjaan yang sangat mudah seperti ini saja kau tidak bisa. Lalu apa yang kau bisa?
  4. Cepat kesini, dari tadi kupanggil masih saja kau asyik bermain disitu. Apa kau tak punya telinga? Apa perlu ku seret kau kesini?
  5. Biarkan saja dia bermimpi, karena hanya itu saja yang ia bisa.
  6. Harta dan keahlian saja ia tak punya, bagaimana ia akan mewujudkan mimpinya.
  7. Untuk apa kau letakkan tangga ini disini.
  8. Bukannya membantu pekerjaan kita, justru tangga ini membuat tempat ini semakin sempit.
  9. Campakkan saja tangga ini kesana!
  10. Aku tak peduli dengan airmatanya bahkan jika dia menangis darah sekalipun.
  11. Aku tak akan tertipu lagi dengan airmata buayanya.
  12. Dasar anak tak tau diri! Dari kecil kau kami rawat dan kami kasih makan, sekarang setelah dewasa dan sukses di rantau malah tak kau anggap lagi kami ini sebagai orang tuamu.
  13. Apa ini balasanmu pada orang tua yang telah melahirkan dan membesarkanmu?
  14. Untuk apa kau datang kemari? Kami sudah tak membutuhkan orang tak bisa apa-apa dan tak berguna sepertimu.
  15. Kalau kau sudah tak sanggup untuk berjalan, tak usah kau paksakan.
  16. Sudahlah, terima saja kenyataan hidupmu itu bahwa kini kau sudah cacat.
  17. Jangan pernah kau undang dia kerumahmu ketika ada aku.
  18. Aku tak sudi bertemu dan kenal dengan temanmu yang gembel dan kampungan itu.
  19. Kenapa masih saja kau melewati jalan ini, apa kau tak bisa melihat pemberitahuan di ujung gang sana yang mengatakan jalan ini sedang diperbaiki.
  20. Dimana letaknya matamu?
  21. Aku tak heran jika dia gagal ujian kali ini.
  22. Otak dungu seperti dia tak akan mampu lulus ujian tanpa menyontek dan bantuan dari orang lain.
  23. Sudahlah, tak usah bermimpi kau bisa bergaul dengan kami.
  24. Bahkan minuman paling murah yang biasa kami minum saja kau tak akan mampu membelinya.
  25. Apa kau yakin dia adalah gadis tercantik di kampung ini? Melihat wajah dan penampilannya saja aku tak tertarik sama sekali.
  26. Bahkan dia tidak termasuk dalam kategori cantik sedikitpun.
  27. Dia benar-benar tak punya malu.
  28. Sudah dihina dan diberhentikan secara tidak hormat karena penggelapan dana perusahaan yang ia lakukan.
  29. Bisa-bisanya sekarang ia masih datang ke kantor dan meminta untuk bekerja kembali.
  30. Apa kau tak punya hati? Ibumu terbaring lemah di rumah sakit, jangankan untuk merawat beliau bahkan sekedar datang berkunjung pun kau tidak pernah.
  31. Aku merasa jijik dan mau muntah jika berada didekatnya. Badannya sangat bau seperti tak pernah mandi selama satu tahun.
  32. Sudahlah, jangan kau habiskan uangmu untuk membeli obat. Semua itu hanya sia-sia, kau terima saja kenyataan bahwa tinggi badanmu memang ditakdirkan dibawah rata-rata.
  33. Percuma saja dia sekolah tinggi-tinggi sampai jenjang S2. Ucapannya sangat kasar dan perilaku kurang ajarnya seperti orang yang tidak berpendidikan.
  34. Jangan bermimpi kau bisa menjadi menantu keluarga terhormat itu. Kau hanyalah anak dari keluarga miskin dan tidak berpendidikan. Bahkan jadi pembantu mereka saja kau tidak akan diterima.
  35. Aku sangat kecewa padamu. Kau adalah teman yang selama ini ku anggap sudah seperti keluarga sendiri. Tetapi justru kau yang mampu mengkhianatiku layaknya seorang musuh bebuyutan. Pergilah kau dari hidupku, dasar pengkhianat!
  36. Dasar playboy kelas teri! Modal dompet tipis dan wajah standar saja kau sudah berani mempermainkan hati wanita.
  37. Kau benar-benar orang yang tidak tau terima kasih. Sudah menumpang dirumah ini, piring dan pakaian kotor bekas kau pakai kami juga yang membersihkan.
  38. Kalau aku punya adik seperti dia, pasti aku tidak akan mau mengakuinya. Dia benar-benar tidak tau sopan santun, seperti tidak punya orang tua dan keluarga saja.
  39. Apa kau yakin ingin tinggal di kawasan perumahan ini? Lihatlah sekelilingmu, lingkungannya sangat kotor dan tak terurus. Lingkungan disini tidak layak disebut sebagai kawasan perumahan tapi lebih seperti perkampungan kumuh.
  40. Apa kau serius ingin memperkenalkan dia pada orang tuamu? Lebih baik kau pertimbangkan kembali niatmu itu.
  41. Melihat penampilan dan cara berpakaiannya, aku yakin tidak ada orang tua yang akan mengizinkan anak gadisnya berhubungan dengan laki-laki seperti itu.
  42. Dasar pemalas, sudah siang begini kau baru bangun.
  43. Aku tidak selera mencicipi masakannya.
  44. Baunya saja tidak enak apalagi rasanya. Kasihan lidahku, bisa-bisa mati rasa karena mencicipi masakan itu.

Majas Sinisme

Majas ini adalah macam macam majas yang lebih halus dibandingkan dengan majas sarkasme. Gampangannya apabila majas sarkasme langsung frontal dan kasar sedangkan majas sinisme ini adalah suatu sindiran yang sangat halus atau tidak langsung implisit.

Majas sinisme dan contoh kalimatnya

  1. Di bawah ini adalah contoh kalimat yang menggunakan majas implisit.
  2. Sangat tidak layak kata-kata tersebut Lontar dari mulut orang yang terpelajar semacam kamu
  3. Lama-lama aku bisa jadi gila jika terus melihat kelakuanmu yang menjijikan itu
  4. Kan aku sudah kasih tahu jangan cuma cari sekedar dari kecantikan saja sekarang baru tahu kan kamu yang kamu pilih itu adalah transgender.
  5. Aku benar-benar senang memperoleh nilai 8 dari kerja keras sendiri dibandingkan kamu yang memperoleh nilai sempurna namun dengan cara curang
  6. Orang itu selalu berkata bahwa dia bekerja untuk keluarganya, tetapi kenyataannya dia selalu menghabiskan uangnya untuk berfoya-foya dan demi kepentinganya sendiri.
  7. Aku tidak butuh pertolongan orang yang mengharapkan imbalan seperti dirimu.
  8. Kau selalu mempunyai niat buruk ketika membantu seseorang yang sedang dalam kesulitan.
  9. Kenapa kau selalu mencari kesempatan didalam kesulitan orang lain? Hal itu sangat tidak baik untuk dilakukan kawan.
  10. Akan lebih baik bila motor yang kau pakai itu masuk kedalam museum, karena sudah sangat tua dan berasap.
  11. Jika dirimu masih memiliki rasa malu, kembalikan buku yang kau pinjam minggu lalu.
  12. Dulunya kau itu sangat alim, rajin beribadah, ramah, sopan, baik hati, suka menolong, dermawan. Tapi kenapa sekarang sifatmu menjadi sangat brutal seperti itu.
  13. Jangan perlakukan hewan dengan kasar, apalagi hewan langka itu, kau bisa membunuhnya.
  14. Aku tidak pernah melihat harta yang kau miliki untuk kujadikan teman, aku lebih suka kau yang dulu, sederhana dan baik hati.
  15. Apa kau ingin membunuhku dengan kecerobohan yang selalu kau lakukan itu.
  16. Kondisi tubuhmu itu sudah tidak memungkinkan untuk mengkonsumsi rokok, jadi berhentilah untuk merokok.
  17. Kau memang berlimpah kekayaan. Kau bisa membeli hukum dan membutakan keadilan.
  18. Tapi ingat, kau tak bakal pernah bisa lolos dari keadilan Tuhan.
  19. Badanmu begitu kekar dan besar, tapi kenapa nyalimu begitu ciut. Dimana hati nuranimu?
  20. Keserakahan sudah menutup pikiran jernihmu sampai-sampai masalah pencurian sendal saja kau bawa ke meja hijau.
  21. Bau mulutmu sungguh memabukan. Apakah kau tak pernah gosok gigi?
  22. Sudahlah cukup! Aku tak lagi percaya dengan ucapanmu. Kau memang pendusta.
  23. Pikiranmu kotor sekali? Apakah kau tidak pernah membersihkannya? Kau tak akan pernah mendapat upah pantas dari perusahaan itu.
  24. Pemiliknya terkenal sangat pelit. Mengapa kau begini?
  25. Setan apa yang telah merasukimu hingga sampai hati kau membunuh saudaramu sendiri?
  26. Tubuhmu yang kekar itu bisa lemah seknorma dan etika dihadapan wanita.
  27. Sombong sekali dirimu, ingat di atas langit masih ada langit
  28. Aku benar-benar bisa mati jikalau harus menuruti tiruana kemauan perempuan yang tak seberapa itu.
  29. Pantas saja kamu tak pernah bisa kaya, perilakumu saja tak pernah mencerminkan kalau kamu itu orang baik.
  30. Usaha kerasmu untuk sukses telah kamu nodai dengan kesalahan fatal yang kamu perbuat ini.
  31. Gadis itu memang anggun tetapi sayang kakinya bacin sekali.
  32. Aku sungguh menyesal pernah menyayangi dia, Sifat arogan dan sok menang sendiri sangat berbanding terbalik dengan kecantikannya.
  33. Sayang sekali makanan yang kamu masak ini rasanya tak secantik parasmu.

Majas Penegasan

Majas penegasan adalah suatu jenis majas yang diaplikasikan dan dipakai untuk menjelaskan sesuatu hal dengan tegas untuk menambah pemahaman serta pesan bagi setiap pembaca maupun pendengar.

Majas pleonasme

Majas pleonasme adalah salah satu bentuk dari majas penegasan jenis majas yang diaplikasikan dan dipakai untuk menjelaskan sesuatu hal dengan tegas untuk menambah pemahaman serta pesan bagi setiap pembaca maupun pendengar

Majas pleonasme ini berfungsi untuk menegaskan suatu arti kalimat dengan menambahkan kata atau frasa yang berlebihan.

Pengertian Majas pleonasme dan contohnya:

  1. Seluruh pelajar mahasiswa yang lagi melakukan tawuran segera mundur ke belakang saat mengetahui kedatangan polisi
  2. Tiba-tiba kelas jadi sunyi senyap ketika mendengar suara langkah guru kemari.
  3. Dengan mata kepalaku sendiri aku melihat kejadian tersebut
  4. Ria begitu riang gembira saat mengetahui kekasihnya hadir untuk melamar dirinya.
  5. Hari ini Dewi melakukan kunjungan ke berbagai tempat wisata di Solo keraton kasunanan Kampung batik Pasar Klewer Masjid
  6. Kakak memelihara berbagai macam ikan, seperti lele, gabus, mujair, dan lainnya.
  7. Budi menengok ke belakang untuk mencari asal suara itu
  8. Para murid itu sedang menolehkan kepalanya ke atas untuk melihat helikopter yang sedang terbang diatas.
  9. Seorang gelandangan itu menadahkan tangannya keatas kepada setiap pejalan kaki yang lewat didepannya.
  10. Sebuah menara yang baru dibangun di Jakarta, tingginya menjulang ke langit.
  11. Entah kenapa sebuah helikopter yang melintas diatas kamu turun rendah dari posisi semula.
  12. Beberapa hari terakhir ini tidak tau kenapa setiap malamnya selalu sepi sunyi.
  13. Adikku sangat riang gembira karena diberikan sebuah hadiah oleh ibuku ketika hari ulang tahunnya.
  14. Satiap satu tahun sekali, aku dan keluarga selalu berkunjung ke rumah nenek di kampung, dan pada tahun ini kami akan berangkat besok lusa.
  15. Aku meyaksikan sebuah kecelakaan kereta api dengan mata kepalaku sendiri.
  16. Setiap hari senin, seluruh sekolah di Indonesia untuk melakukan upacara bendera, hal itu bertujuan untuk memperingati jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
  17. Seluruh kepala keluarga yang tinggal di kampung saya ikut dalam kegiatan kerja bakti untuk membuat pos kamling.
  18. Para nelayan yang menaiki perahu besar itu berhasil menangkap berpuluh-puluh ikan hanya dengan sekali tebaran jala.

Majas Repetisi dan contohnya

Majas Repetisi Adalah gaya bahasa yang berulang-ulang pada suatu kata di dalam sejumlah frasa dengan maksud untuk menegaskan suatu makna. Di bawah ini adala berbagai contoh kalimat majas repetisi.

 

  1. Hanya dia satu-satunya orang yang aku tunggu satu-satunya yang kunanti satu-satunya yang hadir untuk menghiburku
  2. Cinta itu asyik cinta itu seru Cinta itu rumit namun cinta pula dapat memabukkan maka selalu berhati-hati apabila telah mengenal cinta
  3. Main game main game main game cuma itu saja yang kamu kerjakan setiap hari, sana keluar rumah cari angin supaya sehat
  4. Dia Dia Dan Dia melulu yang cuma ada pada pikiranku saat sekarang
  5. Ahmad terus latihan-latihan dan latihan supaya bisa memperoleh Piala menjadi atlet berprestasi

Majas tautologi dan contohnya

Majas tautologi adalah suatu gaya bahasa yang mana mengulang-ulang suatu kata pada sebuah kalimat untuk beberapa kali dengan maksud menegaskan suatu makna

Baca Juga Contoh Cerpen Cinta dan Persahabatan
Dibawah ini adalah contoh kalimat yang memakai majas tautologi

Hancur lebur hatiku engkau putuskan segala jalinan Cinta Kita
Sungguh sepi malam ini sungguh sunyi pengharapan ini
Tetap menemanimu di dalam suka maupun di dalam duka waktu bahagia waktu Sedih saat tertawa saat kecewa
Kau memang kekar, kau memang kuat, kau memang kuasa
4. Majas Retorik dan contoh kalimatnya
majas retorik
Majas retorika merupakan gaya bahasa yang berbentuk kalimat tanya namun sebenarnya tidak mesti harus dijawab. Fungsi majas ini adalah sebagai penegasan dan juga sindiran.

Di Bawah ini adalah contoh kalimat yang memakai majas retorik

Sholat subuh dilakukan pada waktu apa?
Apakah orang ini yang terus kamu sebut-sebut namanya
Sabtu kemarin ketika kamu jatuh dari lantai 3 Apa itu terasa sakit
Siapa yang berkata cita-cita kita dapat dicapai cuma lewat sekolah saja
Betul begitu kamu tidak butuh uang ini meskipun kebutuhanmu masih kurang?
5. Majas paralelisme dan contoh kalimatnya
Majas paralelisme adalah gaya bahasa atau majas perulangan yang pada umumnya cuma dipakai untuk penegasan maksud dan makna frasa pada suatu puisi. Di bawah ini adalah contoh kalimat majas paralelisme

Sungguh aku merasakan

sungguh aku mendengar

sungguh aku melihat

sungguh aku mencintaimu

Sungguh aku merinduimu

6. Majas klimaks dan contoh kalimatnya
majas klimaks dan contohnya
Maksud majas klimaks adalah jenis gaya bahasa yang menerangkan lebih dari dua hal dengan berurutan berdasarkan tingkatan semakin lama maka akan semakin meningkat.

Berikut ini contoh kalimat yang memakai majas klimaks

Hari itu seluruh orang mulai dari bayi kanak-kanak remaja anak muda orang dewasa sampai orang tua turut serta turun ke jalan mengadakan aksi demo menuntut seorang penista agama yang notabene nya adalah seorang Gubernur
Mulai dari kepala desa camat bupati Walikota gubernur hingga presiden seharusnya kita pilih menurut kemampuannya
Mulai dari rakyat kecil orang biasa polisi tentara tokoh masyarakat hingga para ulama menyampaikan pernyataan atas hal-hal yang diucapkan sang Gubernur tersebut
Di warung tersebut barang yang harganya bermacam-macam mulai dari 10000 hingga yang harga 3 juta
7. Majas Antiklimaks dan Contoh Kalimatnya
Majas antiklimaks adalah jenis gaya bahasa yang menerangkan lebih dari 2 perihal dengan berturut-turut sesuai dengan tingkatannya semakin lama maka akan semakin menurun. Gampangan nya majas ini adalah kebalikan dari majas klimaks.

Di bawah ini adalah berbagai contoh kalimat yang menggunakan majas antiklimaks.

Segala peraturan sekolah ini mulai dari kepala sekolah para guru wali murid siswa dan para pembersih semuanya berkomitmen untuk mentaatinya.
Harga beras itu dari yang phone kiloan setengah kiloan bahkan satu gram pun tersedia di toko tersebut
Acara itu didatangi oleh orang yang paling tua muda bahkan yang masih anak-anak dan balita
Tidak peduli dari yang paling kaya, kaya, sederhana, berkecukupan, miskin bahkan yang tidak punya apa-apa semuanya sama dihadapan Tuhan
Ukuran baju itu tersedia dari berbagai ukuran mulai dari XXL, XL, L hingga yang paling kecil S.

…..

  1. Majas penegasan.

 

..

macam macam majas dan contohnya

macam macam majas dan pengertiannya

macam macam majas perbandingan

macam macam majas dalam puisi

 

macam macam majas sindiran

pengertian majas

pengertian majas dan contohnya

pengertian majas hiperbola

pengertian majas ironi

pengertian majas litotes

pengertian majas hiperbola

pengertian majas asosiasi

pengertian majas alegori

pengertian majas antonomasia

pengertian majas personifikasi

pengertian majas anafora

pengertian majas paradoks

pengertian majas metonimia

contoh contoh majas

contoh majas metafora

contoh majas personifikasi

contoh majas ironi

contoh majas litotes

contoh majas metonimia

contoh majas pleonasme

Tinggalkan komentar